• PDF

Wedding Lesson [2]: Dream Wedding??

Penilaian Pengunjung: / 9
TerjelekTerbaik 
  • Selasa, 15 September 2009 10:38
  • Ditulis oleh Grace Suryani
  • Sudah dibaca: 5787 kali

“Minggu besok ada pameran wedding dari Johanes Bridal.”

“Wedding expo maksud loe?”

“Bukan. Ini mah cuman Johanes Bridal aja. Ngga kayak expo. Tapi kata temen gue lebih murah ding zuo hun sha (jahit gaun penganten) di wan long (Bandung) .”

“Oye?”

Yah begitulah sepenggal percakapan singkat guru-guru bahasa mandarin yang masih muda en single. Hebatnya pembicaraan itu di sela-sela Kongres Nasional Persatuan Guru Bahasa Mandarin. Sementara ada Professor ahli bhs Mandarin, Hokkian dari RRC sibuk menjelaskan Teori dan Kekhasan Pengajaran Bahasa Mandarin di Indonesia, kita sibuk ngobrol soal wedding. *Tapi tenang guys, abis itu saya bertobat. Sesi berikutnya dengan rajin mencatat semua tips trik cara mengajar bahasa Mandarin dengan baik dan benar. Hohoho*

Yah di sela-sela kongres, di sela-sela tukar pengalaman ngadepin anak yang A,B,C,D,E,F,G, setelah selesai ngomongin apa istilah bahasa mandarin untuk Silabus, RPP, Standar Kompetensi, Kompetensi dasar, Indikator dan teman-temannya, boleh donks kita ngegossip. Hehehe. Pembicaraan saya dengan rekan-rekan saya ini cukup membuka mata saya.

Kalau saya typical ce heboh yang kebanyakkan nonton film drama Hollywood di mana biasanya ketika sang tokoh utama baru dilamar, dia kasih tau teman-temannya “I’m getting married” sambil tertawa dan berteriak rada histeris lalu temen-temennya ikut meloncat-loncat di sampingnya (u know, model Legally Blonde, Sex and the city, dkk). Untunglah rekan-rekan saya ini type down to earth yang lebih realistis en kagak keberatan dengan ide pesta pernikahan super duper sederhana kalo perlu tanpa te pai. *what tanpa te pai?!?! Itu justru bagian kesukaan saya hahaha. Te pai/ pai jiu itu biasanya tradisi orang Tionghoa dimana pengantin kasih penghormatan ke para tetua dengan memberikan teh, dan dibalas dengan angpao atau perhiasan. Tuh kann … gila hari gini kalo bukan te bai, mana bisa kasih teh dapet kalung emas?!?! Hehehe*

Ok2 serius. Yak … ada satu pandangan temen saya yang membuat saya berpikir dan merenung. Dia cerita tentang sodaranya yang justru jatuh sakit di malam pertama. Tadinya saya pikir, well jatuh sakit di malam pertama itu expected … kenapa? Coz pengantin ce harus bangun jam 4 pagi untuk dandan en belon lagi rangkaian kesibukan berbulan-bulan sebelonnya, yang stress lah, mikirin ini itu lah, belon lagi acara hari-H yang biasanya dipadatkan menjadi 1 hari yang tentu sangat menguras energi dan emosi. Bersalaman dengan ratusan orang, pasang senyum sehari penuh. Oh ya jangan lupa, ketika semua tamu dah pulang, pengantin ce masih harus menghapus make up en juga mencopot lusinan jepit rambut en menyisir rambut yang kaku karena ngabisin hair spray 2 botol!! Ckckck. Saya nulisnya aje udeh pegel. Hehehe. Tapi tadinya saya pikir, yah udeh. Emank begitu. Semua orang juga begitu. What’s wrong with that?!?! Yah yang mesti siap-siap mental sih jelas yang pengantin co. apalagi yang ntar jadi ama saya, waahhh … kalo saya udeh cape tampang saya lebih asem daripada jeruk purut!

Tapi kata-kata teman saya membuat saya berpikir. “Yang paling penting di hari itu kan Tuhan sama pasangan kita.” Saya tau maksud teman saya bukan berkata bahwa papa mama, dd , koko, jie2, papa mama mertua, tante, ponakan, oom, emak, engkong, jiu jiu, jiu ma, gu po, iik, i chang, kagak penting. But yang semestinya jadi pusat perhatian yang utama dan terutama kan Tuhan en juga pasangan kita.

Saya jadi menelaah ulang tentang konsep ‘wedding day’ saya selama ini. Saya berpikir, selama ini saya doa en bilang ama Tuhan kalo sepakat mo kerja sama ama Tuhan untuk menjadi penggenapan Amsal 31: “Berbuat baik kepada suaminya seumur hidupnya”, “Istri yang berakal budi adalah pemberian Tuhan.” Saya bilang ama Tuhan saya pengen jadi hadiah yang indah, eh trus pas pertama saya bareng ama dia yang saya berikan adalah muka asem dan keluhan betapa capenya saya en bahwa kaki saya mo putus gara-gara berdiri seharian?? Ini kah perlakukan yang pantas saya berikan untuk orang yang saya doakan (plus saya tangisi) bertahun-tahun?? Itukah ucapan syukur saya kepada Tuhan atas jawaban doa? Begitu dapet, saya bete-in?! Gile … pantas aje saya belon dikasih married ampe sekarang! Kesian dia kali.

