Catatan Seorang Gila 3: Orang Merdeka

Penilaian Pengunjung: / 0
TerjelekTerbaik 
Siang yang terik. Sinar matahari terasa bagai menggigit kulit. Bagi saya sih tidak begitu jadi masalah. Wong tiap hari saya jalan kaki puluhan kilometer, setengah telanjang pula; kepanasan, kehujanan. Jadi sudah biasa.

Kasihan deh mereka yang sudah terbiasa dengan AC --- mobil ber-AC, rumah ber-AC, kantor juga ber-AC --- pasti tersiksa sekali kalau mesti pergi-pergi keluar. Saya tidak bisa ngebayangin, bagaimana kalau suatu saat listrik mati. Lalu semua AC mati. Weleh-weleh, bisa mati juga kali mereka. 

Manusia tuh memang aneh. Mereka makin pandai. Teknologi mereka makin hebat. Mulai dari mobil, komputer, hand phone, alat-alat dapur, pendek kata semua perlengkapan untuk hidup makin canggih. Tetapi lha kok, hidup mereka malah makin tergantung pada barang-barang ciptaan mereka sendiri. 

Padahal namanya juga perlengkapan. Fungsinya ya tentu hanya untuk melengkapi. Artinya, boleh ada boleh juga tidak ada. Kalau makanan, semacam dessert-nyalah. Lha, sekarang kok malah jadi menu utama. Orang dikondisikan untuk tidak bisa hidup tanpa semua itu. 'Kan aneh. 

Dulu sekali, zaman para nenek moyang, jangankan mobil, komputer, dan segala macamnya itu, lha listrik saja belum ada. Toh mereka bisa hidup. Andai keadaan dulu itu terjadi zaman sekarang, bisa kiamat kali dunia. Tidak ada manusia yang bisa hidup. Kalau pun ada yang bisa bertahan, paling ya orang-orang gila macam saya ini. Saya 'kan tidak tergantung pada segala macam barang itu.

Barangkali begitulah ciri kemodernan; manusia makin pandai menciptakan barang-barang yang kepadanya mereka lalu menggantungkan diri. Padahal ketergantungan adalah lawan dari kemerdekaan, maka itu berarti zaman makin modern manusia makin tidak merdeka.

Memang sih dengan hasil teknologi hidup menjadi lebih mudah. Tetapi kalau kemudahan itu kemudian harus ditukar dengan kemerdekaan, apa nggak kemahalan tuh?! Kalau saya sih nggak mau la yaw.

Maka, berbahagialah orang merdeka kayak saya ini. Mau hidup tanpa komputer oke. Mau hidup beratap langit beralas bumi tidak masalah. Mau makan di mana saja dan apa saja monggo. Mau panas mau hujan, saya 'kan tetap tersenyum ha ha ha…! 040803
Komentar-komentar
Tambah Baru Cari
Tulis komentar
Nama:
Email:
 
Website:
Judul:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Masukkan kode anti-spam yang terbaca pada gambar di atas!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."