• PDF

Kuat dalam Kelemahan

Penilaian Pengunjung: / 4
TerjelekTerbaik 
  • Jumat, 17 April 2009 11:45
  • Ditulis oleh Augustinus Simanjuntak
  • Sudah dibaca: 4460 kali
(Saulus Penganiaya menjadi Paulus yang Teraniaya)

Saulus adalah seorang yang kuat. Dia mempunyai senjata dan kuasa untuk menganiaya, mengejar, membunuh, dan memenjarakan orang-orang Kristen di era kekaisaran Roma. Dia pun sebagai orang yang terhormat di kalangan Yahudi.

Saulus memang kuat waktu itu. Akan tetapi ketika kekuatannya itu memuncak pada penganiayaan umat Kristen, Tuhan Yesus menampakkan kemuliaanNya kepada Saulus di dekat kota Damsyik.

Yesus berkata: "Saulus, Saulus, mengapa engkau menganiaya Aku..?" Saulus langsung rebah ke tanah dan berkata:"Siapakah Engkau Tuhan?" Dan Yesus pun menjawab: "Akulah Yesus yang kauaniaya itu." (Kis:9)

Apa yang dialami oleh Saulus waktu itu ialah, runtuhnya kekuatan dia yang selama ini dibanggakan. Tuhan Yesus meruntuhkan kekuatan dan keangkuhan Saulus dengan kuasa kasihNya, sehingga Saulus yang dulu kuat dengan jabatan/kedudukannya, dulu kuat dengan senjata perang, dulu kuat dengan adat istiadatnya, kuat dengan fisiknya, dan sebagainya, KINI runtuh total. Semua kekuatannya yang dulu ada hancur lebur. Kini dia bersujud di hadapan Kristus.

Hidupnya pun berubah 180 derajat. Di dalam keruntuhannya itu, ia mendapat kekuatan yang baru ("the new power") menggantikan kekuatan dia yang lama ("the old power"), seiring dengan perubahan hidupnya dari manusia lama menjadi manusia baru. Ketika 'the old power' runtuh maka dia memulai kekuatan baru di dalam Kristus, hingga dia pun mengganti namanya menjadi Paulus, sang Rasul Kristus.

Inilah kesaksian Paulus tentang kekuatannya yang dulu sebelum hidup dalam Kristus (Filipi 3:4-6):
- mengandalkan kekuatan secara lahiriah;
- dulu disunat pada hari kedelapan (taat atas kewajiban sunat);
- dari bangsa Israel (kebanggaan atas kebangsaan);
- dari suku Benyamin (kembanggaan atas kesukuan);
- orang Ibrani asli (kembanggaan atas keturunan);
- pendirian seperti orang Farisi;
- dia penganiaya jemaat;
- taat pada hukum Taurat;

Inilah kesaksian Paulus tentang keruntuhan kekuatannya yang lama (Filipi 3: 7-8):
- keuntungan yang dulu dianggap menjadi kerugian karena Kristus;
- segala sesuatu dianggap rugi karena pengenalan akan Kristus Yesus;
- Tuhanku lebih mulia dari pada semuanya;
- Kristus melepaskan Paulus dari kekuatan lama;
- Paulus menganggap SAMPAH semuanya (kekuatan lama).

Dengan kekuatan baru di dalam Tuhan Yesus Kristus, Paulus melakukan pelayanannya untuk memenangkan banyak jiwa. Dalam kelemahannya secara lahiriah, dia justru dipakai oleh Tuhan dengan heran.

Dan suatu yang terbalik pun terjadi: dulu Saulus yang menganiaya, kini berubah menjadi Paulus yang teraniaya. Dulu Saulus yang gagah penuh kekuatan lahiriah, kini menjadi Paulus yang tak berdaya namun kuat di dalam Tuhan (spiritual context).

Di dalam ketidakberdayaan ia memenangkan banyak orang untuk Tuhan, baik dari kalangan Yahudi maupun non Yahudi. Oleh karena itu, benarlah kesaksian Paulus yang disampaikan kepada jemaat di Korintus berikut ini:

"Tetapi jawab Tuhan kepadaku (Paulus): "Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna." Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku. Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. SEBAB JIKA AKU LEMAH, MAKA AKU KUAT." (2 Kor:12: 9-10)

Bagaimana dengan kita? Mungkin Saudara masih mengandalkan kekuatan secara lahiriah dalam kehidupan ini. Mungkin Saudara masih sangat membanggakan adat atau tradisi-tradisi Saudara, hingga menjadikannya melebihi Tuhan. Mungkin Saudara membanggakan kekuatan jabatan, kekuasaan, kecantikan, ketampanan, kekayaan, dan ketenaran. Itu semua SEMU karena hidup manusia adalah singkat, bagaikan bunga yang akhirnya akan layu. Kekuatan dan kebanggaan yang Saudara miliki tanpa Kristus adalah sia-sia, ibarat sampah, demikian kata Rasul Paulus. Sudahkah Anda bersujud di hadapanNya untuk menemukan kekuatan baru di dalam Tuhan? ***

A. Simanjuntak
20 Februari 2003
Komentar-komentar
Tambah Baru Cari
evansius   |222.124.198.xxx |29-08-2009 22:26:51
ehm,,,,,,,,,,
saya menikmati banget apa yang tertulis tentang kuat dalam
kelemahan tadi, thanks................ Gbu
nixon fm   |Author |23-03-2010 05:46:57
i like it..
thx a lot..
God bless..
Tulis komentar
Nama:
Email:
 
Website:
Judul:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Masukkan kode anti-spam yang terbaca pada gambar di atas!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."