• PDF

The Christmas I Want...

Penilaian Pengunjung: / 1
TerjelekTerbaik 
  • Minggu, 20 Desember 2009 23:51
  • Ditulis oleh Henry Sujaya Lie
  • Sudah dibaca: 2843 kali

Sepanjang jalan Orchard di Singapura sudah dihiasi lagi dengan megah dan gemerlap menyambut hari Natal ini. Orang-orang lalu lalang dengan gembira, di tengah banyak bangunan mall-mall yang baru dan mewah.

Singapura bukan negara Kristen tentunya, dan orang Kristen tentu cuma minoritas. Tetapi musim Natal disambut dengan gembira oleh banyak orang. Pertama-tama karena musim liburan. Pada umumnya beban kerja di kantor menurun, holiday-mood, lah. Orang banyak mengambil cuti, kesibukan menurun, dan siapa tidak suka melihat hiasan-hiasan Natal yang gemerlap, Sinterklas yang lucu dan pohon Natal yang indah. Natal, juga mendekati akhir tahun, dan kebanyakan karyawan menantikan bonus akhir tahun mereka. Dan tentu saja, selalu ada hal yang menarik hati yang disediakan untuk kita semua. Diskon Natal untuk Christmas fashion terbaru, menu khusus hari Natal yang menggoda lidah, dan berbagai sale dan diskon bertebaran.

Jadi siapa yang tidak suka hari Natal?

Benar, memang bagi banyak orang yang berbeban berat, suasana di atas tidak banyak menolong. Karyawan yang baru dipecat, sulit untuk menghamburkan uang untuk Christmas shopping. Orang-orang yang sakit, sulit melihat harapan di tengah mall-mall mewah bertaburan luxury goods.

Namun suasana Natal yang gemerlap itu tentu nyaman untuk sekedar ‘take a break’ setelah sepanjang tahun penat membanting tulang, bagi banyak orang.

Tapi, kan, Anda mungkin menyanggah, Natal bukan soal itu, ada pesan Natal yang sesungguhnya karena kedatangan seorang bayi di palungan 2000 tahun yang lalu…

Saya bertanya-tanya, kalau misalnya Anda sedang terjerat dan terjepit dalam masalah yang sangat berat, lalu mendengar pesan Natal, yang itu-itu lagi, yang sudah Anda dengar mungkin puluhan kali, akankah pesan Natal itu membawa arti bagi Saudara?

Kita tahu, sepertinya tidak ada yang mengena di hati kita (lagi), tinggallah Natal itu soal gemerlap hiasan lampu Natal dan Sinterklas yang lucu…

Teringatlah saya, kejadian 2000 tahun yang lalu itu, adakah hari itu benar-benar membawa arti dan mengubah hidup banyak orang?

Ya, bagi para gembala, mereka bersuka cita dan membawa berita kesukaan besar kepada banyak orang. Cerita tentang gembala bertemu bala tentara malaikat tentu cepat menyebar di kota kecil itu. Tapi, tidak banyak orang “menerima” berita itu, Alkitab cuma mencatat mereka heran. Titik. Lagipula, kalau semua orang sekota itu dan daerah itu bertobat, 30 tahun kemudian tentu pelayanan Tuhan Yesus akan lebih mudah.

Ya, bagi Simeon dan Hana, yang membawa berita sukacita itu di Bait Allah, saat Yesus berumur 8 hari. Kedua orang ini tentu tidak berbicara bahasa sandi saat itu, kesaksian mereka nyata, dan Hana adalah seorang nabi yang tinggal di dalam Bait Allah itu sendiri. Jadi mengapa cuma dua orang di dalam Bait Allah itu yang melihat ‘makna’ itu dan tidak para ahli Farisi, imam-imam, ahli Taurat, dan segala macam orang yang datang ke Bait Allah? Kalau mereka menerima Yesus pada saat itu, tentunya mereka tidak akan mati-matian menentang Yesus, 33 tahun kemudian…

Ya, bagi orang Majus yang mengarungi jarak yang jauh dan mempersembahkan barang-barang mereka yang paling berharga. Tetapi tidak bagi penduduk sekitar, yang bisa dengan mudah datang dengan berjalan kaki.

