• PDF

Natal (4): Orang Majus dan Bintang Betlehem

Penilaian Pengunjung: / 5
TerjelekTerbaik 
  • Sabtu, 18 April 2009 12:50
  • Ditulis oleh Jonathan Goeij
  • Sudah dibaca: 7695 kali
Sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea pada zaman raja Herodes, datanglah orang-orang majus dari Timur ke Yerusalem dan bertanya-tanya: "Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia." (Matius 2:1-2)

Orang-orang Majus, ada yang menyebutnya sebagai wisemen, orang-orang bijaksana, ada juga yang menyebutnya sebagai magi, yang kemungkinan berarti ahli sihir, ada juga yang mengatakan orang-orang Majus itu adalah raja-raja. Agak sukar untuk memastikan siapa sebenarnya orang-orang Majus itu, tetapi melihat sambutan yang mereka terima di istana Raja Herodes bisa dipastikan bahwa mereka orang-orang yang terpandang, tradisi mengatakan bahwa mereka adalah raja-raja. Dikatakan juga bahwa orang-orang Majus itu datang dari Timur, ada yang mengatakan dari Mesir, ada yang mengatakan dari India, dan dari Persia. Yang terakhir ini, Persia, kelihatannya lebih disetujui oleh para ahli.

Bintang yang dilihat oleh orang-orang Majus itupun kemudian menimbulkan perdebatan selama berabad-abad. Di Tiongkok, ahli perbintangan mencatat adanya sebuah komet yang sebentar kelihatan sebentar hilang selama sekitar 70 hari pada tahun 5 SM. Juga ahli perbintangan di Tiongkok mencatat adanya sebuah nova yang bersinar terang pada tahun 4 SM yang dinamakan 'komet tak berekor'. Pada tahun 1603 M., Johannes Kepler, seorang ahli astronomi Jerman dengan menggunakan teleskopnya berhasil mengamati sebuah konjungsi Yupiter dan Saturnus pada konstelasi Pisces. Dan melalui perhitungan yang cermat Kepler menemukan bahwa konjungsi seperti ini pernah juga terjadi berabad sebelumnya, sekitar tahun 7 atau 6 SM. Selama bertahun-tahun temuan Kepler ini tidak dihargai, dan pada tahun 1925 ditemukan manuskrip-manuskrip kuno disebuah bekas sekolah astrologi yang terkenal di Sippar, Babilonia, yang mencatat adanya pengamatan konjungsi planet Yupiter dan Saturnus pada konstelasi Pisces selama sekitar 5 bulan pada tahun 7 SM.

Sebenarnya, apakah Bintang Betlehem itu yang sebenarnya. Sebuah komet, nova, ataukah konjungsi planet, ataupun mungkin bahkan sebuah penglihatan yang hanya bisa dilihat oleh orang-orang Majus itu saja. Yang terpenting adalah para orang Majus itu mendapat tuntunan Tuhan sendiri melalui penglihatan Bintang Betlehem untuk menemukan Yesus. Dan bukankah para orang Majus itu adalah gentile, orang non Yahudi atau kafir, hal yang sekali lagi mengatakan manusia dari segala bangsa datang mencari Yesus. Dan tentu saja segala usaha para ahli yang berusaha menguak tabir misteri Bintang Betlehem ini patut dihargai dan pantas untuk terus menerus dilakukan, untuk memuaskan rasa dahaga akan ilmu pengetahuan.

Ketika raja Herodes mendengar hal itu terkejutlah ia beserta seluruh Yerusalem. Maka dikumpulkannya semua imam kepala dan ahli Taurat bangsa Yahudi, lalu dimintanya keterangan dari mereka, di mana Mesias akan dilahirkan. Mereka berkata kepadanya: "Di Betlehem di tanah Yudea, karena demikianlah ada tertulis dalam kitab nabi: Dan engkau Betlehem, tanah Yehuda, engkau sekali-kali bukanlah yang terkecil di antara mereka yang memerintah Yehuda, karena dari padamulah akan bangkit seorang pemimpin, yang akan menggembalakan umat-Ku Israel." (Matius 2:3-6)

