• PDF

Mata

Penilaian Pengunjung: / 0
TerjelekTerbaik 
  • Sabtu, 18 April 2009 12:54
  • Ditulis oleh Jonathan Goeij
  • Sudah dibaca: 3955 kali
Mataku terpaku menatap gadis itu. Gadis itu berambut panjang, melangkah lebar disepanjang trotoar jalan. Lincah dan gesit, cepat sekali jalannya, aku harus mempercepat langkahku untuk bisa mengikutinya. Gadis itu sebenarnya tidaklah cantik, gemuk malah setidaknya menurutku. Tetapi mataku seakan terpaku melihatnya, dan tanpa sadar aku mengikuti ayunan langkahnya. Ditangan gadis itu ada sebuah tongkat aluminium, pada ujung tongkat ada sebuah bola kecil berwarna merah. Ya betul, mata gadis itu buta.

Kulihat trotoar itu berbelok, aku kuatir kalau dia terjatuh. Tetapi…, luar biasa. Tongkat ditangannya seakan menjadi pengganti matanya, rabaan tongkat itu dijalan mengenai tempat kosong, digerak-gerakkannya tongkatnya sejenak meraba kiri-kanan. Lalu dengan mantab gadis itu berbelok kekiri sesuai dengan belokan trotoar. Luar biasa sekali. Dengan lega sejenak aku menatap gadis itu menjauh.

Dolphin (ikan lumba-lumba) juga mempunyai mata vision seperti kita, tetapi didalam kedalaman lautan yang gelap tanpa cahaya tentu mata tsb. tidak ada gunanya. Selain mata vision, dolphin juga mempunyai mata akustik. Dolphin mengeluarkan suara dan mengetahui keadaan disekitarnya melalui gema balik yang terpantul kembali. Gelombang ultrasonic yang dikeluarkan dolphin membuat dia dapat melihat tembus kedalam tubuh binatang-binatang yang lain dan juga manusia. Kulit, otot, dan lemak dibagian luar tubuh manjadi transparan bagi dolphin, mereka melihat garis tipis ‘outline’ dari tubuh, tetapi tulang, gigi, dan bagian dalam yang lain menjadi terlihat jelas. Kanker, tumor, serangan jantung, menjadi terlihat jelas oleh dolphin, seperti juga kita manusia melihatnya melalui ultrasound.

Telinga manusia pada umumnya hanya mampu mendengar suara pada sekitar frekwensi antara 20 sampai 20,000 hertz. Suara dibawah 20 hertz dinamakan infrasonic, sedang diatas 20,000 hertz dinamakan ultrasonic. Kita tidak mampu mendengar gelombang suara infrasonic ataupun ultrasonic, tetapi anjing dan beberapa jenis binatang yang lain mampu mendengarnya. Semakin kita bertambah umur, range pendengaran kita juga makin mengecil. Karena income kita berbanding lurus dengan usia kita, pada waktu usia kita masih sedikit income kita juga masih sedikit. Makin bertambah usia, pekerjaan juga semakin ajeg sehingga income juga bertambah banyak. Sehingga pada waktu kita mampu mengganti radio kuno kita dengan peralatan hi-fi yang mahal, justru pada waktu itu kita tidak mampu mendengar perbedaannya.

Tempo hari, selama beberapa hari, DR. James Dobson dalam acara Focus on the Family diradio KKLA 99.5 bersama dengan Crisis Family Center membahas tentang kehamilan yang tidak dikehendaki diantara para gadis usia muda. Disana diungkapkan betapa sebagian terbesar para ibu muda itu mengurungkan niatnya untuk menggugurkan kandungan setelah melihat anaknya didalam kandungan melalui ultrasound. Para ibu itu sebelumnya tidak mampu melihat anaknya yang telah terbentuk dan hidup didalam kandungannya. Setelah melihat, mata hatinya juga terbuka, timbullah perasaan kasih keibuannya.

KPU (Komisi Pemilihan Umum) baru saja menggagalkan pencalonan Gus Dur sebagai presiden Republik Indonesia. Menurut KPU, Gus Dur tidak memenuhi persyaratan ‘mampu secara rohani dan jasmani’ karena Gus Dur mempunyai cacat pada penglihatannya yang mendekati buta.

Ada beberapa hal yang lucu disini, pertama adalah KPU mengartikan ‘mampu’ sebagai ‘sehat dan tidak mempunyai cacat’. Padahal jelas tidak ada tertulis sedikitpun seorang yang menyandang disabilitas (cacat) untuk menjadi presiden, dalam hal ini saja KPU telah membuat sebuah diskriminasi baru, diskriminasi terhadap penyandang disabilitas.

Hal yang lucu lainnya lagi adalah MPR pada tahun 1999 telah mengangkat Gus Dur sebagai presiden. Menurut konstitusi waktu itu, MPR adalah pengejahwantahan kedaulatan rakyat. Dan rakyat melalui MPR pada waktu itu telah memberikan kepercayaan dan memandang Gus Dur mampu secara rohani dan jasmani mengemban tugas sebagai presiden, padahal Gus Dur saat itu juga menyandang cacat yang sama. Terbukti, selama sekitar dua tahun masa pemerintahannya, Presiden Gus Dur mampu secara rohani dan jasmani menjalankan roda pemerintahannya.

Akhirnya, yang lucu adalah ternyata Komisi Konstitusi telah mencoret kata-kata ‘mampu secara rohani dan jasmani’ dari dalam konstitusi kita, UUD 45 yang telah diamandemen. Padahal inilah yang menjadi rujukan UU no. 23 th 2003 tentang persyaratan presiden dan wakil presiden. Para anggota KPU memang mempunyai mata yang bisa melihat, tetapi mata hati mereka sebenarnya tertutup. Sementara mata kita, rakyat Indonesia, tetap akan melihat dagelan-dagelan yang tidak lucu diantara elite politik kita.

Mata Nirmala Bonat terlihat sembab, ada lingkaran hitam disekitar mata Nirmala. Membaca nama Nirmala sebenarnya mengingatkanku akan dongeng peri kecil nan lucu dimajalah Bobo, bacaan masa kecilku dulu. Tetapi Nirmala yang ini adalah korban eksploitasi manusia. Nirmala adalah seorang manusia yang berjuang untuk meningkatkan taraf hidupnya dengan bekerja diluar negeri sebagai TKW. Di Malaysia Nirmala disiksa oleh majikannya. Ternyata kasus penyiksaan TKW/I diluar negeri banyak sekali, dan ternyata juga pemerintahan tempat TKW/I itu bekerja dan juga wakil pemerintah Indonesia disana sama sekali tidak berbuat banyak. Mungkin, toh mereka itu adalah kaum marginal, orang-orang miskin dengan derajat ‘kasta’ yang rendah, seorang ‘no body’, bukan siapa-siapa yang layak diperjuangkan.

Mata Nirmala yang sembab dengan lingkaran hitam disekelilingnya itu sebenarnya terbuka dan melihat dengan jelas karena dengan penuh tekat dan semangat berjuang meningkatkan taraf hidupnya dan keluarganya. Tetapi mata kita, para pemakai jasa Nirmala dan juga pemerintah yang tidak berbuat apa-apa, biarpun diluar mata kita terlihat jernih dan indah, tetapi sebenarnya tertutup kabut yang gelap.

Jonathan Goeij, 270504

West Covina - California, USA
Komentar-komentar
Tambah Baru Cari
Tulis komentar
Nama:
Email:
 
Website:
Judul:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Masukkan kode anti-spam yang terbaca pada gambar di atas!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."