• PDF

Keping-keping Maria

Penilaian Pengunjung: / 5
TerjelekTerbaik 
  • Selasa, 22 Desember 2009 15:54
  • Ditulis oleh Henry Sujaya Lie
  • Sudah dibaca: 3745 kali

Baru saja setelah saya mengirimkan renungan Natal saya ke cyber-gki, suhu dan sobat saya, Joas Adiprasetya nyeletuk di milis tentang reaksi Maria. Demikian tulis beliau,

* Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hati, apakah arti perkataan itu. (Lk 1:29)
* Tetapi Maria menyimpan segala perkara itu di dalam hatinya dan merenungkannya. (Luk. 2:19)
* Dan ibu-Nya menyimpan semua perkara itu dalam hati. (Luk. 2:51)

Ketiganya ternyata memakai kata Yunani yang berbeda-beda, yaitu: dialogizomai, symballousa, dieteri; yang menambah keunikan sosok "mistis" Maria.

Saya hampir tidak lulus bahasa Yunani dulu, dan bahkan sekarang pun saya sudah lupa huruf-huruf Yunani, untunglah dengan bantuan Internet saya berusaha dengan susah payah mencari tahu apa arti ketiga kata tersebut.

1. Dialogizomai: Untuk mengumpulkan berbagai ‘reason’, untuk menemukan penjelasan, berusaha untuk menemukan jawaban
2. Symballousa: Kelihatannya Lukas menggunakan ini untuk menggambarkan reaksinya yang berarti Maria bergumul untuk menyatukan serpihan keping-keping misteri tersebut. 
3. Dieteri: Untuk menjaganya terus menerus, dengan hati-hati, laksana harta karun.

Saya melihat ketiga kata itu menggambarkan perjalanan Maria. Pada mulanya dia berusaha mencari 'reasoning' dan berusaha mengerti dan mencari jawaban dan penjelasannya. Nah, kita semua tahu bahwa ketika berita itu datang dari malaikat Gabriel, Maria tentulah kaget dan bersukacita. Pilihan itu benar adalah anugerah tak terperi, tetapi juga membawa kegentaran, bukan? Bagaimana tidak gentar, kalau sebentar lagi dia akan hamil sebelum menikah?

Sembilan kemudian, saat para gembala datang membawa berita gembira seusai pertemuan mereka yang megah dengan para gembala di padang. Maria terus bergumul untuk mengumpulkan keping-keping misteri itu dan mencari makna dari gambar yang utuh.

Dua belas tahun kemudian, setelah kejadian Yesus dibawa ke Bait Allah, Maria akhirnya menyimpan semua kepingan itu baik-baik.  Dia menjaganya bak harta karun, dan memelihara tiap keping itu, sampai pada masanya selubung itu kan terkuak. Dia tidak lagi bergumul dan gelisah melihat keping yang berserak itu, dia tahu bahwa suatu saat dia akan melihat gambaran yang utuh dari keping-keping itu.

Hidup kita dipenuhi oleh keping-keping pengalaman dan perjalanan hidup kita dan keping-keping itu menggambarkan juga pengalaman kita bersama dengan Allah. Adalah mudah untuk menyimpan semua keping-keping kebahagiaan dan mudah juga untuk mencari jawabnya.

Saat kita diterima oleh cewek yang sudah kita mimpikan bertahun-tahun – jelas ini adalah keping rencana Allah dong, bagian dari rencana Tuhan untuk berikutnya menuju pelaminan

Saat kita diterima kerja, karir meningkat, gaji naik, promosi lancar – jelas ini adalah keping rencana Tuhan untuk hidup yang berkelimpahan

Saat studi S3 diterima full dengan beasiswa – jelas ini adalah keping akan suatu posisi dan kesempatan yang lebih besar lagi yang telah Tuhan siapkan

Saat semua lancar dan beres – tidak sulit untuk menyimpan keping-keping itu.

Tapi bagaimana kalau keping-keping itu sulit dimengerti? Bagaimana kalau keping-keping itu seperti pedang yang menembus jiwa (seperti yang dikatakan Simeon kepada Maria di Lukas 2:35)? Tidakkah cukup keping kegentaran di masa lalu ketika dia menghadapi resiko dilempari batu hidup-hidup?

Dan dalam hidup kita, kita pun banyak berurusan dengan keping-keping misteri.