Kalimat teman saya menyadarkan saya. Betapa selama ini saya punya konsep yang salah. Lebih mengutamakan yang tidak utama. Lebih mentingin dandan keren di hadapan para tamu daripada di hadapan pasangan saya.

Harus diakui guys, sebagai orang timur, kita seringkali salah kaprah di sini. Kita memoles dengan begitu cemerlang apa yang ada di luar, kita kasih semua yang the best buat orang-orang di luar sana, sedangkan untuk keluarga, kita berikan sisa-sisa atau seadanya. Kita anggap mereka ‘mengerti’. Padahal semestinya yang terbaik adalah yang kita berikan untuk yang di dalam. Bukan untuk yang di luar.

Elisabeth George di dalam bukunya A Woman After God’s Own Heart menulis, “ don’t give away to others what you have not first given away at home” Jangan berikan kepada orang lain apa yang belum kamu berikan terlebih dahulu di rumah.

Saya merenung dan bicara dengan Tuhan. Lalu saya bertanya pada diri saya sendiri, “Mana yang lebih menyenangkan hati Tuhan, kamu memberikan yang terbaik, senyum terbaik, penampilan terbaik, kata-kata terbaik kepada orang di luar dan memberikan yang tersisa kepada orang yang Tuhan anugerahkan kepadamu, atau memberi yang terbaik yang ada padamu kepada orang yang Tuhan persatukan denganmu? Mana yang lebih membuat Tuhan Yesus senang?”

Saya rasa saya tau jawabannya.

Jujur guys, saya tetep pengen kalo Tuhan mengizinkan bikin pesta. Saya tetep pengen, but saya inget yang Tuhan katakan di Roma 12 :1. Supaya saya tidak menjadi serupa dengan dunia ini. Supaya saya tidak ikut-ikutan menganggap penting yang dianggap penting oleh dunia. Tapi lebih memikirkan mana yang dianggap penting oleh Tuhan. Saya rasa Tuhan juga bukannya anti pesta pernikahan, toh mukjizat pertama di pesta pernikahan. Saya cuman ngga pengen membuat Tuhan sedih, dengan memperlakukan pria yang dikasihi Tuhan, pria yang untuknya Tuhan Yesus mati di kayu salib dengan perlakuan yang kurang pantas. Perlakuan yang sangat mungkin saya lakukan ketika saya lebih terfokus kepada hiruk pikuk sebuah perayaan dan melupakan salah satu tokoh terpenting dari perayaan itu sendiri.

Dear Jesus, thx for remind me. We’ll talk about this later. J Kau tau ada banyak pemikiranku, konsep-konsep yang lebih dipengaruhi oleh konsep dunia drpd oleh kebenaran firman-Mu. Lebih banyak ide-ide yang muncul karena kebiasaan daripada karena apa yang menyenangkan hati-Mu. Lebih besar motivasi untuk menyenangkan orang-orang yang terlihat drpd menyenangkan-Mu. L

Tolong Tuhan supaya aku boleh menyingkirkan konsep-konsep yang salah, memurnikan hatiku supaya selaras dengan hati-Mu. Kalau Kau punya rencana supaya aku menikah supaya aku juga melakukan-Nya dengan cara-Mu. Bukan cara teman-temanku *sekalipun kadang aku lebih pengen cara teman-temanku but mestinya aku tau en percaya cara-Mu lebih keren drpd cara manusia.*. Aku sadar Tuhan, pernikahan itu bukan berkat terbesar-Mu. Keselamatan dan diri-Mu sendiri itu berkat yang terbesar. Kalo hidup pernikahan aja bukan yang utama, tentunya hari-H itu cuman sepersekian dari apa yang terpenting. Ajar aku untuk memilih yang terbaik, yang terpenting, yang tidak akan bisa diambil dari diriku. J

Love You so much, Lord … feel so content with You …

 

Komentar-komentar
Tambah Baru Cari
Grace Lidia Pinaria  - Wedding...   |125.160.176.xxx |25-09-2009 18:14:13


Wah nama kita sama, cuma beda 2 kata aja di belakang...he..he...
Tulisan
ini mengingatkan saya utk bisa memberikan yg terbaik buat
calon pendamping saya dan juga buat keluarga. 

Hmmm..Thx
yaaaa...
GBU...
nidya  - selamat..   |114.181.28.xxx |06-10-2009 23:28:02
selamat ya grace...nidya paling suka baca tulisan grace...he..h3..nidya juga
tunangan tanggal 19 september kemarin..sama-sama.he..married-nya 2010 sekitar
bulan juli tapi baru rencana..semua diserahkan pada Tuhan lagi..nidya tersentuh
dengan tulisan grace ini..ya..kemarin hubungan nidya dengan calon suami ini
mendapatkan badai,adanya orang ke 3..tp cm salah paham..cewek ini mencoba
memfitnah..puji Tuhan dengan pertolonganNya semua dapat dilalui dan akhirnya
sampai pada pertunangan...
nidya sekarang lagi sekolah di hokkaido
university..sapporo,jepang. Semua kembali karena anugrahNya..
segala pujian dan
hormat bagi YESUS KRISTUS...good luck
nidya   |114.181.28.xxx |06-10-2009 23:28:50
haii
Tulis komentar
Nama:
Email:
 
Website:
Judul:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Masukkan kode anti-spam yang terbaca pada gambar di atas!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."