• PDF

I’m … Getting … Married …

Penilaian Pengunjung: / 18
TerjelekTerbaik 
  • Rabu, 29 Juli 2009 14:54
  • Ditulis oleh Grace Suryani
  • Sudah dibaca: 6960 kali

Yah, judulnya saya rasa dah cukup jelas. I’m getting married. *glek … * Dari dulu saya mikir gimana yah rasanya menulis artikel dengan judul itu. :p Secara kadang saya pikir kecil kemungkinan saya bakal menikah. Lah dari dulu patah hati melulu.

But yah ternyata, “Akhirnya …” begitu kata teman-teman saya. Terutama yang sering saya curhatin tentang gbt saya yang segambreng.  Btw busway … saya mengamati sepertinya teman-teman saya lebih excited daripada saya. : o  Hampir semua mendengar dengan muka kegirangan, beberapa mendesah “How sweet”, beberapa memeluk saya sedangkan saya cuman nyengir kuda. Hehehe.

Kenapa saya ngga se-excited teman-teman saya? Karena … begitu saya bilang iyaa … tiba-tiba terpampang masa depan yang ‘asing’. Kata orang, menikah, itu merupakan suatu perubahan besar. Saya bilang iya. En katanya perubahan itu mendatangkan stress sendiri. Ini saya juga setuju. Dan kalau saya mengatakan, Ya, mau menikah dengan pacar saya ini (yang sudah saya katakan) maka itu artinya, saya tidak hanya akan pindah ke rumahnya, saya pindah ke negaranya … en tiba-tiba muncullah serangkaian pertanyaan yang menimbulkan kegelisahan di hati saya. ada begitu banyak pertanyaan.

Di saat seperti ini saya sering bilang ama Babe, “Be … kalau ada orang yang sangat ingin gue temui, maka orang itu adalah Ribka. Ribka istrinya Ishak. Dia itu beriman atau gila sih?” Bayangkan memutuskan untuk menikah dengan orang yang dia sama sekali belon pernah temui. Plus meninggalkan keluarganya pindah ke Negara asing. Mana zaman dulu belon ada sms, chatting, en pesawat.

Yah kalau saya ragu biasanya sih akhirnya membaca ulang kisah Ishak dan Ribka. En di sepanjang kisah itu, tidak ditulis sepatah kata pun mengenai perasaan maupun pergumulan Ribka. Tapi ditulis beberapa ayat mengenai TINDAKAN Ribka. Ketika saya bertanya ama Tuhan, “Tuhan kenapa ngga ada ditulis 1 ayat pun mengenai perasaan Ribka?”, tiba-tiba saya ingat ketika Alkitab tidak mencatat sesuatu maka artinya itu menurut Tuhan tidak penting. Saya tau bukannya Tuhan tidak menganggap penting perasaan Ribka, tapi Tuhan lebih melihat tindakannya. Tindakan yang dia ambil yang Tuhan perhitungkan.

Iman nya tidak kelihatan dari kata-kata tapi dari tindakan.

Tuhan satu-satunya mengerti banyak hal yang menjadi pergumulan saya. Salah satunya adalah pergumulan bahwa cerita cinta saya sama sekali jaaauuhhh dari cerita cinta ‘ideal’ yang tadinya saya bayangkan. :p  

Tadinya saya mengharapkan dapet seorang co yang kerohaniannya ‘waaahh’ (definisi ‘waah’ saya adalah: selesai saat teduh bilang, “Tadi saya mendapat rhema dari Tuhan …”, or tadi “Tuhan bicara kepada saya”, kalo doa semangat dan berapi-api, bisa bahas ayat-ayat berjam-jam, dan erhm bisa bahasa Roh). Coz menurut saya, itu yang sepadan dengan saya. Tapi ternyata kok dikasih yang laen. Pertama kali deket dengan pacar saya, saya interview dulu … “Kenapa loe jadi Kristen?”, tadinya saya mengharapkan jawaban yang ‘wah’. Jawaban yang saya dapat adalah, “Karena lebih logis untuk percaya kepada Tuhan daripada tidak percaya pada Tuhan.” saya melongo. :o Lebih logis?? Gubraks!!! Saya mengharapkan jawaban, “Oh saya percaya kpd Tuhan karena Tuhan telah menyentuh hati saya … Tuhan menyadarkan akan dosa-dosa saya.”  Lah ini orang kok bukan gitu jawabnya??  Pertanyaan2 saya berikutnya model kapan lahir baru, gmana pas lahir baru,etc, jawabannya juga kurang meyakinkan buat saya. Jadilah tadinya saya mencoret nama co saya dengan catatan, “sepertinya belon lahir baru.”

