• PDF

Halloween

Penilaian Pengunjung: / 2
TerjelekTerbaik 
  • Sabtu, 18 April 2009 12:31
  • Ditulis oleh Jonathan Goeij
  • Sudah dibaca: 2153 kali
"Orang Kristen jangan sekali-kali merayakan Halloween!" kata sang pendeta diatas mimbar. Halloween memang kalau kita telusuri sejarahnya berasal dari suatu kepercayaan kuno di Inggris, di mana mereka percaya pada malam Halloween itu setan-setan, roh-roh jahat akan keluar dari kuburan dan mengunjungi rumah tempat mereka dahulu tinggal semasa masih hidup. Berasal dari kepercayaan itulah perayaan Halloween berasal, anak-anak mengenakan kostum-kostum aneh mengunjungi rumah ke rumah dan di tiap-tiap rumah yang dikunjungi disediakan makanan kecil, coklat, permen.

Sewaktu aku masih bekerja part time sebagai pizza-man yang mengantarkan pizza dari rumah ke rumah, aku senang kalau sudah dekat-dekat Halloween. Rumah-rumah dihiasi aneh-aneh, ada sarang laba-laba yang terbuat dari kapas, tengkorak-tengkorak plastik, kucing hitam, nenek sihir dsbnya. Waktu masuk ke sebuah rumah terkadang dikejutkan dengan sebuah tengkorak yang bisa berbicara, dengan kecanggihan elektronik sekarang ini memang berbagai macam trick bisa dibuat. Seakan tengkorak beneran yang berbicara karena tidak ada orang lain di sana, tetapi ternyata tegur sapa dari pemilik rumah yang keluar dari speaker yang terpasang pada mulut tengkorak.

Sekarangpun aku masih senang kalau Halloween sudah dekat, kantor-kantor telah mulai dihiasi. Permen dan coklat selalu disediakan di mana-mana. Terutama tepat pada hari H, banyak yang akan berpakaian lucu. Orang-orang 'bule' memang aneh-aneh, sudah dewasa juga masih bisa bertingkah seperti anak kecil. Ha ha, tetapi aku senang juga, suasana akan menjadi santai dan meriah.

Tepat pada tanggal 31 Oktober, anak-anak dengan kostum aneh-aneh akan berkunjung dari rumah ke rumah. Namanya saja anak-anak, biarpun diberi pakaian nenek sihir, tengkorak, atau apapun tetap terlihat lucu. Seakan malaikat malaikat kecil saja. Malam itu memang merupakan sorga bagi anak-anak, kesempatan bagi anak-anak untuk bebas berkeliling dan bermain trick or treat mengumpulkan permen dan coklat. Kapan lagi anak-anak bisa sepuasnya makan permen dan coklat tanpa dilarang orang tua mereka.

Beberapa orang Kristen 'fundamentalis' menuruti kotbah pendeta untuk tidak merayakan Halloween. Malam itu, sewaktu anak-anak datang, sengaja pintu tidak dibukakan. Atau bahkan ada yang ekstrim, membanting pintu pada waktu anak-anak datang. Kasihan sekali para malaikat kecil itu. Sebenarnya ironis sekali, anak-anak kecil yang masih polos tentu hanya berpikir untuk bermain dan bergembira pada malam itu. Dan pada waktu datang ke tempat orang yang bukan Kristen disambut dengan meriah, tetapi pada waktu datang ke orang Kristen malah disambut dengan bantingan pintu. Padahal katanya orang Kristen itu kasih adanya.

Aku sendiri tidak menganjurkan orang Kristen merayakan Halloween, tetapi merupakan suatu kenyataan perayaan Halloween itu sudah membudaya. Juga pada hari itu sebenarnya suatu kesempatan emas untuk menjangkau anak-anak agar dapat mengenal Kristus. Halloween memang tidak perlu dirayakan, tetapi anak-anak kecil yang berkunjung khan sepatutnya disambut dengan baik. Menyediakan coklat permen yang dibungkus dengan rapi dan menarik untuk anak-anak khan tidak ada salahnya. Di dalam bungkusan itu selain permen dan coklat bisa juga ditambahkan buku kecil atau traktat yang bisa membawa anak-anak kepada Kristus. Juga kasih ataupun penolakan yang ditunjukkan akan membekas pada anak-anak tsb. Perlu juga diingat yang datang dari rumah ke rumah itu anak-anak, para malaikat kecil, sama sekali bukan setan ataupun roh jahat.

Jonathan Goeij, 19 Oktober 2002
West Covina - California, USA
Komentar-komentar
Tambah Baru Cari
Tulis komentar
Nama:
Email:
 
Website:
Judul:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Masukkan kode anti-spam yang terbaca pada gambar di atas!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."