Uria Harus Mati

Penilaian Pengunjung: / 1
TerjelekTerbaik 
Petang hari itu sehabis bangun tidur, aku berjalan-jalan diatas sotoh istana melihat-lihat ke bawah kesekitar kota Yerusalem. Pasukanku telah kukirim menyerang kota Raba untuk memusnahkan bani Amon, tinggal sesaat lagi kota Raba akan masuk kedalam wilayah kerajaan Israel. Kunikmati kemegahan Yerusalem dengan bangunan-bangunan yang megah, sampai mataku tertambat kesosok tubuh indah. Hatiku berdesir ... hasratku berkobar, cantik sekali perempuan yang sedang mandi itu.

Segera kukirim orang untuk menanyakan siapa perempuan cantik itu. "Istri Uria orang Het itu". Ah gampang diatur kalau begitu. Uria hanyalah anggota pasukanku yang sedang dalam peperangan, bukan masalah sama sekali.

Kupanggil perempuan itu datang kepadaku. Aku tidur dengan dia. Hasratku telah kulampiaskan. Tapi .... ia mengandung.

Bagaimana ini, ia mengandung. Kerajaan akan menjadi heboh. Otakku berputar. Batsyeba khan mempunyai suami.

Kukirim orang untuk memanggil Uria pulang dari medan pertempuran, sebagai basa basi kutanya keadaan medan pertempuran, keadaan Yoab panglimaku dan keadaan tentara lainnya. Setelah itu kusuruh Uria pulang kerumahnya. Tapi, ternyata Uria memilih tidur di pintu istana daripada pulang ke rumah dan tidur bersama istrinya yang cantik. "Tabut serta orang Israel dan orang Yehuda diam dalam pondok, juga tuanku Yoab dan hamba-hamba tuanku sendiri berkemah di padang; masakan aku pulang ke rumahku untuk makan minum dan tidur dengan isteriku? Demi hidupmu dan demi nyawamu, aku takkan melakukan hal itu!" Demikian katanya.

Celaka! Bagaimana ini. Uria tidak bisa dijadikan kambing hitam. Hanya ada satu jalan lagi, Uria harus mati sehingga dengan demikian Batsyeba dapat kujadikan istriku. Skandal ini tidak boleh terungkap.

"Tempatkanlah Uria di barisan depan dalam pertempuran yang paling hebat, kemudian kamu mengundurkan diri dari padanya, supaya ia terbunuh mati." Demikian tulisku dalam surat, Uria sendiri, yang akan kubunuh, kusuruh menyampaikan surat itu kepada Yoab panglima perangku.

* * * *

Kisah Daud dan Batsyeba ini merupakan lembaran hitam dalam kehidupan Daud, seringkali aku tidak bisa berpikir bagaimana orang seperti ini, orang yang membunuh seseorang untuk mendapatkan istrinya dapat dipilih Tuhan secara luar biasa. Bahkan Yesus sendiri dijuluki sebagai 'Anak Daud'. Tapi Daud-Daud dalam sejarah manusia sangat banyak sekali, boleh dikata itulah sifat manusia: egois, menghalalkan segala cara yang bisa dilakukannya untuk kepuasan hawa nafsu diri sendiri, serakah.

Sesungguhnya, cerita Daud dan Batsyeba merupakan cermin dari pengampunan Tuhan atas umat manusia. Daud yang setelah mendapat teguran dari nabi Natan kemudian menyadari akan dosanya, menyesal, mengaku dosa, dan mohon pengampunan. Demikian juga semua manusia, siapapun dia, pengampunan akan selalu tersedia. Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan. (1 Yohanes 1:9)

Untuk pemimpin biduan. Mazmur dari Daud, ketika nabi Natan datang kepadanya setelah ia menghampiri Batsyeba. Kasihanilah aku, ya Allah, menurut kasih setia-Mu, hapuskanlah pelanggaranku menurut rahmat-Mu yang besar!
Bersihkanlah aku seluruhnya dari kesalahanku, dan tahirkanlah aku dari dosaku!
Sebab aku sendiri sadar akan pelanggaranku, aku senantiasa bergumul dengan dosaku.
Terhadap Engkau, terhadap Engkau sajalah aku telah berdosa dan melakukan apa yang Kauanggap jahat, supaya ternyata Engkau adil dalam putusan-Mu, bersih dalam penghukuman-Mu.
Sesungguhnya, dalam kesalahan aku diperanakkan, dalam dosa aku dikandung ibuku.
Sesungguhnya, Engkau berkenan akan kebenaran dalam batin, dan dengan diam-diam Engkau memberitahukan hikmat kepadaku.
Bersihkanlah aku dari pada dosaku dengan hisop, maka aku menjadi tahir, basuhlah aku, maka aku menjadi lebih putih dari salju!
Biarlah aku mendengar kegirangan dan sukacita, biarlah tulang yang Kauremukkan bersorak-sorak kembali!
Sembunyikanlah wajah-Mu terhadap dosaku, hapuskanlah segala kesalahanku!
Jadikanlah hatiku tahir, ya Allah, dan perbaharuilah batinku dengan roh yang teguh!
Janganlah membuang aku dari hadapan-Mu, dan janganlah mengambil roh-Mu yang kudus dari padaku!
Bangkitkanlah kembali padaku kegirangan karena selamat yang dari pada-Mu, dan lengkapilah aku dengan roh yang rela!
Maka aku akan mengajarkan jalan-Mu kepada orang-orang yang melakukan pelanggaran, supaya orang-orang berdosa berbalik kepada-Mu.
Lepaskanlah aku dari hutang darah, ya Allah, Allah keselamatanku, maka lidahku akan bersorak-sorai memberitakan keadilan-Mu!
Ya Tuhan, bukalah bibirku, supaya mulutku memberitakan puji-pujian kepada-Mu!
Sebab Engkau tidak berkenan kepada korban sembelihan; sekiranya kupersembahkan korban bakaran, Engkau tidak menyukainya.
Korban sembelihan kepada Allah ialah jiwa yang hancur; hati yang patah dan remuk tidak akan Kaupandang hina, ya Allah.
Lakukanlah kebaikan kepada Sion menurut kerelaan hati-Mu bangunkanlah tembok-tembok Yerusalem!
Maka Engkau akan berkenan kepada korban yang benar, korban bakaran dan korban yang terbakar seluruhnya; maka orang akan mengorbankan lembu jantan di atas mezbah-Mu.
Mazmur 51

Jonathan Goeij, 21 September 2002
West Covina - California, USA
Komentar-komentar
Tambah Baru Cari
Tulis komentar
Nama:
Email:
 
Website:
Judul:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Masukkan kode anti-spam yang terbaca pada gambar di atas!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."