*oh my … siapakah saya berhak menghakimi hamba orang laen …*

Tapi anehnya ketika saya mencoba untuk argue dengan Tuhan soal kerohanian pacar saya, Tuhan tidak banyak berkomentar. Sampe beberapa hari yang lalu, saya pernah bilang, “Tuhan, aku masih pengen co yang bisa bahasa Roh loh.” En saya merasa Roh Kudus berbicara, “Pacar kamu mengelola keuangan lebih baik dari kamu.”

Diieeennkkk …

Saya tau masalahnya bukan di bahasa Rohnya, tapi Tuhan tau apa motivasi saya di balik perkataan itu. Tuhan tau secara tidak sadar saya menganggap karena saya bisa bahasa Roh, saya lebih kudus en lebih rohani daripada pacar saya. Makanya Tuhan ingatkan. Kamu bisa bahasa Roh, tapi kamu tau … pacarmu lebih baik bertanggung jawab dan bisa dipercaya dalam hal keuangan. En saya diem, karena saya tau … salah satu pertanda kedewasaan rohani adalah dari cara pengelolaan uang. Kalau seseorang tidak bisa dipercaya dalam hal Mamon, sekalipun karunia bejibun, dia belon dewasa rohani. Seolah-olah Tuhan ingatkan, kamu tidak usah menghakimi kerohanian pacarmu. Urusi karaktermu sendiri.

Demikian juga soal keluarga. Pada mulanya saya mengalami kesulitan ketika harus berhubungan dengan keluarga pacar saya. Tadinya saya mengeluh, “Duh Tuhan, temen-temen papa mama begitu banyak. Tante-tante dan Oom-oom yang sayang sama saya juga bejibun *DDOOHHH … sombongnaaaa* kenapa ngga dikasih calon mertua salah satu dari antara mereka aja??”

But sekarang saya tau, malah saya bersyukur dengan keadaan keluarga pacar saya. kenapa? Karena dengan mereka, saya benar-benar tidak punya sesuatu yang bisa dibanggakan. Saya sudah terlalu sering ‘dipuji’ dan dibanggakan, “Waahh hebatnya masih muda sudah nulis buku.”, “Buku kamu bagus loh …”, “Wah sekarang jadi guru mandarin yah … ckckck. Hebat ya.”  Lah ortu pacar saya mandarinnya lebih cas cis cus daripada saya! Mereka bertaon-taon sekolah mandarin! Mana berani saya menyombongkan diri!! :p Lewat perbedaan-perbedaan pun itu juga kesempatan saya belajar merendahkan diri dan mengasihi orang lain.

Demikian juga dengan hubungan kami yang LDR alias long distance relationship. Asli guys, menurut saya itu kondisi yang ‘sangat tidak ideal’ untuk menjalin suatu hubungan. Gimana bisa kenal kalo cuman lewat LDR? Ketemu 1 tahon cuman 4 kali sesuai dengan jatah bebas fiskal … kok bisa loe memutuskan utk menikah ama orang ini? Tapi aneh guys … bener-bener aneh. Banyak orang mengeluh LDR itu berat dan sulit. Tapi saya ngga merasa seperti itu. Bener. Yah kadang ada saatnya kangen berat, pengen ketemu, komunikasi terbatas, tapi anehnya itu ngga ‘seberat’ yang saya pikir.

