Ayub Yahya

adalah pribadi dengan kombinasi yang harmonis. Ia seorang pendeta yang harus memiliki kemampuan orang (berbahasa lisan), sekaligus pribadi yang menyukai dunia tulis-menulis. Hasilnya, ia banyak menulis di media massa umum dan gerejawi (rohani).

Lahir dan besar, sampai selesai STM, ditempuhnya di Bandung. Lalu melanjutkan ke Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Fakultas Teologia. Kala SD punya cita-cita ingin jadi insinyur, sesudah remaja berubah ingin adi wartawan perang. Tapi keduanya tidak kesampaian. Keinginannya sekarang, cukuplah jadi berguna bagi orang lain.

Menulis, katanya, hanyalah salah satu kesukaannya. Itu pun tidak tentu, bisa seharian menulis, bisa berbulan-bulan tidak menulis. Tapi kehadiran kolomnya di GloriaNet memaksanya untuk disiplin menulis setiap minggu.

Kesukaan lain, berada di tengah tumpukan buku bacaan (rasanya tenteram, katanya), nonton, pakai rompi, menelepon, bawa-bawa tas.

Buku-bukunya yang sudah terbit, antara lain: Penyuap-penyuap Cilik, Pengalaman di Desa Terpencil, Goji, Akhir Sebuah Perjuangan, Mendung Tak Lagi Menggantung, Rangga Bocah Ajaib, Sebarkan Wartanya, Surya Pagi, dan Pelangi Kasih.

Buku barunya yang segera menyusul, diterbitkan Yayasan Gloria, adalah:
1. Bila Orang Baik Menderita
2. Di Antara Dua Rasa
3. Menghitung Hari
4. Musuh Terakhir

  • PDF
  • Cetak

PIALA DUNIA

  • Jumat, 17 April 2009 12:51
  • Ditulis oleh Ayub Yahya
Sekarang lagi musim demam piala dunia. Bisa jadi perhatian sebagian terbesar penduduk bumi sedang tertuju ke Jepang dan Korea Selatan, dua negara penyelenggara piala dunia. Nama-nama seperti David Beckham, Alessandro Del Piero, Zinedine Zidane, dan Ronaldo menjadi bahan perbincangan di banyak tempat.

Selanjutnya: PIALA DUNIA

  • PDF
  • Cetak

SR. PAULA, OCSO

Penilaian Pengunjung: / 2
TerjelekTerbaik 
  • Jumat, 17 April 2009 12:52
  • Ditulis oleh Ayub Yahya
Dulu, ketika dia memutuskan untuk menempuh jalan ini --meninggalkan karier yang bertahun-tahun dia rintis dan tekuni; meninggalkan keluarga yang menyayangi dan dia sayangi; dan mungkin meninggalkan harapan dan cita-cita masa kecilnya pula-- saya pikir, itu hanya sementara. Segera setelah luka batinnya sembuh, segera pula dia akan kembali.

Selanjutnya: SR. PAULA, OCSO

  • PDF
  • Cetak

PENJUAL KEMISKINAN

Penilaian Pengunjung: / 1
TerjelekTerbaik 
  • Jumat, 17 April 2009 12:52
  • Ditulis oleh Ayub Yahya
Dulu pun memang sudah ada, tetapi sekarang ini rupanya semakin banyak, orang yang pekerjaannya menjual kemiskinan. Dari yang amatiran dengan mengkoordinir para pengemis -anak-anak kecil berbaju kumal atau orang-orang cacat fisik; yang sikap dan penampilannya sengaja dibikin sedemikian "dramatis" untuk memancing belas kasihan yang melihat- di perempatan atau di pinggir jalan. Pagi mereka diantar, sore atau malam dijemput lagi. Hasilnya, mudah diduga, tentu saja para "boss" itu yang mendapat bagian paling besar

Selanjutnya: PENJUAL KEMISKINAN

  • PDF
  • Cetak

HIKMAH

Penilaian Pengunjung: / 1
TerjelekTerbaik 
  • Jumat, 17 April 2009 12:53
  • Ditulis oleh Ayub Yahya
Hikmah sesungguhnya ada di mana-mana. Dalam setiap kejadian ada hikmah; baik manis maupun pahit, keberhasilan maupun kegagalan, suka maupun duka. Asal kita mau mencarinya; mengambil jarak sejenak darinya, lalu merenungkannya. Tidak larut, apalagi hanyut, dengan perasaan yang ditimbulkannya.

Selanjutnya: HIKMAH

  • PDF
  • Cetak

ULANG TAHUN

  • Jumat, 17 April 2009 12:53
  • Ditulis oleh Ayub Yahya
Kemarin saya berulang tahun. Ada ucapan selamat; lewat telepon, imel, maupun Short Message Service (SMS). Ada kado. Ada teman-teman yang datang ke rumah; lalu nyanyi "happy birthday to you", tiup lilin, dan potong kue.

Selanjutnya: ULANG TAHUN

Selanjutnya...

Halaman 7 dari 18