• PDF

Wedding Lesson [3]: Engagement Day

Penilaian Pengunjung: / 17
TerjelekTerbaik 
  • Senin, 28 September 2009 00:00
  • Ditulis oleh Grace Suryani
  • Sudah dibaca: 6899 kali

Tulisan ini ditulis tepat 1 malam sebelum pacar saya dan keluarganya datang secara resmi ke rumah saya untuk melamar saya. Perasaan saya? :p Campur aduk. Terutama ketika ternyata ada banyak yang tidak sesuai dengan bayangan saya. Tadinya saya membayangkan hanya akan ada keluarga inti plus 1-2 famili. Yang terjadi … bedol desa!! :p Jumlah keluarga saya yang hadir 2 x lipat dari jumlah keluarga pacar saya yang hadir. Itu pun keluarga saya sudah ‘menolak secara halus’ beberapa family yang mau ikut. Alasan mereka semua sama, “Pengen kenal”. Saya mah cuman ‘nyam nyam nyam’ aja. Akhirnya saya berusaha menerima dengan ‘lapang dada’. Hehehe.

Well saya tidak akan membahas soal ‘impian yang terkoyak’ di sini. Saya dah nulis beberapa artikel dengan wedding dream yang berganti haluan. Hehe. Yang saya ini sharingkan di sini adalah beberapa hal mengenai ‘engagement’, yang saya dapat.

Bagi pasangan muda ‘modern’ yang sangat mungkin risih dengan bejibunnya penggembira bernama ‘sanak keluarga’ yang ikut memeriahkan acara yang mungkin mestinya khusuk tapi malah digantikan dengan operan kacang dan kwaci, engagement atau pertunangan semestinya dimulai ketika sang pria berlutut dengan cincin sambil mengucapkan 4 kata sakti dan sang wanita menangis sambil berkata, “Ya”. Pertunangan dimulai ketika sang pria melamar secara pribadi. Begitu kata teman saya.

Sedangkan bagi sebagian orang lain, pertunangan dimulai ketika keluarga pria datang membawa nampan-nampan dan kaki babi *fiuhhh … untunggg gue ngga pake kaki babi!*, atau kalau menurut adat Chinese, si perempuan ‘dikalungin’ ama mamanya pria (ssttt di-kalung-in, artinya mama pihak pria memberi dan memasangkan kalung kepada calon menantunya). Saya masuk yang aliran ini. :p

Saya tidak mau membahas yang mana yang ‘bener’. Daripada pusingin kapan sebuah pertunangan itu ‘sah’, lebih bae melihat ke esensi dasar dari pertunangan itu.

Sebenernya apa sih ‘pertunangan’? Menurut Wikipedia, An engagement is a promise to marry, and also refers to the time between proposal and marriage.

Sebuah perjanjian. Menurut saya sebuah pertunangan bukan hanya kesepakatan antara seorang pria dan wanita, tapi juga kesepakatan dari 2 keluarga. Terutama kesepakatan dari orang tua masing-masing, kesepakatan bahwa pada waktu yang sudah disepakati akan membawa anak-anak mereka masuk ke dalam pernikahan, kesepakatan bahwa mereka merestui hubungan ini.

Bagi saya pertunangan tidak hanya antara 2 orang, tapi juga antara 2 keluarga. Sejujurnya guys, bagi saya membawa 2 keluarga masuk ke dalam 1 hubungan itu hal yang rumit dan melelahkan. :p Kayak cerita saya di atas tadi. Resiko terjadinya hal-hal yang di luar perkiraan. Maunya sedikit orang, eh malah jadi bedol desa. Dan mungkin juga ada ketakutan-ketakutan, mungkin kah 2 keluarga ini bisa saling menerima? Saya membawa ketakutan saya ini ke dalam tangan Tuhan. :)

Di dalam buku I Promise You karangan Gary Smalley ada sebuah janji yang menyentuh hati saya. Janji itu berbunyi seperti ini, Aku berjanji akan menjadikan rumah tangga kita “Zona Bebas Penghakiman.”Salah satu dinamika dari hubungan saya dan pacar saya (en saya yakin juga dialami oleh setiap pasangan) adalah menyatukan 2 keluarga. Ketika saya membaca janji menjadikan rumah tangga zona bebas penghakiman, hal pertama yang muncul di otak saya adalah kata-kata ini …

Aku berjanji tidak akan menganggapmu aneh kalau kamu melakukan sesuatu yang berbeda dengan kebiasaan keluargaku. Aku tidak akan menganggapmu aneh kalau kamu suka sesuatu hal yang berbeda dengan kebiasaan keluargaku. Aku akan menerimamu sebagai suamiku sekalipun kamu tidak suka seafood … *dan aku tidak akan menganggapmu ‘aneh’ karena kamu tidak suka seafood sekalipun menurutku seafood itu salah satu anugerah Tuhan terbesar :p’*.

Ada sebuah penjelasan tentang pertunangan yang sangat menyentuh hati saya, Pertunangan berarti seorang gadis bersepakat menerima kasih dan perlindungan yang ditawarkan oleh seorang pemuda dalam pernikahan.

Ketika saya membaca kalimat itu, saya sempet terkesima. Selama ini saya pikir pertunangan adalah masa untuk mempersiapkan diri untuk menikah. Just it. Masa sibuk-sibuk cari foto prewedding, fitting gown, pusing undangan, cari desainer interior, hunting ke pameran mebel. Saya tidak pernah berpikir pertunangan punya arti ‘semanis itu’. :p Menerima tawaran untuk dikasihi dan dilindungi. :o

Saya melihat standart dunia yang masuk begitu kuat ke dalam kehidupan kita, membuat kita sebagai anak-anak Tuhan kehilangan makna dasar dari rencana-rencana Tuhan yang sempurna atas hidup kita … Kehilangan makna untuk moment-moment khusus.

Saya jadi teringat akan roma 12:2. “Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.”

Tidak menjadi serupa dengan dunia ini, mencakup semua aspek kehidupan. Dan juga aspek pernikahan dan PERSIAPAN pernikahan … :p Jika kita hanya mengikuti arus dunia, we’ll missing a lot of God’s wonderful things and gifts to us. Kita harus terus memperbaharui pikiran kita, terus menyelaraskan impian kita dengan-Nya. En kita akan bisa melihat kehendak Tuhan jadi dalam hidup kita. Kehendak yang baik, yang berkenan dan yang sempurna.


Amen

Dear, ada banyak laki-laki di luar sana yang suka seafood, punya selera humor yang bagus, tapi kualitas² lain yang ada di dalam dirimu jauh lebih berharga dari itu semua. :)

Komentar-komentar
Tambah Baru Cari
agatha grace  - congrats yah   |125.166.46.xxx |13-10-2009 00:47:39
congrats yah buat cc grace yg udah mw married..thank you buat semua cerita yang
udah membantu gw balik menyadari kasih Tuhan buat kita. seriously.
ciedie  - congrat   |124.81.109.xxx |23-02-2010 23:22:56
congrat Grace; aq selalu mengikuti yulisanmu mulai dari kamu masuk Petra sampai
sekarang sudah mau merit; wow....dasyat!!! Dan menjadi berkat buat banyak orang.
Have a good preparation with JC. JBU
sari sulistyani  - thx sista:)   |61.94.119.xxx |04-03-2011 21:17:55
thx bgt...
aku baru tahu begitu berartinya pertunangan kadang aku menyepelekan
tp skr aku baru sadar..
thx sista...
Tulis komentar
Nama:
Email:
 
Website:
Judul:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Masukkan kode anti-spam yang terbaca pada gambar di atas!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."