Jonathan Goeij

Jonathan Goeij lahir, tumbuh, dan besar di kota Surabaya. Ia dibesarkan dalam keluarga yang agnostik--antara percaya dan tidak pada Tuhan.

Pada usia 10 tahun, ibunya meninggal dunia dan seorang kerabat kemudian tinggal beberapa bulan bersama mereka untuk membantu merawat ia dan saudara-saudaranya. Oleh kerabatnya inilah ia setiap minggu diajak ke gereja untuk mengikuti Sekolah Minggu.

Singkat cerita, pada saat ia sedang menjalani masa kuliah, ayahnya menderita penyakit kanker paru-paru. Dengan berat hati, ia mengambil keputusan untuk meninggalkan kuliah dan bekerja untuk menopang biaya hidup keluarga. Sepeninggal ayahnya, ia tak kembali mengecap bangku kuliah.

Tahun 1998, ia mengambil keputusan untuk pergi ke Amerika untuk menikmati kehidupan yang tenang dan merasakan suasana yang demokratik. Di negara ini ia menerima gemblengan yang luar biasa dari Tuhan. Banyak perombakan yang dilakukan, terutama sekali keakuan dan sifat feodal yang umumnya ada pada diri orang Indonesia, dikikis habis-habisan. Semua pengalaman berharga itu nantinya akan ia tuangkan secara berkala dalam tulisan-tulisan kolom di Gloria Cyber Ministries.

Di Amerika, ia mendapat kesempatan untuk melanjutkan pendidikan. Ia sekaligus mengambil dua jurusan, Business Real Estate untuk menunjang bisnis di sana, dan Political Science agar sedikit mengetahui tentang politik dan agar tidak selalu menjadi kambing hitam.

  • PDF
  • Cetak

Yudas

  • Sabtu, 18 April 2009 12:25
  • Ditulis oleh Jonathan Goeij
Aku memanjat pohon itu, kuikatkan tali yang telah kusiapkan kesalah satu cabangnya. Setelah aku turun kembali ke tanah kuletakkan sebuah batu besar di bawah tali yang menggantung, kunaiki batu itu, kuraih tali dan kukalungkan ke kepalaku. Kutendang batu yang kuinjak, uhhh.... tali mencekik leherku erat, aku tidak bisa bernafas.

Terbayang di pelupuk mataku ketika aku berlari cepat mendahului rombongan orang-orang yang membawa pedang dan pentung masuk kedalam taman Getsemani. Kusapa Dia: "Salam Rabi", lalu kucium. Sebenarnya ini hanyalah sebuah tanda kepada orang banyak yang mengikutiku, "Orang yang akan kucium, itulah Dia, tangkaplah Dia" demikian kataku memberitahukan tanda yang kupakai. Tetapi Dia, Guruku itu, rupanya tahu. Hatiku tercekat ketika Dia berkata: "Hai teman, untuk itukah engkau datang?".

Selanjutnya: Yudas

  • PDF
  • Cetak

LOMPATAN IMAN

Penilaian Pengunjung: / 1
TerjelekTerbaik 
  • Sabtu, 18 April 2009 12:25
  • Ditulis oleh Jonathan Goeij
Tempo hari pernah aku baca sebuah artikel tentang seorang pria yang menurut ceritanya melakukan 'leap of faith', dari seorang eksekutif sebuah perusahaan besar dan ternama yang kemudian berganti profesi menjadi seorang stock broker dengan memulai segalanya dari awal kembali.

Koran Los Angeles Times edisi Minggu yang lalu menceritakan tentang seorang Korea, seorang enginer, dengan karirnya yang cemerlang melakukan lompatan iman meninggalkan pekerjaannya dan berganti haluan menjadi seorang pendeta.

Selanjutnya: LOMPATAN IMAN

  • PDF
  • Cetak

TUHAN, AKANKAH MASIH TETAP ADA?

  • Sabtu, 18 April 2009 12:24
  • Ditulis oleh Jonathan Goeij
Adalah Michael A. Newdow, seorang atheis, yang tidak menginginkan putrinya, kelas 2 SD, setiap pagi mengucapkan Pledge of Allegiance pada saat upacara bendera. Kalau kita bandingkan dengan Indonesia maka Pledge of Allegiance itu kira-kira sama dengan Sumpah Pemuda. Isi teks Pledge of Allegiance sebagai berikut: ''I pledge allegiance to the Flag of the United States of America, and to the Republic for which it stands, one Nation under God, indivisible, with liberty and justice for all.'

Selanjutnya: TUHAN, AKANKAH MASIH TETAP ADA?

  • PDF
  • Cetak

MERENDA HARAPAN MENGAIS KEHIDUPAN

  • Sabtu, 18 April 2009 12:24
  • Ditulis oleh Jonathan Goeij
"Aku malu, baru sekali ini seumur hidupku aku dikeluarkan dari pekerjaanku, biasanya aku sendiri yang minta keluar." Demikian kata Hong kepadaku. Hong baru saja dikeluarkan dari pekerjaannya sebagai waitress, alasan yang diberikan oleh majikannya karena kemampuan bahasa Inggrisnya yang masih lemah. Sebagai pendatang baru di Amerika apalagi waktu datang ke sini dengan visa turis, Hong memang tidak mempunyai banyak pilihan, pekerjaan apapun yang bisa didapat diterimanya, pernah sebelumnya bekerja sebagai baby sitter tetapi tidak kerasan dan kemudian mendapat pekerjaan sebagai waitress di chinese fast food itupun tidak berumur lama.

Selanjutnya: MERENDA HARAPAN MENGAIS KEHIDUPAN

  • PDF
  • Cetak

HIDUP DAN MATI

  • Sabtu, 18 April 2009 12:23
  • Ditulis oleh Jonathan Goeij
“Today I saw two accidents” kataku pada Johny yang duduk disebelahku pada saat kami melewati kerumunan kecelakaan itu. Siang itu Johny temanku sekantor yang orang Hongkong itu menemaniku berkeliling dari kantor ke kantor sepanjang sore hari itu, saat itu kami sedang melewati Foothill blvd. Kulihat bekas kecelakaan itu, sebuah mobil sedan rupanya ditabrak dari samping oleh sedan yang lain, bagian pintu kiri bagian sopir dan penumpang kelihatan parah melesak kedalam.

Selanjutnya: HIDUP DAN MATI

Selanjutnya...

Halaman 8 dari 10