Jonathan Goeij

Jonathan Goeij lahir, tumbuh, dan besar di kota Surabaya. Ia dibesarkan dalam keluarga yang agnostik--antara percaya dan tidak pada Tuhan.

Pada usia 10 tahun, ibunya meninggal dunia dan seorang kerabat kemudian tinggal beberapa bulan bersama mereka untuk membantu merawat ia dan saudara-saudaranya. Oleh kerabatnya inilah ia setiap minggu diajak ke gereja untuk mengikuti Sekolah Minggu.

Singkat cerita, pada saat ia sedang menjalani masa kuliah, ayahnya menderita penyakit kanker paru-paru. Dengan berat hati, ia mengambil keputusan untuk meninggalkan kuliah dan bekerja untuk menopang biaya hidup keluarga. Sepeninggal ayahnya, ia tak kembali mengecap bangku kuliah.

Tahun 1998, ia mengambil keputusan untuk pergi ke Amerika untuk menikmati kehidupan yang tenang dan merasakan suasana yang demokratik. Di negara ini ia menerima gemblengan yang luar biasa dari Tuhan. Banyak perombakan yang dilakukan, terutama sekali keakuan dan sifat feodal yang umumnya ada pada diri orang Indonesia, dikikis habis-habisan. Semua pengalaman berharga itu nantinya akan ia tuangkan secara berkala dalam tulisan-tulisan kolom di Gloria Cyber Ministries.

Di Amerika, ia mendapat kesempatan untuk melanjutkan pendidikan. Ia sekaligus mengambil dua jurusan, Business Real Estate untuk menunjang bisnis di sana, dan Political Science agar sedikit mengetahui tentang politik dan agar tidak selalu menjadi kambing hitam.

  • PDF
  • Cetak

AKU MEMPUNYAI SEBUAH IMPIAN

Penilaian Pengunjung: / 1
TerjelekTerbaik 
  • Sabtu, 18 April 2009 12:19
  • Ditulis oleh Jonathan Goeij
"I have a dream ... little children will one day live in a nation where they will not be judged by the color of their skin but by the content of their character." 
Martin Luther King, Jr

Pidato yang disampaikan Martin Luther King, Jr di anak tangga Lincoln Memorial Park, Washington DC tahun 1963 ini telah menggoncang Amerika, bahkan dunia. Menjungkir balikkan politik rasialis Amerika "separate but equal."

Selanjutnya: AKU MEMPUNYAI SEBUAH IMPIAN

  • PDF
  • Cetak

NATAL ITU KASIH ADANYA

Penilaian Pengunjung: / 1
TerjelekTerbaik 
  • Sabtu, 18 April 2009 12:19
  • Ditulis oleh Jonathan Goeij
"The Word was made flesh and dwelt among us" (John 1:14).

Ayat yang ada dikertas flyer acara Natal kami itu seakan berbicara. Flyer Natal itu aku sendiri yang membuatnya, aku sendiri juga yang mencari kertasnya dengan gambar dan ayat itu. Tetapi tetap saja ayat itu seakan berbicara kepadaku dan membuatku tercenung.

"Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita," Yohanes 1:14 (LAI).

Selanjutnya: NATAL ITU KASIH ADANYA

  • PDF
  • Cetak

Michelle

  • Sabtu, 18 April 2009 12:18
  • Ditulis oleh Jonathan Goeij
Teman-temanku di persekutuan doa sedang menyanyikan Kidung Pujian, sementara mataku tertambat pada Michelle yang berdiri di depan mamanya sambil berakting seakan penyanyi kawakan mengikuti irama lagu. Oh, betapa cantik, manis, dan lucunya dia.

Michelle anak temanku itu berusia sekitar 2-3 tahun, mengangkat kedua tangannya, membuat gerakan menyembah Tuhan tepat sekali, sesuai dengan irama lagu. Aku heran bagaimana Michelle bisa membuat gerakan-gerakan seperti itu dan gerakannya tepat sekali dengan irama lagu, sedang di antara teman-temanku tak seorang pun yang memberi contoh.

"Aku berkata kepadamu, sesungguhnya bila kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam kerajaan Surga." Kata-kata Yesus kepada para murid-Nya terngiang di telingaku, seakan berkata langsung kepadaku. Dulu aku kurang begitu paham mengapa kita, para manusia dewasa, harus meniru anak kecil sebagai contoh. Tetapi Michelle telah membuka mata hatiku.

Oh lihatlah, Michelle menekuk kedua kakinya, berlutut, kemudian melipat kedua tangannya mengambil sikap doa. Dan luar biasa sekali gerakannya itu, sesuai dengan irama lagu penyembahan yang sedang dinyanyikan.

Aku terpana, bagaimana bisa anak sekecil itu sedemikian khusuk manghayati lagu pujian dan berdoa di tengah kerumunan orang dewasa. Tanpa seorang pun yang mengajarkannya. Oh Tuhan, berilah aku iman seperti anak-anak.

Maka Yesus memanggil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka lalu berkata, "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya bila kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam kerajaan Surga. Sedangkan barang siapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam kerajaan Surga. Dan barang siapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku" Matius 18:2-5.

*) Penulis adalah jemaat di gereja IFGF Temple City - California.
  • PDF
  • Cetak

desir cinta

  • Sabtu, 18 April 2009 12:18
  • Ditulis oleh Jonathan Goeij
Mataku menatap sepasang remaja yang berjalan bergandengan tangan menyusuri pantai. Aku tahu, saat-saat ini adalah saat-saat cinta bersemi. Saat-saat segalanya hanya ada dia, saat-saat segalanya siap dikorbankan hanya untuk dia. Oh, indahnya saat hati berdesir dengan kata-kata cinta.

Dalam perjalanan pulang aku teringat bertahun-tahun yang lalu, betapa jantung berdetak lebih cepat dari biasanya, betapa hati berdesir berdegup tak tertahankan, betapa tangan gemetar seakan menderita sakit parkinson. Saat pertama aku menyentuh dan menggandeng tangan si 'dia'.

Selanjutnya: desir cinta

  • PDF
  • Cetak

PETANI

Penilaian Pengunjung: / 1
TerjelekTerbaik 
  • Sabtu, 18 April 2009 12:17
  • Ditulis oleh Jonathan Goeij
Menjelang ajalnya seorang petani memanggil kedua orang anak laki-lakinya. Diwariskannya kepada mereka masing-masing sepetak sawah yang sama besarnya dan sama suburnya.

Kedua petani bersaudara itu, Gabriel dan Michael, bekerja keras dari pagi sampai petang mengelola sawah warisan orang tuanya. Keduanya bekerja sama kerasnya dan sama rajinnya.

Selanjutnya: PETANI

Halaman 10 dari 10