• PDF

KEADILAN

Penilaian Pengunjung: / 2
TerjelekTerbaik 
  • Jumat, 17 April 2009 12:04
  • Ditulis oleh Augustinus Simanjuntak
  • Sudah dibaca: 4068 kali
Apakah keadilan itu? Apakah ada di antara para pembaca yang sedang mencari keadilan? Di manakah kita bisa menemukan keadilan itu? Apakah Anda seorang pejuang keadilan? Keadilan yang bagaimanakah yang sudah kita raih saat ini? Dan keadilan apa yang sedang kita perjuangkan pada masa kini serta di masa yang akan datang?

Anthony D' Amato (seorang ahli hukum di USA) mengatakan bahwa keadilan dapat diketahui dari adanya ketidakadilan. Siapa yang merasakan suatu ketidakadilan dia-lah yang harus menjelaskan keadilan yang ideal menurut dia. Kira-kira begitulah pandangan D'Amato mengenai keadilan. 

Berdasarkan pandangan D'Amato di atas, muncul beberapa pertanyaan baru: apakah yang dimaksudkan dengan ketidakadilan itu? Yach, banyak kasus, misalnya: seorang isteri merasa tidak adil karena suaminya menyeleweng, seorang anak merasa tidak adil karena orang tuanya terlalu otoriter, sebagian buruh merasa pendapatannya tidak adil oleh majikan, kasus pencurian, kasus main uang di pengadilan, perampokan, pembunuhan, dan sebagainya yang menimbulkan rasa tidak adil bagi si korban.

Lalu, bagaimana caranya memuaskan rasa keadilan atas apa yang dirasakan oleh si korban sebagai perbuatan yang tidak adil terhadapnya? Cukupkah hukum buatan manusia sebagai penentu keadilan yang sesungguhnya? Sanggupkah seorang Hakim (apalagi jika terlibat suap) memberi putusan yang betul-betul adil bagi pihak-pihak yang berperkara? 

Sanggupkah seorang suami (misalnya) memberi keadilan terhadap isterinya, atau orang tua memberi rasa keadilan kepada anaknya, yang sedang menuntut keadilan? Apakah sudah benar-benar adil bagi dua pihak jika masyarakat (di satu pihak) harus membakar hidup-hidup seorang pencuri sepeda motor (pihak lain) yang tertangkap basah? 

Dan masih banyak lagi kasus-kasus lain yang sebenarnya tidak mencapai keadilan yang sesungguhnya. Dengan kata lain, begitu banyak orang yang kecewa dan dirugikan karena ketidakadilan hukum buatan manusia. 

Memang persoalan keadilan dan ketidakadilan tidak bisa lepas dari suatu standard. Dan standard itu berangkat dari adanya pengakuan atas suatu otoritas. Dengan kata lain, eksistensi suatu otoritas melahirkan standard kebenaran dan keadilan. Namun, otoritas yang manakah yang benar-benar memberi standard keadilan sekaligus standard ketidakadilan?

Sebab pada kenyataannya banyak orang yang menderita karena penghakiman yang berstandard pada otoritas-otoritas manusia, termasuk otoritas dalam tradisi-tradisi yang sudah lama ada pada masyarakat. Banyak kebijakan penguasa (berdasarkan otoritasnya) yang tidak adil, diskriminatif, dan bahkan otoriter. Jadi, ternyata banyak orang yang mengalami ketidakadilan dari hasil penegakan otoritas-otoritas yang ter-institusi secara formal maupun informal.

Dengan demikian, di manakah kita bisa menemukan keadilan yang sejati? Siapakah pemegang otoritas sejati yang sekaligus memberi standard keadilan sejati itu?

Sebelum membahas pertanyaan tersebut perlu dijawab dulu; mengapa ada ketidakadilan? Sejak kapan ada ketidakadilan itu? 

Ketidakadilan pertamakali terjadi ketika manusia tidak lagi adil terhadap Sang sumber keadilan itu sendiri, yaitu Allah, dengan melanggar standard/ otoritasNya. Manusia pertamakali tidak adil terhadap Allah ketika manusia pertama menganggap standard keadilan Allah tidak lagi benar setelah setan menggodanya dengan berkata: "Sekali-kali kamu tidak akan mati, ...pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah."

