• PDF

Kasih yang Memercik Api Visi

Penilaian Pengunjung: / 9
TerjelekTerbaik 
  • Kamis, 04 Maret 2010 00:00
  • Ditulis oleh Henry Sujaya Lie
  • Sudah dibaca: 5413 kali

Kebaktian minggu terakhir tahun 2009 dan minggu pertama tahun 2010 di gereja kami dipimpin oleh Pendeta Ayub Yahya. Saya suka gaya bicara Pdt Ayub, apa adanya dan tidak dibuat-buat. Intonasinya di atas mimbar sama seperti waktu beliau ngobrol di rumah saya. Dan, kedua khotbah di akhir dan awal tahun itu berkesan bagi saya, karena bermakna dalam tapi juga praktis dan sederhana.

Di akhir tahun, Ayub menutup dengan sharing dari Kitab Wahyu tentang pesan pada jemaat Efesus (Why 2:1-6). Intinya mengingatkan jemaat Efesus tentang kasih mula-mula, walaupun dikatakan bahwa jemaat Efesus adalah jemaat yang tekun, sudah berjerih-payah-lelah, dan setia menjaga doktrin mereka. Dengan kata lain, kurang lebih, pelayanan dan pengajaran top, tapi kasih sudah minus.

Di awal tahun, Ayub mengawalinya dengan sharing akan pentingnya visi dari kisah Nuh dan bahteranya, bahwa Tuhan-lah yang memberikan mereka visi untuk membuat bahtera supaya kemudian mereka dapat memulai hidup baru setelah lewat banjir besar. “Hidup tidak bisa asal mengalir,” ujar Ayub, sambil mengutip dari Amsal, tanpa wahyu (atau visi) maka liarlah rakyat.

Saya tiba-tiba melihat dua sharing ini kalau digabung bisa jadi perspektif yang menarik. Saya berpikir tentang kondisi jemaat Efesus. Pada mulanya mereka tentu bergelora dan berapi-api. Mungkin awalnya pengajaran dan pelayanan mereka berlepotan. Saya bayangkan majelis dan pendetanya sering bergumul untuk merumuskan visi mereka. Visi mereka boleh jadi untuk mematangkan pelayanan mereka, menjaga kemurnian ajaran mereka, menjaga ketekunan dan kesinambungan ibadah mereka. Tentulah mereka tidak akan merumuskan visi yang akan membuat  mereka ditegur, “..betapa dalamnya engkau telah jatuh…” Mereka tentu tidak punya maksud supaya jatuh, mereka tentu ber-visi supaya mereka naik, naik dan naik. Menjadi kepala dan bukan ekor.

Nyatanya mereka jatuh. Sangat dalam pula. Eugene Peterson dalam versi Alkitab “The Message” bahkan mem-parafrase-kan kejatuhan itu sebagai ‘the Lucifer’s fall’, untuk menggambarkan betapa dalamnya kejatuhan mereka.

Mengapa? Mengapa bisa begitu? Kita bertanya-tanya. Mengapa sebuah gereja yang pelayanan dan pengajarannya top, dikatakan telah jatuh begitu sangat dalam.

Karena mereka telah kehilangan kasih mereka. Kasih yang mula-mula, yang menggelora, yang mengobarkan jiwa mereka, yang memotivasi mereka untuk membuat visi mula-mula, ternyata telah padam. Dan menyedihkan, saat kasih itu padam, walaupun visi-visi itu seperti sudah “tercapai” ternyata tidak dapat menyelamatkan mereka dari kejatuhan yang dalam.

Saya jadi teringat lagi akan sharing Ayub, yang menekankan bahwa yang menyuruh Nuh untuk membuat bahtera itu adalah Allah sendiri. Bukan hanya menyuruh bahkan Allah juga memberikan design-nya (panjang lebar tinggi) kepada Nuh. Jadi, visi itu hendaklah berasal dari Tuhan. Visi itu bukan maunya kita sendiri, tapi asalnya dari Tuhan.

Nah, sama juga kalau kita bicara soal kasih mula-mula, darimana datangnya kasih itu? Kasih itu perkara yang sukar dan ajaib. Apakah jemaat Efesus begitu salehnya sehingga mereka dari lahir sudah berbekal kekuatan kasih itu? Tidak. Saya yakin, kasih mula-mula yang mereka miliki adalah dari perjumpaan mula-mula mereka dengan Kasih itu sendiri. Allah adalah Kasih. God is Love. Dan Dia-lah sumber segala sumber dari kasih yang sejati. Sumber Kasih itulah yang menanugerahkan kasih mula-mula itu kepada mereka.

