Setelah 64 Tahun

Penilaian Pengunjung: / 5
TerjelekTerbaik 

Beberapa saat yang lalu, Mas Widi dari glorianet menghubungi para penulis untuk menulis dengan tema kemerdekaan. Ya, 17 Agustus sudah dekat! Saya berpikir dan merenung, apa ya yang bisa ditulis…

Biasanya tulisan pastoral akan berusaha menghubung-hubungkan tema kemerdekaan tersebut dengan tema alkitab. Ayat yang terkenal dan paling sering dipakai misalnya dari Galatia atau Yohanes, yang membahas soal kemerdekaan dari dosa. Atau terkadang juga para pendeta akan menghubungkan kisah bangsa Israel yang diperbudak di Mesir dan memperoleh kemerdekaan mereka.

Semua itu cerita yang mengandung harta rohani yang berharga.

Cuma saya termenung sesaat dan hendak berpikir bagi bangsa dan tanah air ini. Sudah 64 tahun sejak bangsa ini merdeka. Di mana kita sekarang? Seandainya Tuhan melihat kepulauan Indonesia dari awan-awan, apa yang ada di benak-Nya?

Baru beberapa saat yang lalu, ada bom lagi di Jakarta. Bersama itu segudang permasalahan yang belum selesai. Jumlah orang miskin masih puluhan juta. Hutan dibakar. Minyak menyusut. Lumpur panas meluap. Emas diangkut orang asing.

Apa sih artinya merdeka bagi bangsa ini? Kalau sekedar sudah bebas dari penjajahan Belanda, kayaknya sudah lewat. Ngga berarti saya mengabaikan pengorbanan para pahlawan kita di jaman perang, tapi lihatlah kondisi bangsa kita saat ini.

Saya yang tinggal di negeri jiran di Singapura, kadang merasa sedih. Negara yang saya tinggali tidak punya apa-apa, air saja tidak punya, mesti impor dari Malaysia. Minyak dan gas tidak ada, mesti bikin pipa ke Indonesia. Tanah kecil, paling segede Jakarta. Pasir ngimpor dari Indonesia. Tapi kok ya  bisa makmur. Ngga ada pengemis di jalan. Sekolah hampir gratis.

Sementara, Indonesia...saya ingat cita-cita seorang kawan saya, agar seluruh rakyat Indonesia bisa makan ayam dan telor tiap hari, kayaknya masih belum tercapai. Sekitar 30 jutaan penduduk masih hidup di bawah garis kemiskinan.

Mengapa bisa begini ya?

Tapi tiba-tiba saya teringat soal pertanyaan 'Mengapa?' Suatu ketika murid-murid Yesus juga bertanya mengenai nasib seorang malang yang buta sejak lahir, duduk mengemis di pinggir jalan.

Mengapa? Mengapa? Bertubi-tubi murid-murid Yesus menanyai guru mereka.

Yesus mengulurkan tangan-Nya sebagai jawaban. "Agar Allah dipermuliakan," ujar-Nya, dijamahnya dia dan sembuhlah dia menjadi manusia baru.

Saya pikir inilah yang Allah rindukan, mengulurkan tangan-Nya dan menjamah Indonesia. Dan kitalah, gereja Tuhan, Tubuh Kristus, yang adalah tangan-tangan Allah untuk memberkati Indonesia. Bayangkan betapa banyak yang gereja bisa lakukan kalau mau bersatu memberkati Indonesia.

Memberkati dengan doa puasa, iya, namun juga dengan tindakan nyata. Mengabarkan injil tidak hanya lewat panggung tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari. Misalkan saja kalau tiap-tiap gereja melihat ke sekellingnya dan bertanya 'Apa yang bisa saya lakukan untuk memberkati lingkungan sekitar saya'? Jemaat bisa menggunakan talentanya masing-masing, dan pelayanan gereja pun bergerak keluar dan bukan hanya di dalam gedung gereja saja. Yang pintar komputer bisa bikin kursus gratis buat anak-anak. Yang bisa masak bisa bikin kantin gratis buat yang miskin. Yang dokter bisa bikin klinik gratis. Yang pengusaha bisa bikin mikro-enterprise. Yang pinter seni bisa bikin pelatihan. Yang sarjana bikin pelatihan apa kek...Yang berlebihan berkat bisa bikin yayasan beasiswa, bikin sekolah, atau apa pun...

Kalau satu gereja bisa memberkati seratus orang di sekelilingnya. 10 gereja memberkati seribu. 10000 gereja memberkati sejuta orang. 30000 gereja memberkati 30 juta orang....dan itu cuma hitung-hitungan manusiawi, kalau memperhitungkan lima ketul roti dan dua potong ikan bisa memberi makan 5000 orang, bagaimana?

Benar kebanyakan gereja tentu bercita-cita untuk menjadi mega church. Sen demi sen dikumpulkan untuk membangun gereja yang megah, tapi kenapa ngga berpikir seperti kata Wesley, "...the world is my parish", niscaya bulatan bumi ini masih lebih besar dari mega church manapun.


**********
Singapura, Agustus 2009

 

 

 

Komentar-komentar
Tambah Baru Cari
Yohan.otan  - Mantap   |64.255.180.xxx |25-09-2009 04:27:44
Saya sangat bersyukur krn ada orang seperti saudara yg punya pemikiran yg
selaras tugas dan fungsi gereja yg sebenarnya! Gereja sekarang cuma bebicara
kasih tetapi prakteknya nol Besar! Anda mantap
Tulis komentar
Nama:
Email:
 
Website:
Judul:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Masukkan kode anti-spam yang terbaca pada gambar di atas!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."