Mengapa Tuhan saat itu tidak menolong kita di saat kesesakan?

Mengapa Tuhan membisu di saat kita benar-benar memerlukan suara-Nya?

Mengapa Tuhan membiarkan kita belok ke jalan itu, yang penuh dengan duri, duka, pedang dan darah, dan bukannya menuntun kita ke air yang tenang?

Saat semuanya buntu, kelihatannya jalan keluar yang mudah itu adalah membuang semua keping-keping misteri itu, alias anggap saja Tuhan tidak ada, dan bereslah semua perkara itu. Kita tidak pelu lagi menyimpan perkara itu di dalam hati, toh Tuhan tidak ada, lupakan Dia, habis perkara, buang semua keping itu….

Pagi ini saya bertemu dengan seorang kawan lama, seorang mantan CEO salah satu perusahaan asuransi terbesar di Afrika Selatan, yang kemudian di puncak karirnya memutuskan untuk datang ke Asia Tenggara dan menjadi misionaris. Sambil nongkrong di warung kopi, kami berbincang-bincang dan saling berbagi pergumulan kami masing-masing. Dia bercerita tentang kesulitannya untuk ‘membuka ladang’ di salah satu negara komunis, karena tertutupnya negara itu. Dia menyadari kalau pengalaman ini juga mengajarnya untuk menjadi lebih peka dan rendah hati.

Lalu dia berkata,”Salah satu karakter kekuatan Kristus adalah kerendah-hatianNya. Allah itu begitu rendah hati, dan seringkali saat Dia memberi dan memberkati kita, kita tidak menyadarinya, karena Allah tidak ‘membesar-besarkan’ hal itu…” Apa yang tidak kita pikirkan dan bayangkan, itulah yang Allah sediakan bagi kita.

Banyak keping-keping misteri yang tidak kita mengerti dan kerendahan hati Allah menyelubunginya. Sang Raja lahir sederhana di palungan, gantinya istana megah. Datang sebagai bayi lemah, gantinya panglima dengan pedang api. Dikerubungi para gembala sederhana, gantinya para penguasa yang berpengaruh.

Ya, ada banyak keping-keping misteri yang masih harus kita simpan. Terkadang selama disimpan laksana pedang yang menembus jiwa, namun biarlah kita dapat melihat Allah bekerja dengan rendah hati di balik selubung itu, sampai kita dapat melihat muka dengan muka, gambaran yang utuh dan jelas itu…. Dan kan kita lihat kepingan itu membentuk suatu lukisan kasih karunia yang indah.

****

 

Komentar-komentar
Tambah Baru Cari
Rambu Nedi  - Semuanya untuk kebaikan kita   |61.30.105.xxx |26-01-2010 15:36:32
Banyak hal/keping yang kita tidak mengerti dalam hidup kita.Tetapi dengan
penyerahan diri yang utuh kepada-NYA, kita tau bahwa setiap kepingan itu adalah
bukti kasih-Nya kepada kita dan untuk kebaikan kita. Dengan memiliki karakter
Yesus (Kerendahan Hati) kita akan dimampukan untuk selalu bersyukur dalam segala
hal yang terjadi dalam hidup kita. Trims Pak Henry artikelnya, sangat
memberkati.
Agave  - Akulah yang tidak mendengar.   |64.255.180.xxx |04-02-2010 08:12:12
Entahlah,memang benar adanya misteri itu menyimpan makna yg sangat
trselubung.
Sbg manusia yg mrasa gagal brtumbuh dlm iman,telingaku trtutup
dr firman-Nya.Hri ni aku ingin bljr mendengarNya,menyimpan kepingn
misteri2 itu,dn aku ingin dbentuk mjd pribadi yg dengar2an,dn
peka trhdap rencanaNya.Tuhan berkati....
Please love me,Christ...
Quote:
Sendy Beatrix  - Keping-Keping Maria   |125.166.205.xxx |11-02-2010 12:19:03
Aku ini hamba Tuhan.. Jadilah padaku sesuai kehendakMu... Kepingan bahagia
ataupun kepingan misterius, ada Tuhan Yesus didalamnya.. Tx ya. GBU
Tulis komentar
Nama:
Email:
 
Website:
Judul:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Masukkan kode anti-spam yang terbaca pada gambar di atas!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."