Jonathan Goeij

Jonathan Goeij lahir, tumbuh, dan besar di kota Surabaya. Ia dibesarkan dalam keluarga yang agnostik--antara percaya dan tidak pada Tuhan.

Pada usia 10 tahun, ibunya meninggal dunia dan seorang kerabat kemudian tinggal beberapa bulan bersama mereka untuk membantu merawat ia dan saudara-saudaranya. Oleh kerabatnya inilah ia setiap minggu diajak ke gereja untuk mengikuti Sekolah Minggu.

Singkat cerita, pada saat ia sedang menjalani masa kuliah, ayahnya menderita penyakit kanker paru-paru. Dengan berat hati, ia mengambil keputusan untuk meninggalkan kuliah dan bekerja untuk menopang biaya hidup keluarga. Sepeninggal ayahnya, ia tak kembali mengecap bangku kuliah.

Tahun 1998, ia mengambil keputusan untuk pergi ke Amerika untuk menikmati kehidupan yang tenang dan merasakan suasana yang demokratik. Di negara ini ia menerima gemblengan yang luar biasa dari Tuhan. Banyak perombakan yang dilakukan, terutama sekali keakuan dan sifat feodal yang umumnya ada pada diri orang Indonesia, dikikis habis-habisan. Semua pengalaman berharga itu nantinya akan ia tuangkan secara berkala dalam tulisan-tulisan kolom di Gloria Cyber Ministries.

Di Amerika, ia mendapat kesempatan untuk melanjutkan pendidikan. Ia sekaligus mengambil dua jurusan, Business Real Estate untuk menunjang bisnis di sana, dan Political Science agar sedikit mengetahui tentang politik dan agar tidak selalu menjadi kambing hitam.

  • PDF
  • Cetak

Pai Nien

  • Sabtu, 18 April 2009 12:51
  • Ditulis oleh Jonathan Goeij
Setelah perang saudara dan perpecahan berkepanjangan, akhirnya Li Shi Min berhasil menyatukan kembali Tiongkok dan memerintah sebuah dinasti baru yang besar, dinasti Tang (618 - 960 M.). Sebagai akibat perang saudara berkepanjangan bertahun-tahun, Tiongkok menjadi sebuah negara yang tinggal puing-puing belaka. Negara tercabik-cabik dan rakyat hidup dalam penderitaan dan kemiskinan luar biasa. Kaisar Li Shi Min menyadari penderitaan rakyatnya dan perhatian utamanya serta berbagai kebijaksanaan yang dibuat pemerintahannya tercurah untuk membantu meningkatkan taraf hidup rakyatnya, membina kembali keluarganya, rumahnya, pekerjaannya, dlsb. Yang kesemuanya favor untuk kepentingan rakyat. Negara kembali bergerak maju, secara bertahap kemakmuran kembali memasuki Tiongkok, rakyat bersuka cita dan mereka terkesan dan kagum dengan kebijaksanaan Kaisarnya itu. Tetapi sayang, keadaan didalam istana ternyata berbeda dengan keadaan diluar. Terjadi perpecahan, perebutan pengaruh satu sama lain, klik-klik yang saling menjatuhkan. Hal yang membuat sang Kaisar tercenung dan sedih.

Selanjutnya: Pai Nien

  • PDF
  • Cetak

Natal (5-habis): Dari Mesir Kupanggil Anak-Ku

  • Sabtu, 18 April 2009 12:51
  • Ditulis oleh Jonathan Goeij
Setelah orang-orang majus itu berangkat, nampaklah malaikat Tuhan kepada Yusuf dalam mimpi dan berkata: "Bangunlah, ambillah Anak itu serta ibu-Nya, larilah ke Mesir dan tinggallah di sana sampai Aku berfirman kepadamu, karena Herodes akan mencari Anak itu untuk membunuh Dia." Maka Yusufpun bangunlah, diambilnya Anak itu serta ibu-Nya malam itu juga, lalu menyingkir ke Mesir, dan tinggal di sana hingga Herodes mati. Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi: "Dari Mesir Kupanggil Anak-Ku." (Matius 2:13-15)

Selanjutnya: Natal (5-habis): Dari Mesir Kupanggil Anak-Ku

  • PDF
  • Cetak

Natal (4): Orang Majus dan Bintang Betlehem

Penilaian Pengunjung: / 5
TerjelekTerbaik 
  • Sabtu, 18 April 2009 12:50
  • Ditulis oleh Jonathan Goeij
Sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea pada zaman raja Herodes, datanglah orang-orang majus dari Timur ke Yerusalem dan bertanya-tanya: "Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia." (Matius 2:1-2)

Orang-orang Majus, ada yang menyebutnya sebagai wisemen, orang-orang bijaksana, ada juga yang menyebutnya sebagai magi, yang kemungkinan berarti ahli sihir, ada juga yang mengatakan orang-orang Majus itu adalah raja-raja. Agak sukar untuk memastikan siapa sebenarnya orang-orang Majus itu, tetapi melihat sambutan yang mereka terima di istana Raja Herodes bisa dipastikan bahwa mereka orang-orang yang terpandang, tradisi mengatakan bahwa mereka adalah raja-raja. Dikatakan juga bahwa orang-orang Majus itu datang dari Timur, ada yang mengatakan dari Mesir, ada yang mengatakan dari India, dan dari Persia. Yang terakhir ini, Persia, kelihatannya lebih disetujui oleh para ahli.

Selanjutnya: Natal (4): Orang Majus dan Bintang Betlehem

  • PDF
  • Cetak

Natal (3): Yesus dipersembahkan di Bait Suci

Penilaian Pengunjung: / 1
TerjelekTerbaik 
  • Sabtu, 18 April 2009 12:49
  • Ditulis oleh Jonathan Goeij
Dan ketika genap delapan hari dan Ia harus disunatkan, Ia diberi nama Yesus, yaitu nama yang disebut oleh malaikat sebelum Ia dikandung ibu-Nya. (Lukas 2:21)

Menurut tradisi Yahudi, seorang anak laki-laki yang telah berumur 8 hari akan disunatkan. Tradisi ini berasal dari perjanjian Tuhan dengan Abram, Tuhan menjanjikan Abram menjadi bapak bagi banyak bangsa padahal waktu itu Abram telah berusia 99 tahun sedang istrinya, Sarai, telah berusia 90 tahun dan telah mati haid.

Selanjutnya: Natal (3): Yesus dipersembahkan di Bait Suci

  • PDF
  • Cetak

Natal (2): Gembala di padang

Penilaian Pengunjung: / 1
TerjelekTerbaik 
  • Sabtu, 18 April 2009 12:48
  • Ditulis oleh Jonathan Goeij
Di daerah itu ada gembala-gembala yang tinggal di padang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam. (Lukas 2:8)

Di daerah Israel Palestina, kemanapun kita pergi akan selalu dijumpai gembala-gembala. Gembala biasanya mengenakan jubah kulit, sebuah tongkat selalu melekat ditangannya dan seringkali juga dijumpai mereka dengan anak domba yang terluka terpanggul dipundaknya. Yesus seringkali digambarkan di lukisan ataupun kartu pos sebagai seorang gembala dengan tongkat ditangan dan memanggul anak domba dipundaknya. Sepanjang Alkitab hampir selalu ditemui gembala, Abraham dengan kawanan ternaknya, Daud dalam salah satu Mazmurnya yang terkenal mengatakan "Tuhan adalah gembalaku" 

Selanjutnya: Natal (2): Gembala di padang

Selanjutnya...

Halaman 2 dari 10