• PDF

My Wedding or THEIR Wedding?!

Penilaian Pengunjung: / 8
TerjelekTerbaik 
  • Senin, 10 Agustus 2009 10:40
  • Ditulis oleh Grace Suryani
  • Sudah dibaca: 4372 kali

Guys, semua gadis punya their own wedding dreams. Mau tempatnya kayak apa, gaunnya seperti apa, suasananya seperti apa, pagar betis eh salah pagar ayunya berapa lusin, mau pake maid of honour atau cuman bride’s maid

(yang jujur sampe sekarang saya kagak ngarti apa artinya en apa fungsinya maid of honour selain menambah 1 jumlah orang yang harus di make up en dibikinin baju!), semuanya itu ada di benak para gadis.

 

En sekali mereka mendengar (katanyaaa) 4 kata paling indah di dunia ini, “Will you marry me?”, impian-impian itu menggila dan menguasai pikirannya dari bangun pagi hari, siang berganti malam … Apakah lagi dengan ‘wedding industry’ (yang suka dimaki-maki ama pacar saya tapi sebenernya memberi makan banyak orang :p) yang berupaya menjual semua produknya dengan iming-iming, “Once in a lifetime lohhh”, membuat banyak wanita menjadi tidak realistis. Mereka mati-matian melakukan segala sesuatu just for one day (tepatnya, just for 8 hours : 2 jam make up, 2 jam pemberkatan, 2 jam pesta en 2 jam tetek bengek lainnya).

Masalah mulai muncul, ketika sang gadis tiba-tiba sadar, she’s not the only one that have her dream wedding. :p Masih ada minimal 2 wanita lainnya, mamanya dan mertuanya yang juga punya impian. Oh my … (belum termasuk keluarga besar). Mulailah muncul masalah ketika sang gadis penggemar berat Michael Buble sedangkan ternyata mertuanya tergila-gila Hetty Koes Endang. Sang gadis penggemar berat Bebek Peking sedangkan ortunya pengen Nasi Liwet. Dia bermimpi menghadirkan small orchestra dengan alunan easy jazz sedangkan para pembesar di keluarga sudah memesan group campur sari plus karawitan! Oh TIDAK!! “Gile ini kawinan gue atau pesta sunatan?!?!”, demikian kutuk dan rutuk capeng (alias calon pengantin).

Majalah gaya hidup wanita popular yang saya baca membahas juga soal ini. Solusi dari si penulis (seperti keinginan dari banyak wanita), this is MY wedding not THEIR wedding! So I’ll fight for MY dreams!!

Itu solusi yang disenangi oleh banyak wanita. Itu solusi yang sesuai dengan hakikat keberdosaan kita. ini HAK SAYA! Ini hidup SAYA. semuanya aku aku aku dan AKU. Atau karena tidak mau ribut, akhirnya banyak capeng (calon pengantin) merencanakan membiayai sendiri pernikahan mereka. Sepertinya alasannya baik, “Kasian orang tua”, “Masak gue mo married masih minta duit? Malu donks”. Tapi kalo mo jujur guys, sebenernya banyak yang bayarin sendiri karena ngga pengen ribut, en mau merealisasikan MY dream wedding.

Saya DULU juga punya dream wedding. Sengaja pake kata “duluuu”, karena sekarang semuanya sudah porak poranda. Hehehe. FYI, camer saya bukan penggemar Hetty Koes Endang kok, en thx God ngga akan ada group campur sari di kawinan saya (setidaknya sampe saat ini hehehe). Ketika saya menghadapi impian-impian yang dipecahkan, duh guys … rasanya mengiris hati sampe ke tulang!! Rasanya pengen FIGHT for my dreams! En ketika saya sudah mengalah 1 langkah, eh impian laen yang gantian diancurin, yang muncul pertama di otak saya adalah, “Yang soal itu gue bisa dah ngalah. Masak yang ini suruh ngalah juga. KAGAK MAU! Ntar kalo gue ngalah terus, gue digenjet!!”

Saya bersyukur saya punya Tuhan yang luar biasaaa. Ketika saya udeh muke jeruk purut, ngambek kagak mau digandeng, Tuhan ingatkan beberapa hal.

Ayat yang pertama kali muncul, “Hormatilah ayahmu dan ibumu.” Tidak tertulis “Hormatilah ayahmu dan ibumu kalo mereka juga suka Peter Pan”, atau “Hormatilah ayahmu dan ibumu kalo mereka setuju dengan bridal yang kau mau.” Tidak tertulis begitu. Tuhan ingetin, mau keinginan berbeda, impian berbeda, TETAP hormati. Itu perintah. Lagian guys (khususnya gals) seringkali kita beranggapan bahwa ortu kita itu ‘kuno’, seleranya mungkin ‘ndeso’, ngga gaul. Tapi kita lupa 1 hal, ‘sekuno-kunonya’ mereka (yang padahal sebenernya mungkin tidak ‘sekuno’ itu), mereka punya 1 hal yang kita dipunyai oleh para teman kita yang gaul itu. Mereka … sudah pernah MENIKAH. Buktinya ada di kita. :p So mereka sudah pernah menjalani jalan yang baru AKAN kita jalani. Jadi, janganlah terlalu meremehkan orang tua (atau camer kita).

