• PDF

ANTARA KORINTUS DAN SMIRNA, SEBUAH PERJALANAN IMAN

Penilaian Pengunjung: / 2
TerjelekTerbaik 
  • Jumat, 17 April 2009 16:51
  • Ditulis oleh Henry Sujaya Lie
  • Sudah dibaca: 3935 kali
Korintus adalah sebuah kota pelabuhan yang makmur. Ia bahkan merupakan salah satu dari tiga kota pusat ekonomi utama di Yunani. Sejarahwan Strabo, mencatatnya, "Korintus disebut makmur, karena perdagangannya, yaitu karena letaknya di Isthmus dan memiliki dua pelabuhan, yang satu menuju ke Asia dan satunya lagi menuju ke Italia, dan ini memudahkan para pedagang dari kedua negara yang saling berjauhan." 

Lechaeum, pelabuhan barat dari teluk Korintus ini, adalah pelabuhan dagang menuju Italia dan Sisilia, dan Cenchreae, pelabuhan timur di teluk Saronic, adalah pelabuhan untuk negara-negara Mediterania timur. Pada masa itu, telah dibangun suatu sistem transportasi logistik (Gk: diolkos) dari pusat kota ke Lechaeum sepanjang 2 mil. Dan jadilah Korintus menjadi suatu teritori ekonomi yang jauh di atas koloni Roma lainnya. Ketika Paulus tiba di Korintus pada tahun 51, ia melihat sebuah kota yang berumur 100 tahun lebih sedikit, namun lima kali lebih besar dari Athena!


Korintus, ibukota Achaia, adalah kota sosial budaya dan bermacam-macam agama dan pengetahuan, termasuk agama Yahudi. Pada tahun 49 orang-orang Yahudi diusir dari Roma dan mereka berimigrasi ke Korintus, menjadikan Korintus sebagai sebuah komunitas Yahudi yang paling kosmopolitan. Acara budaya Korintus yang terkenal adalah 'Ishtmian Game' di mana setiap dua tahun mereka adakan untuk menghormati Poseidon dewa laut. Di jantung kota ini juga terdapat kuil Apollo yang terkenal. Sejarahwan Strabo juga mencatat adanya 1000 pelacur 'sakral' di kuil Aphrodite di atas Acrocorinth, gunung yang paling terkenal di Korintus. Bahkan kata Korintus yang berasal dari kata 'korinthiazomai' adalah berarti 'percabulan'. Seperti kota pelabuhan lainnya, jasa pelacuran mudah didapatkan.

Inilah Korintus, kota kosmopolitan yang sibuk, yang berlari cepat, menyediakan segala macam variasi hidup bagi masing-masing kelas dan komunitas yang kompleks adanya. Kota yang menyediakan banyak pilihan. 

***

Demikian pula jemaat Korintus, adalah jemaat yang bertumbuh pesat. Paulus bahkan menjadikannya sebagai kantor pusat bagi pekerjaan misinya ke arah barat. Sebuah kota yang muda, dinamis, dan tidak terikat oleh tradisi. Sebuah campuran dari individu-individu yang tercerai berai tanpa identitas etnis yang kuat, yang berusaha dan berjuang untuk mencapai status sosial ekonomi yang terhormat. 

Dan itulah kondisi jemaat Korintus, kompleks dan bhineka, yang terstruktur dalam bentuk gereja 'cell group' atau gereja rumahan. Dan melihat latar belakang Korintus, wajar jika kita dapati Korintus sebagai gereja yang kaya, mapan, yang pantas untuk dipajang di tengah kota Korintus sebagai suatu model kesuksesan. Dan bukan hanya itu, jemaat ini adalah jemaat yang dianugerahi karunia-karunia (charisma) untuk pelayanan. Menjadikan mereka tidak kekurangan tanda-tanda dan mukjizat. Sebuah keadaan, yang rasa-rasanya ... ideal, bukan begitu?

Namun dalam suratnya I Korintus 10:1-14, Paulus tiba-tiba membandingkan kekayaan dan kemapanan Korintus dengan keadaan bangsa Israel pada zaman Keluaran. Bagaimana di tengah-tengah mukjizat yang luar biasa, mulai dari laut merah, terus sampai suara yang menggelegar dan mengguntur di gunung Sinai, kurang apa lagi mukjizat yang perlu ditunjukkan kepada orang Israel? Namun Allah tidak berkenan kepada sebagian besar dari mereka, sebagian mati oleh ular, sebagian dihukum malaikat maut, terkutip dalam surat Paulus.

Dan Paulus mengecam keras mereka: keduniawian mereka, penyembahan berhala, dan percabulan. Orang-orang Korintus adalah orang yang 'diberkati' dengan banyak pilihan. Kehidupan mereka sepertinya mulus dan biasa-biasa saja di tengah berpacunya kehidupan kosmopolitan. Tuhan, hanyalah satu dari seratus pilihan dan prioritas. Masih ada 99 lainnya. 

***

Kita mengeluh ketika kita dalam keadaan sukar, ketika hutang iman ditagih. Ketika bon iman dilempar ke muka kita. Ketika kita harus membuat pilihan antara dua pilihan. Ikut Kristus atau 'mati. Kita mempertanyakan keberadaan Allah dan kekuasaanNya, ketika kepedihan merobek jiwa. Ketika penderitaan menusuk hati betapa kita berharap beban hutang iman ini bisa dilunasi, tanpa pengorbanan. Kita memimpikan kuasa Allah secara ajaib bisa turut campur dalam setiap kesulitan.

Sejarah menunjukkan sisi ironis. Ketika keberadaan Allah dan segala kekuasaanNya sangat nyata, terlalu nyata, itu tidaklah membuat orang-orang Israel di padang gurun bertobat. Gantinya bersekutu akrab dengan Allah, mereka menjerit-jerit ketakutan ketika suara yang mengguntur datang, dan mereka sampai memohon-mohon karena tidak tahan melihat kemuliaan Allah lewat muka Musa. Dan mereka tetap mengeraskan hati mereka. Demikian pula jemaat Korintus, dalam ketidak-kekurangan mereka, Paulus menegur mereka dengan sangat keras.

Ketika hidup mudah dan mulus, ketika hidup memiliki banyak pilihan, dan Tuhan hanyalah satu dari sekian banyak pilihan, rasanya inilah tantangan dan peringatan buat kita. Ketika semua doa terkabul, ketika anugerah karunia bertebaran sampai-sampai kita sudah biasa dan kebal, ketika itulah tantangan iman terjadi. Ketika itulah kita harus membuat pilihan. Hendak kemana kita berangkat dari pelabuhan Korintus? Menuju Smirna, dimana iman dan kesetiaan kita dimurnikan? Semoga !

***

Satu generasi dari bangsa Israel gagal masuk ke tanah perjanjian. Korintus runtuh dan hancur oleh gempa bumi di kemudian hari.

(Singapura, 11/04/2002. Ditulis setelah membaca tulisan Pdt Eka Darmaputera, suhu yang saya kagumi sangat.)

* Henry Sujaya, Mahasiswa Singapore Bible College, tinggal di Singapura ( Alamat e-mail ini diproteksi dari spabot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya ).
Komentar-komentar
Tambah Baru Cari
danny  - Salam kenal   |114.56.78.xxx |04-11-2010 13:22:24
Syaloom Henry,

Apa anda alumnus SBC?
Tulis komentar
Nama:
Email:
 
Website:
Judul:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Masukkan kode anti-spam yang terbaca pada gambar di atas!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."