• PDF

Antara 9/11 dan Tiong Chiu Pia

Penilaian Pengunjung: / 0
TerjelekTerbaik 
  • Sabtu, 18 April 2009 12:45
  • Ditulis oleh Jonathan Goeij
  • Sudah dibaca: 1838 kali
Pagi hari ini seperti biasa aku memasang TV untuk menikmati Berita Pagi sambil minum teh hijau dan sarapan kue Tiong Chiu Pia, kulihat wajah Presiden Bush dilayar kaca rupanya beliau sedang memberikan renungan peristiwa 9/11. Aku tahu kalau hari ini tanggal 11 tetapi aku benar-benar tidak ingat kalau hari ini memperingati tragedy tragis itu, padahal baru dua tahun dan aku sudah lupa. Duniapun mungkin sudah lupa, hanya para keluarga korban yang masih mengingatnya. Ground Zero pun kabarnya akan dibangun kembali menjadi tempat pertokoan mewah dan perkantoran, sementara para keluarga korban sibuk memprotes pemerintah setempat sambil mengingatkan janjinya akan mempertahankan Ground Zero sebagai monumen.

Acara demi acara berjalan bergantian, berbagai eulogy mengenang kehidupan para korban dan jasa para pahlawan 9/11. Anak-anak bergantian menyebutkan ribuan nama para korban, ada sekitar dua ratus anak dari keluarga yang ditinggalkan membaca nama-nama korban satu demi satu. Di Dodger Stadium didirikan monumen dari bekas kepingan menara kembar itu, menurut berita TV bekas-bekas kepingan menara kembar dibawa keseluruh penjuru Amerika untuk dijadikan monumen.

Peristiwa 9/11 memang telah merubah Amerika, negara yang sebelumnya sangat terbuka dan dengan gampangnya orang keluar masuk sekarang telah menjadi 'tertutup', sangat ketat sekali terutama dalam imigrasinya. Tempo hari seorang pelajar Indonesia ditolak masuk, setelah diinterogasi cukup lama dideportasi dengan tangan diborgol. Surat-suratnya sebenarnya cukup lengkap dan punya visa F1, visa student, tetapi karena waktu pulang ke Indonesia untuk berlibur tidak lapor ke INS, hal yang sebenarnya hanya alpa atau mungkin tidak mengetahui peraturan yang baru, dan itu sudah cukup menjadi alasan untuk menolak kedatangannya kembali.

Sementara di negara bagian California ini gonjang ganjing pemilihan kepala pemerintahan yang baru untuk menggantikan kepala pemerintahan yang akan di recall tetap berlangsung dengan hangat. Gubernur Gray Davis mendapat tambahan dua amunisi, mantan Presiden Bill Clinton dan senator Dianne Feinstein yang mengkampanyekan no-recall. Pada waktu tragedy kerusuhan Mei 98 yang lalu senator Dianne Feinstein ini ikut berperan aktif dengan mengirim surat dan petisi baik ke congress maupun ke president.

Sebenarnya cukup lucu juga, disatu pihak ruang gerak kaum imigran makin dibatasi, dipihak lain para calon Gubernur California ternyata didominasi oleh imigran. Dua nama yang terunggul dan bersaing keras, Lt. Gov. Cruz Bustamante dari Meksiko dan bintang film Arnold Swarzeneger dari Austria. Seandainya Gray Davis memang jadi di-recall, kelihatannya salah satu dari kedua imigran inilah yang akan naik menjadi gubernur. Dan hebatnya para calon gubernur kali ini jumlahnya lebih dari 150 orang bahkan ada bintang porno yang ikut mencalonkan diri. 

Tempo hari, juga pada berita pagi di Fox 11 News, muncul wawancara dengan seorang calon gubernur, Mohammad Arif. Kaget juga aku melihatnya, sudah tampang arabnya jelas sekali kelihatan, kumis yang seperti Saddam Hussein, bahasa Inggris yang terbata-bata dengan aksen Timur Tengah yang kental. Dan orang seperti ini dalam suasana seperti ini berani mati mencalonkan diri jadi gubernur, benar-benar luar biasa. Program yang diajukannya untuk mengatasi budget defisit adalah memberikan Social Security Number kepada para undocumented, katakanlah mereka yang sudah illegal, sehingga dengan demikian lanjut Mohammad Arif para undocumented ini bisa membayar pajak. Usul yang luar biasa sekali, biarpun aku sama sekali tidak menginginkan Mohammad Arif jadi Gubernur dan juga peluangnya boleh dikata nol, tetapi toh aku juga mengharapkan agar para undocumented dapat memperoleh nomer Social Security. Terlalu banyak orang Indonesia disini yang undocumented dan itu merupakan fakta yang tidak bisa dibantah.

Hari ini juga (11 September) sebenarnya menurut Chinese calendar adalah tanggal lima belas bulan delapan, Chinese calendar mengatur penanggalannya berdasarkan lunar/bulan dan setiap tanggal lima belas merupakan bulan purnama. Dan tanggal lima belas bulan delapan merupakan perayaan Malam Bulan Purnama, pada malam ini bulan tentu bersinar terang sekali. 

Beberapa hari yang lalu aku sudah membeli kue Tiong Chiu Pia white lotus seeds, biji teratai putih, dengan merah telor asin ditengahnya. Sebenarnya aku suka juga kue ini, terutama karena belinya hanya setahun sekali dan tentu tidak lucu beli kue Tiong Chiu Pia pada hari-hari yang lain. Beli dua kotak dimakan tiap pagi buat sarapan, sekarang hanya tinggal satu kue saja kelihatannya. Jadi jangan minta ya. ;-)

Banyak sekali sebenarnya legenda dibalik Malam Bulan Purnama, ada putri yang sembunyi di bulan, ada juga kelinci putih disana. Tetapi yang jelas pada masa seperti ini keluarga Tionghoa berkumpul bersama sambil memandang bulan, sementara muda mudi mencurahkan isi hatinya. Bulan Purnama melambangkan keluarga yang berkumpul, kasih yang terpadu, juga harapan akan beruntungan. Ditengah kekelaman akan ada bulan yang bersinar terang.

Jonathan Goeij, 150903

West Covina - California, USA
Komentar-komentar
Tambah Baru Cari
Tulis komentar
Nama:
Email:
 
Website:
Judul:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Masukkan kode anti-spam yang terbaca pada gambar di atas!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."