Melewati semua hal yang ‘tidak sesuai dengan type saya’, membuat saya sadar 1 hal. Seringkali kita memilih sesuatu yang sesuai dengan type saya karena itu sesuatu yang enak, dan tidak perlu keluar dari zona nyaman. Tapi seringkali pertumbuhan kita di zona nyaman tidak secepat pertumbuhan kita di tempat yang ‘bukan type gue’.  Justru di tempat-tempat, kondisi-kondisi yang ‘not my type at all’, Tuhan sedang mengerjakan banyak hal yang luar biasa dalam karakter-karakter kita.

Ketika Tuhan mengizinkan kita mendapatkan sesuatu yang ‘sama sekali bukan type gue’, baik itu pekerjaan, jodoh, tempat tinggal, rekan kerja, boss, client, murid2, ingatlah … Tuhan TIDAK PUNYA NIAT JAHAT. Sebaliknya, Tuhan ingin kita bertumbuh.

Ada kalanya, Tuhan memberikan yang sesuai dengan permintaan kita, kalau itu terjadi, bersyukurlah.

Ada kalanya, Tuhan memberikan yang sangat tidak sesuai dengan permintaan kita, kalau itu terjadi, bersyukurlah.

Kuncinya bukan apakah kita mendapat yang sesuai dengan permintaan kita atau tidak. Tapi kuncinya adalah bahwa apapun yang Tuhan berikan, baik yang sesuai maupun tidak, itu selalu untuk maksud yang baik, supaya kita makin bertumbuh serupa dengan-Nya. Amen …

Jakarta, 15 Desember 2008

*pssstt guys … jangan bête yah … kalo ntar tulisan-tulisan saya banyak yg menyerempet ke masalah persiapan pernikahan. :) En mohon doa restu juga. Hohoho.*

Komentar-komentar
Tambah Baru Cari
melissa   |110.138.84.xxx |30-07-2009 05:43:18
wahhh congrats yah cii~.. I'm happy to hear that...
maria  - I'm getting married   |125.163.248.xxx |30-07-2009 16:41:18
First...Congrats ya..Grace..

Emang bener tuh..setuju bgt kalo kamu
bilang bahwa apa yg kita alami/dapat mungkin gak sesuai dgn apa yg
kita mau..tp percaya deh bhw melalui semua itu Tuhan sedang membentuk
karakter kita untuk semakin menjadi serupa dengan Dia..dan kadang
pembentukan itu menyakitkan namun pada akhirnya pasti hasilnya sangat
luar biasa..terutama untuk kita bisa dibagai sebagai alatNya.
Ina  - I'm Getting Merried   |125.163.248.xxx |30-07-2009 17:13:35
Selamat ya! terima kasih tulisanmu sangat menolong karena sering kesombongan
rohani muncul pada sesuatu yang tidak kita sadari. Prinsipnya Allah mau kita
hanya nyaman dengan DIA
anna  - Udah yakin ,Grace.?   |124.81.253.xxx |30-07-2009 22:47:45
Grace, dengan bejibunnya alasan km ttg "ketidaksesuaianmu" dgn co km,
trus kalo gt apa yg bikin km tertarik ama dia...?? apalagi mo dijadiin suami yg
notabene pasti seumur hidup jd org yg paling deket ama km..
Dengan LDR mu spt
itu, apa km yakin udah kenal betul ama calonmu itu?
Km udh yakin itu jodoh yg
dari Tuhan bgm?, yg bs membawamu untuk bs sm2 mengerjakan pekerjaan2 plyanan
sesuai rencana Tuhan sama2...
Sori... bukan mau 'mengganggu' ketenangan km lho,
but krn rasa sayang aja kalo smpai grace yg tulisan2nya jd fav ku hrs ngalamin
hal2 yg ga seharusnya terjadi... sekali lg sori ya... smua krn rs
sayang....
Jlu
Anonymous   |120.136.22.xxx |31-07-2009 17:43:38
yaaaa,,,,,,,

tetaplah tuk membawa nya ke SUMBER,,,,satu2nya!!!!
Anonymous   |125.164.207.xxx |31-07-2009 18:55:46
Selamat !
Maaf, tetapi selamat ini macam2 pula, selamat menempuh kehidupan yang
baru dimulai bersama seseorang, selamat menghadapi masalah baru ?? It's a
life.

