A Journey of Destiny - Trust and Obey

Penilaian Pengunjung: / 0
TerjelekTerbaik 
"Apakah Anda pernah gagal...atau merasa gagal dalam hidup Anda. Saya lihat hidup Anda begitu mulus dan lancar..." 
Saya sedang bertanya pada seseorang. Seseorang yang CV-nya ada di depan saya dan isinya begitu menakjubkan. Seseorang yang saya tanya itu, tersenyum dan tertawa pendek.

"Apakah tenggelam dalam alkohol, dan hendak bunuh diri..bukan kegagalan?" 

Hening seketika. 
Saya tidak menyangka jawaban seperti itu. 

Di hadapan saya adalah seorang bisnisman sukses, direktur dan pemegang saham dari lima perusahaan di Australia dan Amerika. Seorang mantan jurnalis yang sangat berhasil dan mantan penasehat media Perdana Menteri Australia di masa lalu. Dan saya, seorang "jurnalis wannabe" yang masih ingusan, sedang mewawancarai seorang jurnalis kawakan yang memenangkan University of Queensland Journalism Prize.

Lalu meluncurlah ceritanya. Dalam usia muda karirnya menanjak pesat. Ia meraih apa yang disebut orang sukses pada usia relatif muda. Memperoleh 4 gelar, 1 master, di bidang jurnalistik. Bergabung dengan stasiun berita Channel 9 dan menjadi kepala divisi pada usia 22. Mendirikan perusahaan sendiri di bidang Humas yang kemudian menjadi perusahaan serupa terbesar di negara bagian-nya, sampai menjadi penasehat PM Sir John Gorton. 

Tapi hidupnya terikat alkohol. Ketergantungannya pada alkohol menyebabkan dia selalu membutuhkannya untuk stamina kerjanya. Dan jauh di lubuk hatinya ada sebuah lubang kosong. Kehampaan hidup - ironisnya - di puncak kesuksesannya. 

Lalu ia menentukan satu hari di mana dia akan menghabisi nyawanya. Dia telah menyiapkan segalanya, termasuk surat perpisahan. Dan di situ di sebuah ranjang rumah sakit di Sidney, sesaat sebelum dia menghabisi nyawanya, dia memutuskan untuk berlutut berdoa. Teringat akan kenangan samar-samar tentang Tuhan yang pernah dia dengar semasa kecil di gereja Anglikan-nya. Sekonyong-konyong, Tuhan menjawab doanya. Dan berbicara kepadanya.

The rest is history. Allah memakai dia luar biasa dalam pelayanan market place. Allah memanggil dia memulai gereja di Ukraine (USSR, waktu itu) dan dari situ lahir gereja terbesar di Eropa dengan 17.000 anggota saat ini. Di Singapura dia mendirikan Business Breakthrough Ministry dengan 2500 orang anggota saat ini.

Pertanyaan berikut. Pertanyaan yang dititipkan oleh rekan saya dari getLife! 
"Tapi bagaimana kalau kita - orang Kristen - juga mengalami kegagalan? Banyak orang Kristen yang merasa hidupnya gagal atau tidak maju-maju, misalkan dalam bisnis atau karir...?"

Dan sekonyong-konyong, saya keluar dari teks. Entahlah, mungkin tanpa sengaja, meluncur cerita saya tentang sekelumit kegagalan sebuah perjalanan."I almost lost everything, even though by His mercy, He then brought me back. I still felt the wound, the fear and the discouragement after that..." 

Dia menjawab, "Allah memakai saat-saat seperti itu untuk maksud tertentu. Allah memakai saat-saat itu untuk menarik perhatian kita.."

Sekonyong-konyong, jurnalis kawakan di depan saya seolah melembut dan memandang saya secara pribadi seperti seorang bapa.

[Uh, this is an interview session, Henry. Not a counseling session]. 

"Saya percaya engkau belajar banyak lewat peristiwa itu. Allah rindu untuk membawamu menjadi seperti yang Dia inginkan. Semua kerugian dan penghinaan yang engkau alami itu adalah harga sebuah pendidikan. And God will bring you to the destiny that He has given you..."

[Uh....suddenly it is as if God speaks to me through him. I am almost burst. But, no! This is a professional interview session. I have to control my emotion.]

"Sepanjang kita mendengar dan mengikuti kehendakNya... just trust and obey...dan Ia akan membuatmu berhasil .." 

Trust and Obey. 

Kalimat ini begitu sederhana. Inilah rahasia keberhasilan yang berfokus pada Tuhan dan Tuhan saja. Inilah definisi keberhasilan. Mungkin saking terlalu sederhananya terlalu sukar untuk menceritakannya, seperti kata teman saya, Pongky , "Sometimes the truth is so simple that we cannot convey the message..."

Trust and Obey. 

Percaya bahwa Allah telah mendesain sebuah "destiny" bagi kita masing-masing. Yang unik dan spesial untuk setiap insan.

Taat dan mengikuti kehendakNya. Kehendak yang telah dia rancang untuk kita masing-masing. 

No other way. 

The way of the journey. 

The journey of destiny. 

************** 

Singapore, Early Dec 2004 
Dedicated with deepest gratitude to John Gagliardi 
Dedicated to my sister Stefi Lie and my friend Chris who shared the tough journey of "trust and obey". 
Thanks to "Han-Separuh Nafas" who "miraculously" shared "trust and obey" in the MSN even before I share my story. 
Thanks to Harun for the privilege of sharing the journey together, sitting next to me thru the session. 
Thanks to my sister for the comforting adventurous vision this morning to reach to the millions. OK, I don't care of people's story, just care for God's story for the people.

Thanks to Pongky Sinaga for the saying.
Komentar-komentar
Tambah Baru Cari
Tulis komentar
Nama:
Email:
 
Website:
Judul:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Masukkan kode anti-spam yang terbaca pada gambar di atas!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."