Catatan Seorang Gila 2: Milik

Penilaian Pengunjung: / 0
TerjelekTerbaik 
Saya sudah terlalu lama hidup menggelandangan sebagai orang gila. Mungkin lima tahun, enam tahun, tujuh tahun. Entah. Hidup beratap langit, beralas bumi. Tanpa baju. Hanya cawat penutup kemaluan. 

Sesekali ada memang orang yang berbelas kasihan, memberi saya kemeja atau kaos tidak terpakai. Tetapi entah bagaimana kemeja atau kaos itu selalu hilang. Dan saya bertelanjang dada lagi.

Kadang kalau lagi sadar saya suka nyesel juga sih, kok ya bisa hilang gitu. Apalagi kalau kemeja atau kaos yang hilang itu masih terbilang baru; masih ada bau-bau tokonya, dan saya senang. 

Namun dipikir-pikir lagi, kalau sudah hilang memang saya bisa apa?! Disesalin mati-matian, bahkan pun sampai mati beneran, toh tidak akan mengembalikan yang sudah hilang. Jadi, sudahlah relain. Anggap saja ada orang lain yang lebih memerlukan dari saya. 

Pula, mana ada sih yang namanya "milik" yang tidak akan hilang. Di dunia ini tidak ada "milik" yang abadi. Entah harta benda, popularitas, kecantikan dan kegantengan, kekuasaan, umur atau apa saja yang kita "miliki", cepat atau lambat akan lenyap. Seperti angin yang berlalu. Hanya menyisakan bekas.

Oleh karena itu, kalau saya boleh bersabda, berbahagialah orang yang dapat menjaga dirinya dari keterikatan kepada rupa-rupa milik di dunia ini. Sehingga kalau suatu saat semua itu amblas, dia tidak akan ikut-ikut amblas. 290703
Komentar-komentar
Tambah Baru Cari
Tulis komentar
Nama:
Email:
 
Website:
Judul:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Masukkan kode anti-spam yang terbaca pada gambar di atas!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."