Sebenarnya, tidaklah mengherankan kalau para imam dan ahli Taurat itu mengetahui dimana Mesias akan dilahirkan. Hal ini bahkan telah dinubuatkan para nabi berabad sebelumnya, yang diutarakan oleh para imam dan ahli Taurat itupun adalah nubuat Nabi Mikha. Yang tentu saja bahkan mungkin telah dihapalkan diluar kepala oleh para imam dan ahli Taurat itu. Yang mengherankan adalah biarpun mereka telah mengetahui segala nubuat tentang Mesias itu, bahkan telah ada orang-orang Majus yang datang mencari Raja yang akan datang itu, tetap saja mereka tidak ada seorangpun yang tergerak untuk benar-benar mencari Mesias. Pengetahuan mereka hanyalah menjadi sekedar pengetahuan saja, sekedar barang mati. Hal yang kurang lebih sama dengan kebanyakan para ahli theologia sekarang ini, yang ahli dan hafal sekali tentang firman Tuhan. Tetapi segala pengetahuan itu hanya untuk membuat dogma-dogma baru, melindungi ajaran agama, membuat tembok menara gading disekeliling mereka. Dan esensi yang terpenting, pengamalan akan firman Tuhan, hidup menurut teladan Kristus, tidaklah dilakukan. Tepat sekali yang dikatakan Yesus: "Aku datang untuk orang berdosa", ya, bukan untuk mereka yang mengganggap dirinya sok suci dan benar sendiri.

Setelah mendengar kata-kata raja itu, berangkatlah mereka. Dan lihatlah, bintang yang mereka lihat di Timur itu mendahului mereka hingga tiba dan berhenti di atas tempat, di mana Anak itu berada. Ketika mereka melihat bintang itu, sangat bersukacitalah mereka. Maka masuklah mereka ke dalam rumah itu dan melihat Anak itu bersama Maria, ibu-Nya, lalu sujud menyembah Dia. Merekapun membuka tempat harta bendanya dan mempersembahkan persembahan kepada-Nya, yaitu emas, kemenyan dan mur. (Matius 2:9-11)

Tidak seperti yang seringkali kita saksikan di sandiwara natal yang bercerita tentang kedatangan orang-orang Majus dikandang tempat Yesus dilahirkan, injil Matius mencatat para orang Majus itu menemukan Yesus disebuah rumah. Kelihatan disini bahwa keluarga Yusuf dan Maria telah pindah tempat, tidak lagi dikandang tempat Yesus dilahirkan itu.

Alkitab tidak mencatat ada berapa banyak orang-orang Majus itu, secara tradisi disebutkan ada 3 orang. Hal ini mungkin karena dilihat persembahan yang mereka berikan, emas, kemenyan, dan mur. Karena adanya tiga macam persembahan sehingga dikatakan orang-orang Majus yang datang itu ada tiga orang. Tiga macam persembahan itupun kemudian dikatakan merupakan simbol yang mempunyai arti tersendiri, emas melambangkan kerajaan, kemenyan melambangkan keilahian, sedang mur melambangkan kematian dan kepahitan.

Dan karena diperingatkan dalam mimpi, supaya jangan kembali kepada Herodes, maka pulanglah mereka ke negerinya melalui jalan lain. (Matius 2:12)

(bersambung)

Jonathan Goeij, 050104

West Covina - California, USA
Komentar-komentar
Tambah Baru Cari
Hendy tan   |118.136.225.xxx |21-12-2010 04:33:41
kira2 apa yang membuat para ahli taurat tidak meresponin berita kelahiran
Mesias,dari orang majus itu? bukan itu yang ditunggu2? selama itu. mungkin ada
yang bisa beri jawabannya?
dalanta   |118.96.58.xxx |09-02-2012 23:25:28
karena mereka ga percaya!

orang majus dari bintang aja percaya,

ahli
taurat, bahkan setelah orangnya dah gede dan bikin mukjizat. mereka masih jg ga
percaya, minta tanda lagi, mencobai lagi, setelah dilihat pun, mereka berkata
bawaha kuasa itu dari penghulu setan.

kenapa mereka ga percaya? ya karena hati
mereka keras dan tegar tengkuk.. sudah dinubuatin emank
Tulis komentar
Nama:
Email:
 
Website:
Judul:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Masukkan kode anti-spam yang terbaca pada gambar di atas!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."