Lapor atau Tidak?

Penilaian Pengunjung: / 0
TerjelekTerbaik 
"Pak, pak Jonathan" demikian kata Ari (bukan nama sebenarnya) kepadaku, "bagaimana berita mereka yang telah melaporkan diri?" tanyanya. "Sejauh ini tidak ada masalah" kataku, "mereka yang sudah over stay mendapat pilihan untuk deportasi secara sukarela atau bisa appeal ke court".

Demikianlah akhir-akhir ini di antara kami para imigran dari Indonesia fokus pembicaraan banyak sekali pada masalah wajib lapor. Mereka yang statusnya masih legal ataupun masih dalam perubahan status tentu saja tidak ada masalah sama sekali, paling-paling hanya repot sehari penuh dikantor INS antri berjam-jam dan sedikit sport jantung karena diwawancarai.

Tetapi bagaimana dengan mereka yang undocumented, yang sudah over stay. Kegelisahan sempat melanda kami lebih-lebih karena adanya kesimpang siuran informasi yang mengatakan kami akan ditahan dan langsung dideportasi. Bahkan kedubes Indonesia pun memberikan saran agar warga Indonesia yang sudah overstay bersiap-siap kembali pulang ke Indonesia, sebuah saran yang menambah kekalutan kami. Walaupun aku tidak terkena ketentuan wajib lapor, tetapi banyak sekali teman-teman disekitarku yang terkena ketentuan ini. Mendadak sontak cellularku berdering terus sepanjang hari yang menanyakan informasi, saran dll.

Berbagai gereja berinisiatif mengundang pengacara imigrasi untuk memberikan keterangan yang lebih jelas dan juga tindakan hukum apa yang bisa dilakukan, baik bila berkeputusan untuk pulang ataupun bila berkeinginan untuk tetap tinggal di Amerika. Dan memang ternyata tujuan pemerintah Amerika mengadakan wajib daftar bukanlah untuk menjaring mereka yang sudah illegal, sehingga beberapa pilihan diberikan seperti pulang dengan sukarela dan untuk ini diberikan waktu selama 4 bulan, mengajukan appeal ke court dan untuk ini bisa memakan waktu lebih dari setahun dan selama proses itu tentu bisa tetap tinggal di Amerika, ataupun bagi mereka yang takut pulang ke Indonesia karena berbagai alasan juga bisa mengajukan suaka.

"Katanya ada yang ditahan ya pak?" kembali Ari bertanya. "Memang benar" kataku, "tetapi bukan karena overstay, karena melakukan crime, yang overstay bisa pulang ke rumah masing-masing tanpa ditahan".

"Crime apa pak?"

"Melakukan penipuan, menggunakan social security orang lain untuk di claim sebagai dependent pada waktu mengajukan tax return."

Kulihat Ari terdiam sejenak, tercenung, kemudian dengan perlahan berkata "saya juga menggunakan social security teman yang saya aku sebagai dependent."

Seorang temanku tempo hari secara tidak terduga mendapat kiriman check dari IRS dalam jumlah yang cukup banyak, sekian ribu dolar. Ternyata selain bukan hanya tax yang telah dibayarnya sepanjang tahun itu dikembalikan bahkan masih berlebih, bertambah dengan 'tax credit'. Hal itu karena keluarganya terdiri dari 4 orang, dia dan istrinya dan 2 orang anak. Dan yang bekerja hanya seorang saja dengan income yang pas-pasan. Tetapi temanku yang ini memang murni mempunyai dependent 3 orang.

"Tidak apa-apa ya pak, khan cuman sedikit, cuman satu orang".

Giliranku yang terdiam, aku sungguh tidak tahu harus berkata apa.

Jonathan Goeij
West Covina - California, USA - 08 Maret 2003
Komentar-komentar
Tambah Baru Cari
Tulis komentar
Nama:
Email:
 
Website:
Judul:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Masukkan kode anti-spam yang terbaca pada gambar di atas!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."