”A husband, a father, a writer. A beast touched by Belle.”

Arie Saptaji, lahir di Ambarawa, 5 Juli 1969. Pernah kuliah di Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FPBS IKIP Yogyakarta (sekarang Universitas Negeri Yogyakarta). Saat ini ia melayani sebagai penatua di GBI Generasi Baru, Yogyakarta, menangani bidang pengajaran dan publikasi, serta menjadi kontributor tetap Renungan Harian (Yogyakarta) dan Blessing (Surabaya). Selain menulis, ia cukup aktif menerjemahkan dan sesekali menyunting. Sampai pertengahan 2009, ia telah menulis 2 kumpulan cerpen dan 1 novel remaja, 11 karya nonfiksi, dan 10 kumpulan humor yang dibukukan oleh sejumlah penerbit.

Ia menikah dengan Rina Herdiana, dikaruniai dua anak, Lesra Ariel Herdiaji dan Ruth Tirza Arina. Mereka berdomisili di Yogyakarta.

Untuk menghubunginya, bisa melalui email Alamat e-mail ini diproteksi dari spabot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya atau Facebook. Blog pribadinya Notes of 40+.

  • PDF
  • Cetak

Alien yang Tidak Berdaya

Penilaian Pengunjung: / 3
TerjelekTerbaik 
  • Kamis, 17 September 2009 10:19
  • Ditulis oleh Arie Saptaji

Alien. Terbayang makhluk asing yang jauh lebih cerdas dari manusia. Mereka datang dari luar angkasa untuk meneliti kehidupan manusia. Atau, mereka datang untuk menyelamatkan manusia. Pokoknya, alien cenderung kita bayangkan lebih hebat dari manusia.

Tidak begitu dengan alien dalam District 9. Pesawat yang mengangkut mereka bermasalah, lalu mandeg menggantung di atas Johannesburg, Afrika Selatan.

Selanjutnya: Alien yang Tidak Berdaya

  • PDF
  • Cetak

Percaya Diri atau Percaya Tuhan?

Penilaian Pengunjung: / 6
TerjelekTerbaik 
  • Kamis, 10 September 2009 10:32
  • Ditulis oleh Arie Saptaji

Dalam suatu seminar kepenulisan, seorang ibu bertanya pada pembicara apa rahasia mereka sehingga bisa tampil pe-de abis di depan publik. Andrias Harefa, salah seorang pembicara, menjelaskan bahwa belakangan ia lagi mencoba menggali lebih jauh soal percaya diri ini. Ia mengamati, di tengah kata confidence (keyakinan) ada kata fide (iman).

Selanjutnya: Percaya Diri atau Percaya Tuhan?

  • PDF
  • Cetak

Tiada Melodi Tanpa Senyum-Mu

Penilaian Pengunjung: / 2
TerjelekTerbaik 
  • Selasa, 01 September 2009 10:10
  • Ditulis oleh Arie Saptaji

Saya tergelitik oleh sebaris lirik lagu Pelangi, gubahan Eros Djarot untuk film Badai Pasti Berlalu. Syairnya menuturkan kenangan akan cinta romantis yang menggetarkan hati. Lagu itu ditutup dengan kata-kata manis berikut ini: Tiada lagi melodi dapat kucipta tanpa senyummu.

Lirik yang mengaduk-aduk perasaan, ya?

Selanjutnya: Tiada Melodi Tanpa Senyum-Mu

  • PDF
  • Cetak

Roti, Ikan, dan Anak Kecil Itu

Penilaian Pengunjung: / 7
TerjelekTerbaik 
  • Selasa, 18 Agustus 2009 11:44
  • Ditulis oleh Arie Saptaji

Kisah ini kemungkinan sudah berulang-ulang kita dengar. Sejak Sekolah Minggu malah. Hanya dengan lima roti dan dua ikan, Tuhan Yesus mengatasi kesulitan penyediaan konsumsi di medan terpencil para orang-orang yang menyimak pengajaran-Nya. Tercatat ada lima ribu laki-laki, belum termasuk para perempuan dan anak-anak.

Selanjutnya: Roti, Ikan, dan Anak Kecil Itu

  • PDF
  • Cetak

Up (2009)

Penilaian Pengunjung: / 1
TerjelekTerbaik 
  • Selasa, 11 Agustus 2009 11:33
  • Ditulis oleh Arie Saptaji

Petualangan Itu Bernama Pernikahan, Hubungan, Keseharian

Balon Carl Fredricksen tak hanya lima. Tak terhingga. Dan balon-balon aneka warna itu mencerabut rumah kayu Carl dari tanah, mengangkatnya ke udara pada suatu pagi yang cerah. Penduduk kota yang sempat melihatnya tak ayal menganga. Tentu mereka tak menduga petualangan yang menanti rumah dan balon-balon itu.

Selanjutnya: Up (2009)

Selanjutnya...

Halaman 3 dari 4