• PDF

Lebih Banyak Nonton daripada Belajar

Penilaian Pengunjung: / 5
TerjelekTerbaik 
  • Kamis, 18 Februari 2010 15:22
  • Ditulis oleh Arie Saptaji
  • Sudah dibaca: 5506 kali

Diet ternyata tak cuma berurusan dengan makanan. Konsumsi media pun perlu diatur. Lebih dini, lebih baik.

Menurut Salman Faridi, koordinator Aksi Hari Tanpa Televisi 2009 di Yogyakarta, waktu yang dihabiskan anak-anak untuk menonton televisi mencapai 1.500 jam per tahun (kira-kira 4 jam per hari). Padahal, waktu belajar mereka hanya sekitar 750 jam per tahun. Hanya separuhnya!

Itu baru menonton televisi. Teresa Orange dan Louise O’Flynn dalam The Media Diet fo Kids memaparkan data konsumsi layar kaca yang mencakup juga menonton video, main game, dan berselancar di internet. Menurut data 2004, anak-anak usia 11-15 tahun 53 jam seminggu di depan layar kaca---lebih dari 7 jam per hari!

Artinya, konsumsi layar kaca mereka bukan lagi dalam taraf yang sehat, melainkan sudah mengarah pada kecanduan. Di sinilah pentingnya orangtua menerapkan diet media bagi keluarga.

Menerapkan diet berarti menyeimbangkan konsumsi media dalam kehidupan keluarga. Orangtua perlu tega menjauhkan anak dari layar kaca. Agar pendekatan ini efektif, orangtua mesti menyiapkan aktivitas pengganti yang baik.

 

Membatasi Media

Jangan biarkan teve terus menyala. Ruang keluarga rumah Anda bukan ruang tunggu apotek 24 jam. Begitu juga dengan game komputer, play station, atau koneksi internet. Buatlah jadwal harian, kapan saja anak-anak boleh menyalakan layar kaca.

Lebih baik, konsumsi media elektronik tidak dijadikan rutinitas, melainkan ”hadiah”. Setelah anak menyelesaikan PR, mengerjakan tugas rumah atau aktivitas tertentu, barulah mereka bisa sejenak nonton film atau bermain game.

Selain pembatasan waktu, pemilahan program juga perlu. Pantaulah acara teve yang ditonton, game yang dimainkan, dan situs internet yang dijelajahi. Jauhkan program yang berbau kekerasan dan seks. Sedapat mungkin dampingilah mereka, dan ajaklah mereka mendiskusikan tayangan media tersebut.

Jangan tempatkan teve di kamar anak (juga di kamar Anda). Komputer yang terhubung dengan internet sebaiknya juga dipasang di ruang keluarga untuk memudahkan pemantauan.

 

Aktivitas Pengganti

Hanya membatasi tanpa menyediakan aktivitas pengganti tentulah tidak efektif. Aktivitas pengganti diperlukan agar kehidupan anak menjadi seimbang, tidak melulu terserap di depan layar kaca.

Pembatasan waktu konsumsi media menyediakan ruang untuk mengisi jadwal dengan aktivitas yang berkualitas. Orange dan O’Flynn menyarankan enam aktivitas berikut ini: mengobrol, membaca, mengembangkan bakat dan kreativitas, berolahraga, membantu di rumah, dan bermain.

Masa kanak-kanak adalah masa terbaik untuk meletakkan landasan bagi pengembangan daya kognitif, afektif, dan psikomotorik mereka. Anak-anak juga sangat memerlukan aktivitas yang menuntut mereka untuk banyak bergerak, yang sangat bagus bagi perkembangan dan kebugaran fisik mereka. Aktivitas yang beragam dan seimbang akan mengembangkan masing-masing ranah tersebut secara optimal.

“Anak-anak membantu kalau diminta, tapi biasanya mereka bermain-main saja: itulah kewajiban anak-anak yang paling utama,” kata Paulo Coelho. Jangan biarkan anak-anak yang seharusnya bertumbuh gesit dan kreatif menjadi si bocah pasif yang tersihir oleh gemerlap layar kaca. ***

Komentar-komentar
Tambah Baru Cari
Tito   |121.52.51.xxx |19-02-2010 17:37:47
setuju sekali mas dengan tulisannya, hal ini semakin terlihat jelas dengan
perilaku anak-anak usia dini sekarang ini.
TV menjadi candu dan sejauh ini lebih
banyak memberikan efek negatif karena banyaknya tayangan yang tidak mendidik,
bahkan pada jam acara anak-anak.
Sebagai orang tua kita harus mampu untuk
membatasi penggunaan TV dan mengalihkan anak pada aktifitas yang membantu
pertumbuhan karakter anak kita. TYM
Ester Yulia   |125.164.119.xxx |23-02-2010 17:08:28
Iya jaman sekarang org memang lebih banyak waktu di depan layar kaca. saya
setuju bahwa jam melihat layar kaca harus dikurangi dan penempatan yang tepat u/
komputer dan teve. Semua demi kebaikan bersama dan masa depan anak, ajak juga
anak untuk bersosialisasi dgn lingkungan. daripada didepan layar kaca lebih baik
ajak anak u/ berkumpul dgn teman sebaya yang ada di lingkungan nya.
Sendy Beatrix  - Lebih banyak menonton daripada belajar   |125.160.112.xxx |24-02-2010 05:43:00
Benar itu.. Cara yang efektif kalau orang tua memberi contoh tidak menghabiskan
waktu di depan tv dan komputer, karna anak-anak biasanya melakukan kebiasaan
orang tuanya. GBU
Rerak  - comment   |110.137.26.xxx |20-05-2010 04:40:48
Seandainya setiap orang Indonesia yang percaya Yesus berlatih berdoa satu jam
saja setiap hari sebagai ganti nonton televisi.....,wah!...Indonesia akan
benar-benar berubah.
lily  - lebih banyak nonton   |202.43.168.xxx |20-07-2010 19:37:29
setuju banget kl menonton terlalu banyak itu tdk baik. selain merusak mata juga
banyak pengaruh buruk yg diserap. nah gimana solusinya utk anak2 yg orangtuanya
bekerja hingga larut malam. sedangkan anak2nya masih usia sekolah yg belum bisa
difasilitasi dgn les. Tuhan memberkati
Endang Triningsih  - Lebih banyak nonton daripada belajar   |61.8.73.xxx |22-07-2010 16:00:27
Terima kasih atas artikel yang sangat bermanfaat dan saya sangat setuju dengan
pendapat penulis harus ada penjadwalan dan pembatasan menonton layar kaca, baik
untuk anak-anak maupun orang dewasa sampai lanjut usia. Selain mengganggu
penglihatan, terlalu banyak menonton televisi juga mengganggu pendengaran.
Tulis komentar
Nama:
Email:
 
Website:
Judul:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Masukkan kode anti-spam yang terbaca pada gambar di atas!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."