• PDF

Tuhan Tidak Ikutan Pemilu

Penilaian Pengunjung: / 41
TerjelekTerbaik 
  • Senin, 21 Juli 2014 11:13
  • Ditulis oleh Peter Purwanegara
  • Sudah dibaca: 7776 kali

Di tengah gonjang-ganjing pemilihan presiden di Indonesia, dilaksanakan kampanye yang dimulai dari awal Juni 2014 yang lalu. Dari pembacaan dan pengamatan berita-berita di media, memang seakan menyuarakan salah satu calon presiden dengan identitas nomer dua menjadi favorit. Apalagi dibuahi dengan hasil-hasil survey yang menyatakan calon presiden tersebut lebih banyak dipilih.


Tetapi sebulan lebih masa kampanye pun hampir usai, berita-berita survey pun ikut berubah. Kalau tadinya hasil survey mempunyai jarak yang jauh maka kini hasil itu makin mendekat atau artinya seimbang bahkan mungkin saja kandidat nomer satu bisa menjadi presiden.

Tentu hal ini terlepas dari kebenaran berita media survey atau kampanye hitam atau propaganda dari keduabelah pihak sehingga akan membuat keyakinan bagi para pendukungnya untuk bisa 'nyoblos' sesuai dengan suara terbanyak.

Sebagai insan percaya tidak salah kita berdoa kepada Tuhan untuk memohon agar Indonesia memilih seorang presiden yang baik (menurut pandangan kita) untuk menjadikan negara Indonesia berubah lebih baik. Tentu keinginan itu tidaklah salah. Tetapi yang sering kali kita lupakan, kita berdoa pengen terjadi sesuai seperti impian kita.

Kalau Indonesia berubah lebih baik, Puji Tuhan. Itu adalah anugerah Tuhan yang luar biasa bagi bangsa Indonesia. Tetapi itu adalah kehendak kita. Apakah kita sudah bertanya kepada Tuhan, Tuhan kehendak-Mu gimana untuk Indonesia?

Pilihan calon presiden nomer satu atau nomer dua? Maaf aja kalau gw mendramatisir seakan Tuhan koq ikut pemilihan umum. Karena sebenarnya Dialah penentu pemilihan umum ini. Bukan suara terbanyak. Kalau pun sampai teman-teman kita pada ikutan kampanye, monggo. Enggak salah. Biar mereka berusaha memberitahu, mempengaruhi bahkan mungkin 'sedikit' mengancam; supaya kita memilih sesuai dengan suara kampanye tersebut.

Tetapi itu adalah usaha manusia. Penentunya adalah Tuhan. Bukannya tidak mungkin jika berkeinginan supaya calon presiden yang mempunyai semangat demokrasi akan menjadi presiden. Juga bukannya tidak mungkin jika calon presiden yang nomer ganjil itu akan menjadi presiden.

Jika kita menganggap bahwa Tuhan akan mengabulkan keinginan kita untuk menjadi Indonesia lebih baik, itu adalah baik. Tetapi hal itu belum tentu bagi rencana Tuhan. "Hati manusia memikir-mikirkan jalannya, tetapi Tuhanlah yang menentukan arah langkahnya." Amsal 16:9

Jika Jokowi akan menang menjadi Presiden Indonesia, kita mengucap syukur dan berkata itu adalah kehendak Tuhan. Bagaimana misalnya Prabowo yang menang kemudian mungkin Indonesia tidak akan sejaya yang mana kita pikirkan; apakah itu bukan kehendak atau rencana Tuhan?

Gw percaya baik siapa pun presiden Indonesia mendatang adalah dalam rencana Tuhan. Tuhan bahkan ijinkan anak-anak-Nya jika mengalami penindasan, penganiayaan dalam pemerintahan mendatang. Karena kita tahu bahwa tidak sedikit semakin anak-anak Tuhan ditindas atau dianiaya, nama Tuhan semakin ditinggikan.

Bahkan tidak jarang karena keadaan kita semakin baik, nama Tuhan pun dilupakan. Maka rencana Tuhan dalam kita, bukan karena hidup kita jaya terus maka Tuhan dimuliakan. Tetapi sebaliknya meski hidup kita menderita (bahkan menderita karena nama Yesus) kita dapat memuliakan nama Tuhan.

Kiranya kita tidak salah berdoa, "Jadilah Kehendak Kami, Bukan Seperti Kehendak-Mu." Karena anak-anak Tuhan memikirkan hal yang di surga bukan di bumi ini saja, maka kita pun harus mengerti akan kehendak Bapa kita.

Seperti Rasul Paulus menuliskan bahwa Tuhan mencipta kita hanya untuk kemuliaan nama-Nya. Demikian pula dengan adanya pemilihan umum ini juga merupakan bagian dari rencana-Nya untuk kemuliaan nama-Nya.

Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya! -- Roma 11:36

 

Komentar-komentar
Tambah Baru Cari
Wiwid  - Indonesia Bersatu   |118.96.158.xxx |01-08-2014 18:39:41
God bless Indonesia!
Tulis komentar
Nama:
Email:
 
Website:
Judul:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Masukkan kode anti-spam yang terbaca pada gambar di atas!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."