• PDF

Natal (5-habis): Dari Mesir Kupanggil Anak-Ku

Penilaian Pengunjung: / 0
TerjelekTerbaik 
  • Sabtu, 18 April 2009 12:51
  • Ditulis oleh Jonathan Goeij
  • Sudah dibaca: 3716 kali
Setelah orang-orang majus itu berangkat, nampaklah malaikat Tuhan kepada Yusuf dalam mimpi dan berkata: "Bangunlah, ambillah Anak itu serta ibu-Nya, larilah ke Mesir dan tinggallah di sana sampai Aku berfirman kepadamu, karena Herodes akan mencari Anak itu untuk membunuh Dia." Maka Yusufpun bangunlah, diambilnya Anak itu serta ibu-Nya malam itu juga, lalu menyingkir ke Mesir, dan tinggal di sana hingga Herodes mati. Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi: "Dari Mesir Kupanggil Anak-Ku." (Matius 2:13-15)

Begitu Yusuf terbangun, segera saat itu juga berangkat menuju ke Mesir seperti yang diperintahkan Tuhan melalui malaikatnya tanpa perlu menunggu kedatangan pagi. Ketaatan dan kecekatan Yusuf berhasil menyelamatkan Yesus. Pelarian dibawah bayangan horror yang mencekam itu sangatlah panjang, melewati perbukitan karang, melewati gurun pasir yang luas. Keluarga Yusuf dan Maria tinggal di Mesir sampai Raja Herodes mati, untuk kemudian kembali ke Israel. Hal yang telah dinubuatkan Nabi Hosea beratus tahun sebelumnya.

Ketika Herodes tahu, bahwa ia telah diperdayakan oleh orang-orang majus itu, ia sangat marah. Lalu ia menyuruh membunuh semua anak di Betlehem dan sekitarnya, yaitu anak-anak yang berumur dua tahun ke bawah, sesuai dengan waktu yang dapat diketahuinya dari orang-orang majus itu. Dengan demikian genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yeremia: "Terdengarlah suara di Rama, tangis dan ratap yang amat sedih; Rahel menangisi anak-anaknya dan ia tidak mau dihibur, sebab mereka tidak ada lagi." (Matius 2:16-18)

Raja Herodes berhasil memerintah Israel karena mendapat dukungan pemerintahan Romawi. Sejarah panjang melalui pengkhianatan terhadap Mark Anthony dan Cleopatra, serta penjilatan yang dilakukan terhadap Octavian, yang kemudian menjadi Kaisar Agustus, berhasil membawa Herodes ketahtanya ini. Orang Israel tidak menyukai Raja Herodes karena menarik pajak yang sangat tinggi, tidak mengindahkan sama sekali hukum-hukum Musa yang menjadi sendi-sendi kehidupan orang Israel, dan juga karena Raja Herodes bukan orang Yahudi. Dalam masa pemerintahannya Raja Herodes bertangan besi, setiap kali muncul pemimpin yang kharismatik pasti akan segera dibasminya karena ketakutan akan menjadi ancaman bagi pemerintahannya.

Sejarahwan Flavius Josephus mencatat Raja Herodes sebagai: "He was no king but the cruel tyrant that ever ascended to a throne. He robbed his own people, torture whole communities; almost everyday someone was sentenced to death, even among his friends, his priests and family, including his wife and sons." Sejarah juga mencatat bahkan anak-anaknya sendiri dibunuh oleh Herodes, Aristobulus dan Antipater kedua anaknya itu dibunuhnya karena dianggap mengancam tahtanya pada th 7 dan 4 SM. Kaisar Agustus sambil bergurau mengatakan lebih baik menjadi babi Herodes daripada menjadi anak-anak Herodes.

Alkitab mencatat dua kali terjadi pembunuhan masal terhadap anak-anak usia dua tahun kebawah, yang pertama di Mesir pada waktu kelahiran Musa, sedang yang kedua pada waktu kelahiran Yesus. Dan kedua peristiwa itu tercatat karena motif politik, ketakutan akan munculnya pemimpin yang akan mengancam kejayaan pemerintah waktu itu.

Setelah Herodes mati, nampaklah malaikat Tuhan kepada Yusuf dalam mimpi di Mesir, katanya: "Bangunlah, ambillah Anak itu serta ibu-Nya dan berangkatlah ke tanah Israel, karena mereka yang hendak membunuh Anak itu, sudah mati." Lalu Yusufpun bangunlah, diambilnya Anak itu serta ibu-Nya dan pergi ke tanah Israel. (Matius 2:19-21)

Raja Herodes Agung mati pada tahun 4 SM., setelah itu pemerintah Romawi membagi wilayah kekuasaan Herodes diantara anak-anaknya. Herodes Antipas menjadi tetrarch didaerah Galilea dan jalur timur Yordan, Philip menjadi tetrarch di Golan, dan Arkhelaus menjadi ethnarch (pemimpin nasional) didaerah Yudea dan Samaria.

Pada saat Arkhelaus pergi ke Roma untuk dilantik oleh Kaisar Agustus, terjadi gerakan-gerakan pemberontakan. Para pemimpin pemberontakan itu, Yudas, Simon, dan Athronges mengklaim dirinya sebagai mesias. Tentara Arkhelaus tidak berhasil memadamkan pemberontakan itu, barulah setelah Publius Quinctilius Varus, Gubernur Romawi di Siria, turun tangan pemberontakan itu berhasil dipadamkan. Sekitar 2000 orang kemudian disalibkan.

Mungkin karena diwilayah Arkhelaus itu terjadi pemberontakan-pemberontakan yang para pemimpinnya mengklaim dirinya sebagai mesias, sedang Yesus harus dilarikan ke Mesir karena Herodes mendengar dari orang-orang Majus bahwa Yesus lah Mesias itu, maka Yusuf dikatakan menjadi takut pergi ke Yudea.

Tetapi setelah didengarnya, bahwa Arkhelaus menjadi raja di Yudea menggantikan Herodes, ayahnya, ia takut ke sana. Karena dinasihati dalam mimpi, pergilah Yusuf ke daerah Galilea. Setibanya di sana iapun tinggal di sebuah kota yang bernama Nazaret. Hal itu terjadi supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi-nabi, bahwa Ia akan disebut: Orang Nazaret. (Matius 2:22-23)

Sampai disini umumnya kisah Natal itu berhenti, di Nazaret pulalah Yesus tumbuh dan berkembang menjadi dewasa. Tidak tercatat bagaimana kehidupan masa kecil Yesus, tetapi injil Lukas dengan manis mencatat sebagai berikut:

And the child grew and became strong; he was filled with wisdom, and the grace of God was upon him. (Luke 2:40, NIV)

Jonathan Goeij, 080104

West Covina - California, USA
Komentar-komentar
Tambah Baru Cari
Relly  - pertanyaan   |125.161.112.xxx |11-03-2011 21:32:58
Yesus dilahirkan dan dibawa dimesir karena perintah raja Herodes Untuk membunuh
anak bayi dibawah umur 2 tahun. kenapa Yesus tidak di larikan di Samaria atau
Galilea, kenapa harus di Mesir, lalu siapa raja yang memerintah di Mesir saat
itu.
Tulis komentar
Nama:
Email:
 
Website:
Judul:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Masukkan kode anti-spam yang terbaca pada gambar di atas!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."