Kadang memang apa yang kita pikirkan baik itu mau atau tidak mau, bisa
diberikan kepada kita.
Kita pernah berpikir tidak mau mempunyai istri yang
gembrot, nyatanya Tuhan memberi istri yang gembrot.
Kita pernah berpikir ingin
mempunyai mobil yang bagus, nyatanya Tuhan memberi mobil yang sebenarnya sudah
mencukupi buat kita.

Pernah ada pepatah : geting nyanding.
( ini untuk orang
yang membenci seseorang yang akhirnya jadi pendampingnya )

karena itu hati2
dengan Mata, Mulut, Telinga, Pikiran dan Hati.
Didengar oleh
Tuhan.

Bagaimanapun , Selamat !!
Lenna  - Congraaattzzz :D   |202.158.50.xxx |31-07-2009 20:45:34
Wah Grace congratzz yaaahh...
arie  - ehm, ehm, ikut komen ya...     |118.96.155.xxx |01-08-2009 04:35:01
grace, udah baca "pacaran asyik & cerdas" belum sih? hahahaha....
Modie  - Re: ehm, ehm, ikut komen ya...     |Publisher |01-08-2009 16:17:12
atau suruh ikut bedah bukunya hari ini sekalian, mas
grace   |125.166.38.xxx |01-08-2009 21:07:18
thx guys buat komentarnya.

@arie

heuehehe belon tuh. belon dapet buku
plus tanda tangan dari pengarangnya. hehehe. mungkin mesti tak samperin ke yogya
dulu. wekekeke
mega   |203.148.85.xxx |11-08-2009 14:07:36
keren abis
thanks jd kekuatan bt g...
sukses y....Gbu...
Mariana   |120.162.81.xxx |11-08-2009 16:50:14
Saya suka gaya tulisan kamu..... GBU
iyo   |120.160.162.xxx |17-08-2009 00:50:53
Tulisannya bagus

Maaf sedikit komentar,
Soal Ribka yg mau aja sama
Ishak, walau blum pernah bertemu
hmm... bagi beberapa suku di Sumatera, ini
adalah hal yang wajar, apalagi Batak. Bagi mereka mendingan hartanya jatuh ke
tangan saudara sendiri daripada ke tangan orang lain. dan sepertinya budaya
Yahudi juga seperti itu.

GBU
Leonard Sedo  - Indah pada waktunya     |112.199.145.xxx |18-08-2009 04:00:43
Syaloom,siapapun Saudara adalah orang yang berbahagia saat ini.Tapi ingatlah
bahwa ciri pasangan yg dikehedaki Tuhan;-Seiman,dewasa dan
bertanggungjawab,menguasai diri,hrs seimbang atau sepadan,maksudnyaaling
mengerti dan memahami bukan saling menguasai,saling mengisi dan melengkapi krn
tdk ada manusia yg sempurna,berprinsip bahwa pasangan bukan pelayan melaimkan
mitra,saling menerima dan membangun.GBU.
Andriani  - Congratz!   |110.5.98.xxx |20-08-2009 02:54:24
Selamat ya buat Ci Grace!ketika akhirnya Tuhan menjawab doa mu ttg pasangan
hidup!=) Semoga perjalanan baru bersama Tuhan ini menjadikan Ci Grace seorang
yang makin serupa karakternya dengan Kristus!Gbu!
antuk   |125.163.246.xxx |26-08-2009 21:40:34
selamat ciikk...waahh, semangat semangat menghadapi masalah baru y!
hadapilah segalanya dengan senyuman )
Yohanes Priyono  - Congratulations...   |202.156.9.xxx |28-08-2009 15:42:19
congrats... salam kenal grace. saya Yohanes, kesaksian kamu benar2 memberkati
saya... saya juga sedang menjalin hub jarak jauh dengan pasangan saya...