Ingat Petrus saat pertama berjumpa dengan Tuhan Yesus? Dia begitu ‘overwhelmed’ sampai-sampai dia tersungkur dan memohon agar Tuhan Yesus pergi daripadanya. Singkat cerita dia meninggalkan segalanya dan mengikut Yesus. Karena apa? Karena dia berjumpa dengan Kasih itu sendiri, dan kasih itu membakar dia untuk meninggalkan segalanya.

Kita tidak dapat merasakan kasih mula-mula, juga tidak dapat kita terus menerus memiliki kasih itu, kalau kita tidak terus menerus pula bergantung pada Kasih itu sendiri, sumber dari segala kasih. Tanpa kasih, visi kita menjadi hambar. Saudara, biarlah Allah yang adalah Kasih itu menggelorakan visi dalam hidup kita, dan tidak sampai di situ, namun juga kasih dari Allah itu terus menerus memupuk visi kita. Kasih itu menyirami visi kita. Kasih itu memerciki api visi kita bagai minyak, sehingga visi kita tetap bergelora dan penuh kasih. Dan niscaya, dari hidup kita yang dibakar oleh visi kita, mengalir juga kasih Illahi itu dalam kehidupan kita.

Saya menutup dengan lagu yang kami nyanyikan waktu minggu Advent

 

Andaikan aku lakukan yang luhur mulia

Jika tanpa kasih cinta hampa tak berguna

Ajarilah kami bahasa cintaMu agar kami

Dekat padaMu ya Tuhanku

Ajarilah kami bahasa cintaMu agar kami

Dekat padaMu

Andaikan aku pahami bahasa semua

Hanyalah bahasa cinta kunci tiap hati

Cinta itu lemah lembut sabar sederhana

Cinta itu murah hati rela menderita

Andaikan aku dermakan segala milikku

Tapi hanyalah cintaku sanggup membahgiakan

 

Komentar-komentar
Tambah Baru Cari
RUDOLF  - Kasih   |125.165.17.xxx |18-03-2010 15:35:07
Kasih adalah hal yang terindah dalam hidup kita apabila kita ingin hidup dalam
kerajaan sorga lakukan kasih dari Allah dalam hidup kita sehari-hari kepada
diri kita sendiri, orang tua, istri/suami (yang sudah menikah), anak, saudara/i
kita, teman-teman, segala mahluk hidup. Amin
BAMBANG MULYATNO  - GOD IS LOVE   |118.97.168.xxx |20-05-2010 14:04:59
INGIN MERASAKAN KASIH YANG SESUNGGUHNYA, KEMBALILAH KEPADA ALLAH YANG ADALAH
KASIH, IA TAHU APA KITA BUTUHKAN DALAM HIDUP YANG SINGKAT INI, YAITU KASIH YANG
TERINDAH DAN SEMPURNA
Sendy Beatrix  - Kasih yang memercik Api Visi   |125.160.106.xxx |21-05-2010 05:56:03
Kasih membuat saya mampu mengampuni orang yang melukai kita.. Kasih membuat saya
mengerti orang yang menyakiti.. Kasih membuat saya sadar untuk apa hidup ini..
Kasih itu jugalah yang membuat saya mau melayani Tuhan dengan sungguh.. Semuanya
karena Kasih.. GBU
sherly sylvia   |110.136.222.xxx |29-07-2010 00:38:34
yupp,,,
Saya pUn m beLajaR,,,
Untuk menGasihiNya dengan suNgguh>>>>>>
Mian  - Kasih Mula-Mula   |114.57.133.xxx |13-06-2010 12:21:14
Kasih mula - mula terhadap Tuhan kita Yesus yang akan terus membuat kita tidak
jatuh dan kasih itulah yang mendasari setiap pelayanan sehingga ketika
merencanakan segala sesuatu bertanya apa yang Tuhan inginkan untuk
dilakukan.
Terimakasih untuk tulisannya kembali menyegarkan dan megingatkan visi
hidup ini
Tuhan Yesus berkati
Chipa  - God is love     |64.255.164.xxx |23-07-2010 03:44:06
..kita harus menyadari betapa baiKNya Kasih Bapa utk anak-anaKNya,,
Tak
berkesudahan Kasih SetiaNya sll Baru tiap detik dlm hiduP ku akan berterimakasih
krn 30 thn sdh Bapa mengasihiku..Terimakasih BapaKu yg Baik
sherly sylvia  - aBouT Him   |110.136.222.xxx |29-07-2010 00:36:48
TuhaN meMang gak kasih apa yang kiTa ingiNkan...
tapi,,yakin karena
kasihnya,,,,
Tuhan akan kaSih,,,aPa yang jaUh lebih kiTa butUhkan....
Tulis komentar
Nama:
Email:
 
Website:
Judul:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Masukkan kode anti-spam yang terbaca pada gambar di atas!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."