Mengapa?

Kita tahu bahwa Allah mengasihi kita, kita tahu bahwa Bayi yang datang 2000 tahun yang lalu itu adalah suatu perkara yang besar. Tetapi kenapa berita itu sekarang tidak lagi mengena di hati kita?

Karena walau kita tahu bahwa Allah mengasihi kita, kita punya kemauan dan keinginan akan ‘apa yang kita mau’ dari perwujudan kasih itu. Dan apa yang kita mau, mungkin berbeda dengan bagaimana Allah menyatakan kasihNya...

Orang-orang Yahudi menantikan datangnya Mesias selama beratus-ratus tahun, dan dalam penindasan dan penghinaan yang berat oleh orang Romawi, tidakkah yang mereka nantikan seorang Mesias yang perkasa, yang datang dengan Pedang dan Api yang menyala-nyala, dan memulihkan Kerajaan Israel pada masa itu?

Bagi para orang Farisi dan ahli Taurat, tidakkah mereka berharap, bahwa Mesias itu akan datang sebagai Imam yang megah, dalam kelebatan efod sorgawi, diselubungi awan kemuliaan yang menggentarkan semua orang, yang kemudian akan kemudian mengangkat para imam dan orang Farisi itu sebagai orang-orang penting untuk menghakimi umat Allah?

Tetapi Bayi itu datang dalam keadaan sederhana, lahir di palungan. Dia menaiki keledai saat memasuki Kota Raja, Yerusalem. Dia mengajar dan mengecam kemunafikan para ahli Taurat dan mengajak umat Allah datang langsung kepada Bapa mereka, dan dengan demikian membuat posisi para imam “terancam”. Dia duduk dengan anak-anak. Dia bercakap-cakap dalam bahasa Aram (ibaratnya Jowo ngoko) dan bukan bahasa terpelajar Yunani (ibaratnya bahasa Inggris). Dan…ya ampun…dia bergaul dengan pelacur, dia makan semeja dengan para koruptor…

Jam menunjukkan lewat tengah malam. Hening dan sepi. Lagu Natal melantun sayup memecah keheningan. Puluhan Natal berlalu sudah.

Saya berdoa, supaya Natal ini, saya dapat melihat kasih Allah sebagaimana kasih itu yang sejati. Seperti yang hati Allah pesankan. Bukan seperti apa yang saya mau. Supaya saya tidak kehilangan pesan Natal itu seperti orang-orang Israel menantikan Mesias dengan pedang, atau seperti para ahli Taurat yang kecewa melihat kesederhanaan Kristus.

Saya ingin saya dapat melihat dan merasakan kasih itu, bagaimanapun Allah memilih untuk menyatakan dan mewujudkannya dalam hidup saya.

Mungkin tak seperti yang saya mau. Mungkin tak seperti yang saya harapkan. Mungkin tak seperti impian liar masa muda saya. Mungkin tak seperti yang akal praktis saya paksakan. Mungkin tidak seperti yang saya pernah bahkan dapat bayangkan.

Saya berdoa, agar saya dapat percaya. Dan melihat. Dan mengecap. Kasih Natal yang sejati itu .

*****

Sumber gambar: CNA

 

Komentar-komentar
Tambah Baru Cari
Yeyentimalla  - The Cristmas I want   |110.139.123.xxx |04-01-2010 19:19:56
Inspirasional. Natal haruslah kembali ke definisi awal.
Yeyentimalla   |110.139.123.xxx |04-01-2010 19:20:42
Inspirasional. Natal haruslah kembali ke definisi awal.
Tulis komentar
Nama:
Email:
 
Website:
Judul:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Masukkan kode anti-spam yang terbaca pada gambar di atas!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."