Ayub Yahya

adalah pribadi dengan kombinasi yang harmonis. Ia seorang pendeta yang harus memiliki kemampuan orang (berbahasa lisan), sekaligus pribadi yang menyukai dunia tulis-menulis. Hasilnya, ia banyak menulis di media massa umum dan gerejawi (rohani).

Lahir dan besar, sampai selesai STM, ditempuhnya di Bandung. Lalu melanjutkan ke Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Fakultas Teologia. Kala SD punya cita-cita ingin jadi insinyur, sesudah remaja berubah ingin adi wartawan perang. Tapi keduanya tidak kesampaian. Keinginannya sekarang, cukuplah jadi berguna bagi orang lain.

Menulis, katanya, hanyalah salah satu kesukaannya. Itu pun tidak tentu, bisa seharian menulis, bisa berbulan-bulan tidak menulis. Tapi kehadiran kolomnya di GloriaNet memaksanya untuk disiplin menulis setiap minggu.

Kesukaan lain, berada di tengah tumpukan buku bacaan (rasanya tenteram, katanya), nonton, pakai rompi, menelepon, bawa-bawa tas.

Buku-bukunya yang sudah terbit, antara lain: Penyuap-penyuap Cilik, Pengalaman di Desa Terpencil, Goji, Akhir Sebuah Perjuangan, Mendung Tak Lagi Menggantung, Rangga Bocah Ajaib, Sebarkan Wartanya, Surya Pagi, dan Pelangi Kasih.

Buku barunya yang segera menyusul, diterbitkan Yayasan Gloria, adalah:
1. Bila Orang Baik Menderita
2. Di Antara Dua Rasa
3. Menghitung Hari
4. Musuh Terakhir

  • PDF
  • Cetak

Kalau Jomblo Jangan Duka

Penilaian Pengunjung: / 3
TerjelekTerbaik 
  • Jumat, 17 April 2009 12:27
  • Ditulis oleh Ayub Yahya
Kerap kita tidak bisa mengelak dari suatu keadaan yang tidak kita inginkan. Tetapi kita toh tetap dapat memilih sikap atau tindakan apa yang akan kita ambil, sebagai reaksi kita terhadap keadaan itu. Nah, bagaimana reaksi kita itu akan sangat menentukan keadaan itu selanjutnya; menjadi baik atau malah (lebih) buruk.

Selanjutnya: Kalau Jomblo Jangan Duka

  • PDF
  • Cetak

SMS Pemilu dari JC

  • Jumat, 17 April 2009 12:28
  • Ditulis oleh Ayub Yahya
Lewat tengah malam, menjelang subuh. Tiba-tiba HP saya ngegeter, lampu layar nyala. Sebentar. Kemudian mati. Ada SMS masuk. Saya tidak begitu kaget menerima SMS jam-jam segini. Ada satu-dua teman yang juga biasa ngalong, kalau suntuk ya main SMS-SMS-an.

Tetapi SMS kali ini agak tidak biasa, nomor HP pengirim tidak terekam: "gmn kaki u, ga ada tlng yg rtk kn?" (JC).

Selanjutnya: SMS Pemilu dari JC

  • PDF
  • Cetak

7 Role 2 be Happy

  • Jumat, 17 April 2009 12:28
  • Ditulis oleh Ayub Yahya
SMS (Short Messagge Service) sekarang ini sedang jadi trend. Selain praktis dan murah, SMS juga mengasyikkan. Maka, jangan heran kalau di rumah, di kantor, di kendaraan umum, di WC, di kampus, atau di mana saja, orang asyik ber-SMS ria. Mereka asyik memencet tombol-tombol huruf pada hand phonenya; bisa sambil duduk, sambil tiduran, sambil makan, sambil jalan kaki, atau bahkan sambil nyetir mobil.

Selanjutnya: 7 Role 2 be Happy

  • PDF
  • Cetak

Catatan Seorang Gila 3: Orang Merdeka

  • Jumat, 17 April 2009 12:29
  • Ditulis oleh Ayub Yahya
Siang yang terik. Sinar matahari terasa bagai menggigit kulit. Bagi saya sih tidak begitu jadi masalah. Wong tiap hari saya jalan kaki puluhan kilometer, setengah telanjang pula; kepanasan, kehujanan. Jadi sudah biasa.

Selanjutnya: Catatan Seorang Gila 3: Orang Merdeka

  • PDF
  • Cetak

Catatan Seorang Gila 2: Milik

  • Jumat, 17 April 2009 12:29
  • Ditulis oleh Ayub Yahya
Saya sudah terlalu lama hidup menggelandangan sebagai orang gila. Mungkin lima tahun, enam tahun, tujuh tahun. Entah. Hidup beratap langit, beralas bumi. Tanpa baju. Hanya cawat penutup kemaluan. 

Selanjutnya: Catatan Seorang Gila 2: Milik

Selanjutnya...

Halaman 4 dari 18