• PDF

ORANG FUNDAMENTALIS YANG NASIONALIS

Penilaian Pengunjung: / 1
TerjelekTerbaik 
  • Jumat, 17 April 2009 12:05
  • Ditulis oleh Augustinus Simanjuntak
  • Sudah dibaca: 2535 kali
Seseorang dikatakan fundamentalis tetapi tidak nasionalis adalah "fundamentalis" yang sebenarnya tidak fundamentalis. Sebab, aneh apabila seorang dikatakan fundamentalis tetapi tidak nasionalis. Justru semakin fundamentalis semestinya semakin nasionalis. Artinya, semakin fundamentalis berarti semakin memahami ajaran kebenaran agamanya secara mendasar sehingga hal itu membawa perubahan hidupnya ke arah yang kian memberi sinar kebaikan, keadilan dan kedamaian ke dalam hidup berbangsa dan bernegara.

Mengaku fundamentalis tetapi tak paham ajaran agamanya secara mendasar dan sekedar menekankan pada simbol-simbol atau retorika keagamaan, tanpa 'menginjakkan kakinya' ke bumi, alias tak membumi, adalah fundamentalis yang perlu dipertanyakan alias "fundamentalis."

"Fundamentalis" yang sebenarnya tidak fundamentalis ini umumnya memiliki ciri-ciri antara lain: a) punitive (sikap menghakimi golongan/orang lain); b) terlalu eksklusif (tertutup bagi golongan lain); c) Sektarianisme; d) Intoleran (tak toleran terhadap golongan lain); d) Terlalu menonjolkan simbol-simbol golongan; dan lain-lain.

Sebaliknya, seorang yang mengklaim diri sebagai nasionalis tetapi tidak fundamentalis adalah 'nasionalis' yang sebenarnya tergolong kaum liberal, alias tak punya dasar berpijak.

Lalu, yang ideal itu seperti apa? Tidak lain adalah, kita memang harus menjadi seorang yang fundamentalis sekaligus nasionalis. Artinya, kita hidup di dunia ini, apalagi sebagai kaum beriman kepada Kristus Tuhan, harus memiliki dasar dan standard kebenaran yang kokoh, alias fundamental. Yaitu firman Allah. Hidup tanpa dasar tentu akan terombang-ambing oleh berbagai cobaan.

Dengan dasar yang kokoh itu pula kita diharapkan untuk bersikap, antara lain: inklusif (terbuka bagi golongan lain), toleran (tidak sama dengan kompromi atas suatu kesalahan), mengutamakan perbuatan daripada penonjolan simbol-simbol golongan, tidak menghakimi melainkan saling menghargai dan saling menghormati. Sikap inilah yang menurut penulis sebagai sikap seorang nasionalis yang sekaligus fundamentalis.

Semoga Tuhan menolong kita. Amin.
Komentar-komentar
Tambah Baru Cari
pradi  - Fudamentalis Nasionalis   |110.136.158.xxx |09-01-2011 09:12:04
hallo..

sblum saya membaca ini, saya pernah memikirkan bermacam macam konsep
ideologi.

dan saya ingat akan konsep NASAKOM nya Bung karno
Nasionalis Agama
Komunis, karena saya islam dan tentu komunis sangat bertentangan dengan ajaran
islam..

maka saya memikirkan untuk menghilangkan komunisnya, menjadi Nasionalis
komunis...

tetapi menurut saya karena sebenarnya nasionalis tidak terlalu
sesuai dengan islam. maka saya tidak setuju dengan konsep tersebut, maka saya
mengedepankan sebuah konsep agama saja

teorinya begini
Agama = Fudamentalis (
bagi umat islam yang menyatukan mereka bukan karena sifat ke nasionalisan,
melainkan yg menyatukan adalah agama-Nya)

Nasionalis = faham pengabdian kepada
suatu pemerintahan. (untuk membuat bersatu org2 non muslim dengan muslim, maka
di perlukan konsep Nasionalis)

maka saya kira, di indonesia perlu menerapkan
konsep Fudamentalis Nasionalis
Tulis komentar
Nama:
Email:
 
Website:
Judul:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Masukkan kode anti-spam yang terbaca pada gambar di atas!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."