• PDF

Betapa Bingungnya Yesus

Penilaian Pengunjung: / 0
TerjelekTerbaik 
  • Sabtu, 18 April 2009 12:37
  • Ditulis oleh Jonathan Goeij
  • Sudah dibaca: 1692 kali

Sebuah acara 'talk show' di televisi dengan host Larry King mengundang 5 orang pimpinan terkemuka gereja-gereja Kristen di Amerika dari berbagai denominasi yang berbeda. Hadir di studio adalah Rev. Michael Manning dan Rev. John MacArthur, sedang Bishop Melvin Talbert, Rev. Max Lucado, dan Bob Jones III ketiganya mengikuti diskusi menggunakan transmisi satelit. Topik yang disodorkan Larry King adalah sebuah pertanyaan "What would Jesus say?" berkaitan dengan perang melawan Irak.

Dua pembicara berada pada sisi anti perang, sisi perdamaian.

Rev. Michael Manning (juga menjadi host sebuah program televisi internasional "The Word in the world") berkata: "He would be very much against the war", lanjut Manning pula yang mengatakan Yesus akan berkata: "Peace. Let's move with peace. Let's talk and move with strong force to a peaceful resolution".

Senada dengan Manning, Bishop Melvin Talbert (dari gereja United Methodist Church, denominasi tempat Presiden George W. Bush) mengutip Khotbah di Bukit: "blessed are the peacemakers" dan kemudian memberikan pernyataannya: "Jesus followed in the footsteps of . . . prophets of God in the Old Testament [who] challenged nations to beat their swords and spears into pruning hooks and plowshares. And that meant using investments for war for feeding children".

Sedang ketiga pembicara yang lain bernada pro-perang.

"Well, the Lord met a Roman centurion once, a Roman centurion in his earthly ministry, and he never rebuked the centurion at all for being a warrior," kata Bob Jones III (presiden Bob Jones University di Greenville, S. C.) "The Lord said that the world will always know wars and the rumors of wars right up until the end times."

Sedangkan Rev. Max Lucado (penulis berbagai buku best-selling dan juga gembala gereja Oak Hills Church of Christ di San Antonio) mendasarkan pendapatnya pada bimbingan rasul Paulus yang ditulis pada surat Roma: "According to Romans 13, the government and those in authority are really ministers appointed by heaven to protect and to punish" kemudian Max Lucado memberikan pernyataannya: "I agree very much with the concept that we have to let [war] be the last resort. But somebody has to make that call".

Rev. John MacArthur (gembala gereja Grace Community Church di Sun Valley, Ca) sependapat dengan Max Lucado berkata "I can't say whether this war is right or wrong nationally or whatever. All I can say is, God instituted government to carry a sword to protect innocent people and to punish the evildoers". MacArthur mengutip kitab 1 Samuel berkata: "God tells Israel to go to war against Amalek . . . and destroy the Amalekites because they were a blight on humanity".

Pembicaraan kemudian berlangsung tentang perlunya dukungan dari PBB, dan terus berlanjut ke hal sensitive seperti apakah orang Islam 'selamat' yang tidak ingin saya kutipkan disini dan pada pokoknya ada 2 pendapat yang saling bertentangan seperti "Yesus mati untuk semua manusia" dan "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup".

Ada satu pernyataan menarik Talbert yang perlu dikutip "Unfortunately, I believe that the people in the Muslim world will see a war led by the [Christian] person from America as a Christian crusade,. . . And it's going to push the feeling of the people from the moderate to the more radical leaders in the Muslim world."

Sedang MacArthur berpendapat perang ini merupakan isu Internasional, bukanlah pada agama, Bible, ataupun pertobatan "It just happens that George Bush is a Christian" katanya.

Perang melawan Irak ini memang membingungkan, kalangan Kristenpun terpecah menjadi dua kubu yang saling bertolak belakang. Dan yang luar biasa keduanya sanggup memberikan justifikasi dengan mengutip ayat-ayat alkitab yang dengan tepat sekali mendukung pendapat masing-masing. Betapa membingungkan.

Tepat sekali analisa yang diberikan Bill Broadway, staf penulis harian Washington Post, dalam memberikan konklusinya How confused Jesus himself must be.

Jonathan Goeij
West Covina - California, USA - 22 Maret 2003
Komentar-komentar
Tambah Baru Cari
Tulis komentar
Nama:
Email:
 
Website:
Judul:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Masukkan kode anti-spam yang terbaca pada gambar di atas!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."