Padahal otoritas Allah berkata waktu itu: "Jangan kamu makan ataupun raba buah itu, nanti kamu mati." (Kejadian 3) Sejak itulah ketidakadilan ada dalam diri manusia karena pemberontakan itu telah memisahkan manusia dengan Allah Sang sumber keadilan sejati. Sejak itulah standard keadilan dikembalikan kepada ego manusia itu sendiri. Sejak itu pula hukum dan otoritas manusia tidak mampu memberi rasa keadilan kepada sesamanya manusia.

Karena merasa tidak adil menurut standard ego-nya maka Kain akhirnya bertindak tidak adil pula terhadap adiknya Habel dengan membunuhnya. Yach, begitu pula banyak sejarah manusia yang diceritakan dalam Alkitab yang menunjukkan bahwa manusia turunan Adam dan Hawa itu sudah bertindak dengan standard menurut "gua" atau menurut "kami" yang bagi orang lain jelas menimbulkan ketidakadilan, dan sebaliknya, serta berbuat tidak adil terhadap dirinya sendiri dengan cara menaziskan diri ke dalam lumpur keberdosaan. Misalnya; manusia di jaman Nuh, di jaman Sodom dan Gomora, jaman Firaun, hingga jaman Romawi, dst hingga di jaman sekarang ini.

Kembali kepada persoalan, di mana ada keadilan sejati itu, dan siapa pemegang otoritas sejati ? Berikut ini adalah jawabannya:

Mazmur 7: 12 mengatakan: "Allah adalah Hakim yang adil..."

Mazmur 119: 142: "Keadilan-Mu adil untuk selama-lamanya dan Taurat-Mu benar."

"..dan keadilan dari Allah yang menyelamatkan dia" (Maz 24: 5)

" .. dan karena keadilan-Mu mereka bermegah" (Maz: 89: 17)

Itulah otoritas Allah yang membawa pada keadilan yang menyelamatkan manusia dari kungkungan dosa. Keadilan Allah ialah yang berdosa harus dihukum, namun keadilan Allah itu diwujudkan pula dalam kasihNya dengan mengorbankan Putra-Nya yang tunggal Tuhan kita untuk menebus dosa-dosa kita. 

Roma 3: 25-26: "Kristus Yesus telah ditentukan Allah menjadi jalan pendamaian karena iman, dalam darahNya. Hal ini dibuatNya untuk menunjukkan keadilanNya, karena Ia telah membiarkan dosa-dosa yang telah terjadi dahulu pada masa kesabaranNya..." 

Inilah kesaksian Petrus mengenai keadilan Allah: " Dari Simon Petrus, hamba dan rasul Yesus Kristus, kepada mereka yang bersama-sama dengan kami memperoleh iman oleh karena keadilan Allah dan Juruselamat kita, Yesus Kristus...." (II Petrus 1:1)

Dengan demikian, Allah di dalam Kristus Tuhan-lah sumber keadilan yang sejati. Sudahkah Anda menerima Keadilan Allah itu? Jika sudah, yakinlah bahwa ketidakadilan di dunia ini tidak akan membuat Anda berduka atau sedih karena Keadilan Allah sanggup mengatasi hal itu semua, asal kita tetap di dalam Dia.

Perlu pula kita perhatikan 1 Korintus 6: 1 yang mengatakan: "Apakah ada seorang di antara kamu, yang jika berselisih dengan orang lain, berani mencari keadilan pada orang-orang yang tidak benar, dan bukan pada orang-orang yang kudus?" Semoga Tuhan Yesus menolong kita semua. Amin.
Komentar-komentar
Tambah Baru Cari
Rudini Silaban  - Salam Kenal     |125.163.135.xxx |16-01-2010 04:53:12
wah keren neh tulisannya.......

lam kenal ya lae simanjuntak...
Tulis komentar
Nama:
Email:
 
Website:
Judul:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Masukkan kode anti-spam yang terbaca pada gambar di atas!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."