• PDF

MELI

Penilaian Pengunjung: / 0
TerjelekTerbaik 
  • Jumat, 17 April 2009 13:05
  • Ditulis oleh Ayub Yahya
  • Sudah dibaca: 1663 kali
Usianya sekitar 50 tahun. Penampilannya bersih, dan cukup rapi, kesannya juga cukup intelek. Menurut pengakuannya, ia lancar berbahasa Inggris dan Mandarin. Ia juga bisa nyetir mobil.

Menurut ceritanya, ia adalah salah satu korban tragedi Mei 1998. Tokonya habis dijarah dan dirusak. Lalu ia pindah ke Batam. Di sana ia sempet buka toko onderdil mobil. Tetapi tidak lama. Masih menurut ceritanya, ia ditipu temannya. Bangkrut. Maka ia kembali ke Jakarta. Terlunta-lunta. Dan tinggal di rumah petak dekat pembuangan sampah seharga 50 ribu rupiah sebulan. 

Ia datang ke gereja. Ia katakan, dua tahun ia tidak pernah menginjakkan kakinya di gereja, sekarang ia bertobat dan benar-benar ingin ikut Tuhan. Dia rajin ikut kegiatan gereja; Pemahaman Alkitab, Persekutuan Wanita, Doa Malam, Doa Pagi. Ia juga ringan tangan membantu membereskan kursi sebelum atau sesudah acara tertentu.

Maka, simpati mengalir kepadanya. Dan gereja, lewat komisi pelayan masyarakat membantu membayarkan rumah sewaan 50 ribu sebulan. Tetapi kemudian, katanya, ia diusir oleh yang punya rumah sewaan; katanya si empunya rumah sewaan tidak mau ia melibatkan gereja. Ia pindah ke rumah sewaan 150 ribu sebulan. Gereja masih mengerti dan menanggungnya. Ia mengajukan pinjaman 2 juta untuk modal usaha, dengan janji akan dicicil 50 ribu sebulan. Gereja memenuhi. 

Sejak itu mulai keganjilan bermunculan. Ia rupanya pinjam juga ke beberapa orang secara pribadi dengan berbagai alasan; entah modal yang dipinjam dari gereja kurang, entah uangnya sedang dipakai oleh temannya. Ke gereja sendiri kemudian ia bilang uangnya itu ditipu orang, jadi ia tidak bisa mengembalikan hutangnya. Terakhir ia pinjam uang untuk pulang ke Batam, karena katanya ia dikejar polisi karena jual beli onderdil mobil curian. Tetapi setelah tahu kedoknya, mana mau orang tertipu lagi. Bila simpati sudah tiada, jangan harap cinta tetap ada. 

Sayang memang. Betapa kerap orang mempersulit dirinya dengan tingkah laku dan polahnya sendiri. Padahal hidupnya sebenarnya mudah; buatlah orang lain percaya, dan jagalah kepercayaan itu; jangan menyia-nyiakan apalagi menyalahgunakan, maka hidup akan berpihak kepada kita. Buktikanlah.
Komentar-komentar
Tambah Baru Cari
Tulis komentar
Nama:
Email:
 
Website:
Judul:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Masukkan kode anti-spam yang terbaca pada gambar di atas!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."