History Making Christmas…

Penilaian Pengunjung: / 0
TerjelekTerbaik 
Hey, siapa tidak kenal Sinterklas atau Santa Claus? Legenda akan sebuah sosok pemurah yang dicintai anak-anak karena membawa banyak hadiah yang menyenangkan. Legenda yang berasal dari kisah tentang St. Nicholas ini menjelma menjadi tokoh-tokoh di tiap negara. Di Jerman di sebut Weihnachtsmann, di Inggris disebut Father of Christmas, di Belanda disebut Sinterklaas. Namun semuanya sama, sebuah utopia akan adanya suatu semangat kebaikan, yang membawa damai dan perbaikan. Impian anak-anak, sih – cuma fairy tales, ejek orang dewasa - …. Tapi, uh, adakah orang dewasa juga tidak punya sentimental seperti itu?

**********

Tahun 1914, di sebuah malam yang dingin. Bukan malam yang tenang di suatu tempat, karena di tempat itu sedang terjadi peperangan antara tentara Jerman melawan tentara Inggris. Ya, saat itu adalah Perang Dunia I.

Namun malam itu ada sesuatu yang lain. Sekonyong-konyong tentara Inggris berseru, “Hai..lihat apa yang tentara Jerman lakukan!”

Dari seberang sisi yang lain rupanya mulai terdengar sedikit hiruk pikuk. Tentara Jerman menghiasi beberapa pohon dan membuatnya menjadi pohon Natal. Tak lama kemudian kedua belah pihak –yang beberapa saat yang lalu saling menyabung nyawa- kemudian berkumpul di daearah yang disebut No Man’s Land dan merayakan Natal bersama. Tentara Jerman menyanyikan O, Tannenbaum dan tentara Inggris menyanyikan The First Noel secara bersahut-sahutan.

Seorang tentara Inggris bercakap-cakap dengan bahasa isyarat dengan tentara Jerman dan saling menukar rokok dan makanan. Sayang, matahari terus berjalan dan menyeret seserpih impian utopia akan impian damai Natal. Pagi terbit dan perang berlanjut. Sang tentara Inggris melemparkan granatnya dan berpikir sendu, entahkah ini akan menimpa temannya yang membagi rokoknya kemarin malam. Sejarah mencatat sekilas impian ini sebagai the Legend of Christmas Truce.

***********

Manusia menyimpan harapan ini. Impian akan sesuatu yang ajaib, wonderful dan luar biasa di hari Natal. Sisi sentimental manusia? Mungkin.

Yang jelas anak-anak tidak dapat menciptakan Sinterklas kecuali keinginan mereka yang membuat para bisnisman membuat aneka ragam dagangan untuk mengeruk uang orangtua-nya anak-anak.

The Legend of Christmas Truce hanya sejarah. Sebuah fenomena sentimental manusia. Seperti sejarah beberapa hari yang terhapus oleh tahun demi tahun perang, kematian, tangisan, terror, ketakutan, ancaman, kekuatiran, keperihan, dan seterusnya…

Namun, hey, mengapa tidak? Lihatlah karya Natal yang sesungguhnya, yaitu kerelaan Allah untuk datang dan turun bagi umat manusia. Allah mengubah sejarah umat manusia. Dan sejak 2000 tahun lebih itu, berapa banyak manusia yang telah diubahkan? Manusia yang lelah beroleh kelegaan, yang gelisah beroleh pengharapan, yang hilang tujuan menemukan makna hidup, yang kehilangan cinta, dicintai dan yang seharusnya terpisah dari Allah, diselamatkan. Perubahan itu mengubah dataran dunia, pemerintahan, tatanan sosial, namun bahkan itu hanyalah permukaan dari perubahan yang sesungguhnya. Yaitu kedatangan Kerajaan Allah bagi umat manusia.

Sentimental manusia mungkin hanya sekedar membawa kita ke dalam sekedar perasaan blue of Christmas, or white..whatever. Well, kunjungan ke yatim piatu sekedarnya setahun sekali. Beberapa kado dibagikan. Beberapa lagu dinyanyikan. Beberapa pesta diadakan. Beberapa kartu dikirim..Is that all?

But, guys.. the spirit of Christmas is more than just a sentiment. Semangat Natal Allah adalah semangat ketekunan yang membawa Kerajaan Allah dari palungan sampai ke kayu salib, dan terus ..dan terus sampai semuanya digenapi. Sekeliling kita, tetangga kita, rekan sekerja kita, kepada merekalah semangat Natal dapat terus menerus dibagikan tiap-tiap hari. Setiap momen, saat kita berjumpa dengan seseorang, dapat mengubah sejarah. Setiap momen, dapat meninggalkan warisan yang mengubah jalan hidup orang-orang yang kita temui. And I tell you, what you have done to each of them is more memorable to them than..say any hero like Napoleon, Julius Caesar, etc..

May the spirit of Christmas brings you true joy and selfless love.

And the air is filled with grace, like a dreamy fairy tales – but oh, it’s even more beautiful..

Merry Christmas, may the Spirit of God brings us the true spirit of Christmas…

Komentar-komentar
Tambah Baru Cari
Tulis komentar
Nama:
Email:
 
Website:
Judul:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Masukkan kode anti-spam yang terbaca pada gambar di atas!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."