• PDF

Salibkan Aku Terbalik

Penilaian Pengunjung: / 0
TerjelekTerbaik 
  • Sabtu, 18 April 2009 12:26
  • Ditulis oleh Jonathan Goeij
  • Sudah dibaca: 2160 kali
"Kau tahanan, apakah permintaanmu sebelum engkau disalib?" Tanya prajurit Romawi itu kepadaku. "Aku tidak layak mati dengan cara yang sama dengan Tuhan dan Juru Selamatku, salibkanlah aku terbalik" pintaku.

Hari itu seperti biasa aku bersama saudaraku Andreas sedang menjala ikan didanau Galilea, saat aku sedang menebarkan jala seseorang berjalan menghampiri kami dan berkata: "Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Aku jadikan penjala manusia." Itulah saat aku pertama kali bertemu dengan Yesus, saat yang mengubah keseluruhan jalan hidupku selanjutnya. Saat itu Yesus memandangku dan berkata: "Engkau, Simon, anak Yohanes, engkau akan dinamakan Petrus."

Hari-hari berikutnya bagaikan mimpi bagiku, aku melihat banyak sekali mujijat dilakukan. Orang buta bisa melihat kembali, orang bisu berbicara, orang lumpuh bisa berjalan, orang kerasukan disembuhkan, orang mati dihidupkan kembali, dan berbagai macam mujijat lainnya. Penyakit sederhana seperti demampun disembuhkan Guru, seperti yang dialami oleh ibu mertuaku.

Berbagai ajaran, nasehat, dan perumpamaan diajarkanNya kepada kami. Tindakannya selalu penuh belas kasih, baik kepada kami para muridNya ataupun kepada para orang banyak yang mengikuti kami. Bila ada ajaran dan perumpamaan yang tidak kami mengerti, dijelaskanNya artinya dengan sabar.

Pada suatu perjalanan disekitar Kaisarea Filipi, Guru bertanya suatu pertanyaan yang kedengaran aneh kepada kepada kami: "Kata orang, siapakah Aku ini?", aneh sekali masak kok dirinya sendiri ditanyakan. Tetapi kami menjawab juga: "Ada yang mengatakan Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia, ada pula yang mengatakan: seorang dari para nabi." Guru kembali mengajukan pertanyaan itu, tetapi kali ini bukan kata orang melainkan menurut pendapat kami sendiri: "Tetapi apa katamu, siapakan Aku ini?" Aku segera menjawab setengah berseru: "Engkau adalah Mesias!"

Suatu hari, tidak seperti biasanya, Guru hanya mengajak kami bertiga, aku, Yohanes, dan Yakobus, ikut bersamanya naik keatas gunung untuk berdoa. Kulihat wajahNya berubah, pakaiannya menjadi putih berkilau-kilauan, dan ternyata Yesus tidak hanya sendirian, bersama dengan Dia aku melihat dua orang yang lain sedang bercakap-cakap denganNya, Musa dan Elia. Tanpa tahu apa yang aku katakan segera saja aku berkata: "Guru, betapa bahagianya kami berada ditempat ini. Baiklah kami dirikan sekarang tiga kemah, satu untuk Engkau, satu untuk Musa, dan satu untuk Elia." Dan saat itu datanglah awan menaungi dan kami ketakutan. Dan kudengar suara dari dalam awan: "Inilah Anak-Ku yang Kupilih, dengarkanlah Dia."

Hari hari berlalu dengan cepat, sampai pada hari ketika kami berkumpul dan makan bersama. Dia berkata banyak hal, tentang pengkhianatan: "Tetapi, lihat, tangan orang yang menyerahkan Aku, ada bersama dengan Aku dimeja ini. Sebab Anak Manusia memang akan pergi seperti yang telah ditetapkan, akan tetapi, celakalah orang yang olehnya Ia diserahkan!". Ya, Guru berbicara banyak sekali kali ini, untuk menenangkanNya aku mencoba menghibur: "Tuhan, aku bersedia masuk penjara dan mati bersama-sama dengan Engkau!" Aku merasa menjadi pahlawan yang gagah perkasa dan aku memang bersungguh-sungguh dengan perkataanku. Tetapi rupanya Yesus tahu siapa aku sebenarnya, aku seperti manusia-manusia yang lain hanyalah sok kelihatan pahlawan, betapa aku ini sebenarnya sangat pengecut dan lemah sekali: "Aku berkata kepadamu, Petrus, hari ini ayam tidak akan berkokok, sebelum engkau tiga kali menyangkal, bahwa engkau mengenal Aku."

Dan segera saat itu tibalah, setelah Yudas mengkhianati Guru dan datang bersama serombongan orang banyak membawa pedang dan pentung, dan Guru ditangkap. Hanya seorang hamba perempuan yang lemah berkata: "Juga orang ini bersama-sama dengan Dia." Tetapi aku telah menyangkal dengan keras: "Bukan, aku tidak kenal Dia!" "Engkau juga seorang dari mereka!" "Bukan, aku tidak!" "Sungguh, orang ini juga bersama-sama dengan Dia, sebab ia bukan orang Galilea." "Bukan, aku tidak tahu apa yang engkau katakan." Ku ku ru yuk….. ayam jago berkokok. Aku telah tiga kali menyangkal, aku pergi keluar dan menangis dengan sedih. 

Setelah disalibkan, mati, dikuburkan, dan bangkit kembali. Yesus beberapa kali menampakkan diri kepada kami. Dipantai danau Tiberias, pada saat Yesus menampakkan diriNya ketiga kalinya setelah bangkit dari antara orang mati, setelah sarapan Guru berkata kepadaku: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih dari mereka ini?" "Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." "Gembalakanlah domba-dombaKu." Tetapi masih saja Guru bertanya kepadaku lagi: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?" "Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." "Gembalakanlah domba-dombaKu." Untuk yang ketiga kalinya Guru menanyakan persamaan yang sama kepadaku, hatiku sangat sedih sekali, apakah Guru tidak percaya kepadaku? "Apakah engkau mengasihi Aku?" "Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." "Gembalakanlah domba-dombaKu."

Yesus masih melanjutkan perkataanNya, kali ini Dia berkata bagaimana aku akan mengakhiri hidupku: "Aku berkata kepadaMu: Sesungguhnya ketika engkau masih muda engkau mengikat pinggangmu sendiri dan engkau berjalan kemanapun saja kaukehendaki, tetapi jika engkau sudah menjadi tua, engkau akan mengulurkan tanganmu dan orang lain akan mengikat engkau dan membawa engkau ketempat yang tidak engkau kehendaki." TambahNya pula: "Ikutlah Aku."

Saat itu segera tiba, Kaisar Nero memutuskan untuk menghukum mati diriku, teman-teman mendengar tentang kabar ini dan memintaku untuk melarikan diri. Walaupun pada awalnya aku menolak pada akhirnya aku menuruti nasehat mereka, tetapi pada saat aku tiba di gerbang kota Roma aku melihat Yesus berjalan memasuki kota. Segera aku menjatuhkan diriku berlutut: "Tuhan, kemana Engkau akan pergi?" "Aku datang untuk disalibkan lagi." Aku segera teringat akan kata-kata Yesus dipantai danau Tiberias, aku tahu saatku telah tiba untuk menemuiNya. Aku berbalik, dan melangkah masuk ke kota Roma.

Jonathan Goeij, 24 Agustus 2002
West Covina - California, USA
Komentar-komentar
Tambah Baru Cari
Tulis komentar
Nama:
Email:
 
Website:
Judul:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Masukkan kode anti-spam yang terbaca pada gambar di atas!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."