Ayub Yahya

adalah pribadi dengan kombinasi yang harmonis. Ia seorang pendeta yang harus memiliki kemampuan orang (berbahasa lisan), sekaligus pribadi yang menyukai dunia tulis-menulis. Hasilnya, ia banyak menulis di media massa umum dan gerejawi (rohani).

Lahir dan besar, sampai selesai STM, ditempuhnya di Bandung. Lalu melanjutkan ke Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Fakultas Teologia. Kala SD punya cita-cita ingin jadi insinyur, sesudah remaja berubah ingin adi wartawan perang. Tapi keduanya tidak kesampaian. Keinginannya sekarang, cukuplah jadi berguna bagi orang lain.

Menulis, katanya, hanyalah salah satu kesukaannya. Itu pun tidak tentu, bisa seharian menulis, bisa berbulan-bulan tidak menulis. Tapi kehadiran kolomnya di GloriaNet memaksanya untuk disiplin menulis setiap minggu.

Kesukaan lain, berada di tengah tumpukan buku bacaan (rasanya tenteram, katanya), nonton, pakai rompi, menelepon, bawa-bawa tas.

Buku-bukunya yang sudah terbit, antara lain: Penyuap-penyuap Cilik, Pengalaman di Desa Terpencil, Goji, Akhir Sebuah Perjuangan, Mendung Tak Lagi Menggantung, Rangga Bocah Ajaib, Sebarkan Wartanya, Surya Pagi, dan Pelangi Kasih.

Buku barunya yang segera menyusul, diterbitkan Yayasan Gloria, adalah:
1. Bila Orang Baik Menderita
2. Di Antara Dua Rasa
3. Menghitung Hari
4. Musuh Terakhir

  • PDF
  • Cetak

NATAL

  • Jumat, 17 April 2009 12:57
  • Ditulis oleh Ayub Yahya
Saya sedang jalan-jalan di sebuah Mall. Pengunjung ramai sekali. Ada yang mau belanja, tetapi kayaknya jauh lebih banyak yang sekadar lihat-lihat seperti saya. Tadi pun cari tempat parkir susahnya bukan main. Sampai empat-lima kali mutar. Maklum mau Lebaran, Natal, dan Tahun Baru. Lagian anak-anak sekolah sudah mulai libur.

Di beberapa toko suasana Natal terasa dominan;

Selanjutnya: NATAL

  • PDF
  • Cetak

BINATANG

  • Jumat, 17 April 2009 12:57
  • Ditulis oleh Ayub Yahya
Binatang sering diidentikkan dengan hal-hal yang buruk; kejam dan liar. Orang jahat, orang sadis, orang culas biasa dibilang, "Seperti binatang!" 

Selanjutnya: BINATANG

  • PDF
  • Cetak

PATUNG POLISI

  • Jumat, 17 April 2009 12:58
  • Ditulis oleh Ayub Yahya
Sudah lama saya melihat di banyak perempatan ada patung polisi; berdiri tegak dengan sikap sempurna. Sampai pernah ada seorang teman yang berkelakar, sekarang ini katanya polisi yang "nakal" tinggal 20 persen saja. Sebab yang 40 persen sudah diganti patung polisi, dan yang 20 persen lagi sudah diganti polisi tidur.

Selanjutnya: PATUNG POLISI

  • PDF
  • Cetak

Cinta

  • Jumat, 17 April 2009 12:58
  • Ditulis oleh Ayub Yahya
Cinta tidak pernah dapat didefinisikan dengan tuntas. Bahasa manusia terlalu terbatas untuk mengungkap realitas cinta. Tetapi itu baik. Dengan begitu manusia akan selalu merindukan dan membicarakannya. Tuhan rupanya begitu menyayangi cinta, sehingga Dia memberi selubung misteri kepadanya. Sebab kalau tidak, segera manusia memahami arti cinta sedalam-dalamnya dan sejelas-jelasnya, segera pula manusia akan melupakannya dan membuangnya. 

Selanjutnya: Cinta

  • PDF
  • Cetak

DIA

  • Jumat, 17 April 2009 12:59
  • Ditulis oleh Ayub Yahya
Hari ini, Jumat, tanggal 17 Agustus, menjelang tengah malam, bertepatan dengan ulang tahun istri tercinta yang sudah lebih 30 tahun mendampingi, dia menghembuskan napasnya yang terakhir. Bukan berita yang mengagetkan memang; sebab setahun terakhir ini kondisi tubuhnya terus menurun. Bahkan tujuh-delapan bulan belakangan penyakit kanker yang dideritanya, tanpa dapat dicegah, telah menyebar menerobos ke sendi-sendi tulangnya.

Selanjutnya: DIA

Selanjutnya...

Halaman 9 dari 18