saya
juga setuju bahwa hub jarak jauh itu tidak baik, dan sebenarnya bukan yg saya
harapkan tapi justru saat "jauh" itu yang membuat kami ber2 semakin
dekat satu sama lain. sampai akhirnya kami ber2 memutuskan komitmen untuk
membangun hub serius ke arah pernikahan.

kadang2 ada sih keraguan apakah kami
ber2 dapat bertahan... karena apapun bisa terjadi selama 2 tahun lagi... wew...
hehe...

saya harap saya bisa bertukar pikiran lebih lagi dengan anda mengenai
hub jarak jauh ini... bagaimana anda bisa terus bertahan, bagaimana anda menaruh
kepercayaan anda pada pasangan anda...
GBU..
novi  - :))   |114.124.164.xxx |01-09-2009 06:27:29
Shalom...
seneng banget baca tulisan mu mbk grace, kejadiannya mirip banget ma
pengalamanku, cuman bedanya aq pindah luar pulau jawa ,suamiku pintar kelola
uang juga...jauh banget ma aq,tetap percaya Tuhan pasti beri yang terbaik, semua
pasangan dipersiapkan Tuhan untuk saling melengkapi..mantapkan hati lewat doa
dan Tuhan akan membuat segalanya indah pada waktuNya...GBU
Grace   |125.160.194.xxx |07-09-2009 17:50:10
Kak Grec... happy to hear that... Tuhan berkati pernikahan kk ya.
andhini k.s  - i;m getting married   |125.163.187.xxx |17-09-2009 22:38:16


Waaaaaa...akhirnya menikah juga cici ini..aku seneng dengan
kisah-kisahmu terdahulu...yang mellow karena JOHAN alias JODOH DARI
TUHAN...dan sekarang kao mendapatkannya..Meskipun kita gak saling
kenal tapi let me to send u a greeting...SELAMAT MENEMPUH HIDUP
BARU...dan happy ever after...

Note: lancar semua
ya persiapannya...GBU...^^
Andju   |64.255.180.xxx |27-09-2009 05:22:17
henny  - saling menghargai   |125.160.77.xxx |30-09-2009 19:26:18
memang di dalam kita menjalani hidup dan kehidupan ini seringkali kita harus
mengalami sesuatu yang kurang berkenan di hati kita masing-masing.....tapi
itulah proses kehidupan yang akan membentuk pribadi kita untuk mau menghargai
dan menerima satu sama lain
henny   |125.160.77.xxx |30-09-2009 19:27:41
kita semua umat TUHAN dan gak ada yang dibedain ama TUHAN
heidi   |117.102.85.xxx |19-02-2010 19:13:50
hai grace, aku baru mulai baca tulisan kamu.. bagus-bagus banget..

kisah kamu
kurang lebih sama ky aku. dulu aku juga berharap punya pacar dengan kerohanian
yang 'wah' tapi malah dikasih Tuhan yang biasa-biasa aja.

but anyway once
again, selalu ada hal-hal positif lain yang Tuhan berikan dlm diri pasangan kita
dibandingkan hanya memikirkan kerohanian pasangan kita.

thank u for sharing yah
Grace.. GBU!
Mita  - =))   |202.70.51.xxx |13-03-2010 16:46:22
Congratulation! GBU alwayssssss
silvi  - Interesting...   |118.136.113.xxx |14-03-2011 07:21:44
Interesting sharing, Grace; especially for woman, or to be more precise, a
single woman... Currently, I've been passing through a similar condition of
choosing the right one for my life; and, it's interesting, as I believe most of
woman believers will certainly be expecting for a man who is more godly than
her; what you shared in the article, asking him about kpn lahir baru? knp jadi
Kristen? etc etc, was also part of my questions to the prospect man... And,
unfortunately I haven't met the most suitable one; it's still in my praying
process to Babe.
Well, shared so long... thank you for the sharing, GBu n fam
always!
Tulis komentar
Nama:
Email:
 
Website:
Judul:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Masukkan kode anti-spam yang terbaca pada gambar di atas!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."