Yang kedua, kalo dunia berkata “Fight for your dreams”, Tuhan berkata, “Serahkan impianmu kepada-Ku.” Ini adalah salah satu aplikasi konkrit dari IMAN. Iman itu berarti kita berani menyerahkan semua impian kita kepada Tuhan karena kita percaya Dia tau apa yang Dia lakukan.

Ketika kita menyerahkan impian kita, maka mukjizat PASTI terjadi. *hohoho … beberapa orang berpikir, mukjizat = semua impianku terwujud.* Yah dari pengalaman saya, ketika saya menyerahkan impian-impian saya, sesuatu terjadi. Seseorang berubah!! Saya yang berubah. :p Dulunya saya berharap setelah menyerahkan impian-impian saya, tiba-tiba pacar saya berubah (jadi rela hati mempunyai 2 jas di lemarinya), tapi ternyata ngga. Tuhan selalu mulai dari mengubah saya.

Kuasa doa luar biasa, karena doa berkuasa mengubah. Dan kuasa doa paling nyata ketika seusai berdoa, KITA yang berubah.

Yang ketiga dan yang paling menghibur hati saya, adalah ayat-ayat dari Roma 5 : 3-5

“Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita (segala kesulitan dan perbedaan pendapat dalam mempersiapkan pernikahan) karena kita tahu bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan, dan ketekunan menimbulkan tahan uji, dan tahan uji menimbulkan pengharapan. Dan pengharapan tidak mengecewakan.”

Ketika baca ayat ini saya mau nangis. Saya tau artinya ‘pengharapan tidak mengecewakan’. Saya berdoa 8 tahun untuk dipertemukan dengan calon suami saya. 8 tahun yang melelahkan. Berulang kali patah hati (baca aja tulisan-tulisan saya yang dulu, yang begitu mellow mendayu-dayu), berulang kali berpikir sepertinya tidak ada orang yang layak untuk ditunggu, tapi Tuhan membuat saya tetap percaya dan berharap. Sekalipun sepertinya mustahil bin mustajab.

Namun saat ini, ketika saya melihat pacar saya (sekalipun kadang menjengkelkan, en menurut teman saya tampangnya kalo di foto kayak Hady Mirza tapi aslinya kayak encek-encek), saya tau pengharapan tidak mengecewakan. *jgn marah yah dear …*

Saya sadar bahwa lewat semua gejolak yang ada di dalam mempersiapkan pernikahan, di dalam tiap perbedaan pendapat, Tuhan menyiapkan suatu rencana yang indah. Rencana untuk mengasah karakter saya. rencana untuk menimbulkan ketekunan, ketekunan berdoa, ketekunan mengasihi. Tuhan ingin membuat kita tahan uji. Dan akhirnya Dia ingin kita mempunyai pengharapan di dalam Dia. Pengharapan dan Iman, bahwa Ia mengasihi kita and He’ll make everything beautiful than anyone can imagine …

 

 

God, as usual … U’re my great big wonderful amazing God.

 

Ini pujian yang dinaikkan di puing-puing reruntuhan impian, tapi seperti biasa You put a smile on my face.

25 tahun berjalan bersama dan Kau TIDAK PERNAH mengecewakan. Kadang bagiku Kau menjengkelkan, tidak bisa dimengerti, tapi pada akhirnya satu-satunya kalimat yang bisa kukatakan, Kau Allah yang luar biasa … luv You so much.

 

Komentar-komentar
Tambah Baru Cari
maria   |203.128.89.xxx |12-08-2009 20:47:06
setujuu banget mbak,....kita gak pernah tau apa yg Tuhan siapin buat kita, tp
satu hal yg aku tau,...it's good for me

GBU
daniel   |202.47.71.xxx |27-08-2009 16:44:01
Jadi penasaran ntar pas lu merit kayak gimana... minta tolong buat yang nanti
dateng di pestanya grace kasih kesaksian. Jujur aja abis baca artikel ini gw
penasaran si grace ini nyiapin acara kayak gimana.
NIDYA RAVENSKA  - GOOD   |114.181.28.xxx |06-10-2009 23:51:46
YUP, sm ya grace ..nidya sdh nunggu 8 tahun untuk bertemu pasangan hidup
ini..fuih..setelah air mata bercucuran..he..Tuhan tau yang terbaik buat
kita...nidya belajar untuk memilih yang terbaik..memberikan yang terbaik.yang
tidak dapat diambil dari nidya.AMIN..Peace
ony   |118.96.123.xxx |15-12-2009 00:52:01
Thx for sharing. Hm.. benar2 menguatkan. aku juga dalam penantian yang rasanya
mustahil dan ingin sekali untuk menyerah dan mengambil jalanku sendiri.
RAchel   |203.128.250.xxx |11-02-2010 01:59:08
yup, aku setuju dg Grace.
kalau aku menyiasatinya dengan musyawarah untuk
mufakat dengan seluruh keluarga. biar g ada yg merasa kecewa.
jadi bukan my or
their but our wedding.
Tuhan menciptakan manusia untuk saling melengkapi, bukan
berperang demi ego mereka pribadi.
Tulis komentar
Nama:
Email:
 
Website:
Judul:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Masukkan kode anti-spam yang terbaca pada gambar di atas!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."