• PDF

Dancing on the Water

Penilaian Pengunjung: / 0
TerjelekTerbaik 
  • Sabtu, 18 April 2009 11:59
  • Ditulis oleh Henry Sujaya Lie
  • Sudah dibaca: 1642 kali
Pernah ngga ngalamin hal yang terburuk dalam hidupmu? Pokoknya sesuatu yang disebut "the lowest point" dalam hidup kita, deh. Mungkin udah berlalu, tapi mungkin saking hebatnya peristiwanya, bukan mustahil sampai sekarang kita masih ngerasain traumanya. Seperti cerita-cerita sedih yang saya dengar di Aceh setelah kejadian Tsunami itu lho. Banyak nelayan takut untuk melaut lagi, banyak penduduk buru-buru manjat pohon waktu ada gempa susulan. Ngga mudah, hidup dengan bayang-bayang kegelapan masa lalu. Yah, kita mungkin pernah ngalamin. Entah itu di-strap guru SD, dibo'ongin cowok, ditinggal orang yang kita cintai, gagal masuk perguruan tinggi, ga naek kelas, diusir orang tua, bisnis ambles, ditolak cewek, dikejar-kejar yang nagih utang, dll.

Atau malah jangan-jangan ada yang ngalamin juga sekarang? Lagi ngalamin masa-masa yang gelaaaaaap banget. Saking gelapnya mungkin kita cuma bisa bilang "Au ah, gelap!", abis saking udah putus asa dan ngerasa udah ga ada jalan keluar.

Alkitab, hampir di bagian awal, tepatnya di Kejadian 1:2 mencatat suatu peristiwa yang menarik. Bunyinya gini yah, "Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air."

Wah, ayat apaan ini? Kok susah be'eng? Embeeer, deh. Ini kan cerita tentang penciptaan. Itu lho, pokoknya waktu di sekolah minggu kita taunya hari ke satu jadi apa, hari kedua jadi apa, dan lalu ada cowok ama cewek diciptain dan terakhir jadi hari Sabat. Tapi ayat yang ini, jarang-jarang sih dibahas, kan bacaannya aja udah susah gitu.

Nah, tapi sebetulnya saya baru temuin kalao ini ayat sebetulnya salah satu ayat yang paling indah deh dalam Alkitab.

"Bumi belum berbentuk dan kosong" - dalam bahasa aselinya, yaitu bahasa Ibrani, kata belum berbentuk (towhu) dan kosong (bowhu) tuh artinya suatu kehancuran yg udah ga berbentuk lagi, kaya sampah, kaya buangan, pokoknya sesuatu yang kacau balau dan rusak banget deh. Trus kata "gelap gulita" (kho-shek) yang emang artinya kegelapan juga menyimbolkan akan kesedihan, kematian, duka, kehancuran, kejahatan….Wah jadi setengah ayat pertama ini mau cerita sama kita, suatu keadaan yang pokoknya bener-bener mengenaskan buanget deh sampe-sampe ga bisa dilukiskan lagi dengan kata-kata.

Hey guys, adakah ini gambaran hidupmu sekarang? Mungkin kamu ngerasa dah dalam keputus-asaan yang paling hebat sampe-sampe dah ga ada jalan keluar. Kalau kita lihat gambaran ayat di atas, bayangin kita dalam keadaan yang gelap, kacau, dll..kira-kira ada jalan keluar ga sih? Yee, kalau nurutin logika manusia sih, kayanya ga ada…

Duh, gimana dong?

Tapi sungguh luar biasa deh Allah kita yang udah nulisin ayat Kejadian 1:2 tadi. Masih di ayat yang sama, separo ayat lagi bilang bahwa ada Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air.

Jreeeengg!!

Cuma Allah kita yang bisa bilang seperti itu bahwa di tengah-tengah masa-masa kegelapan yang paling dahsyat pun, ada Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air. Dalam teks aselinya, kata air (may-hem) sebetulnya berarti air yang bergolak dahsyat. Tapi eh, Roh Allah anteng melayang di sana. Ngapain tuh Dia melayang-layang di sana? Seolah Dia mau bilang kalau di tengah keadaan kita yang paling sukar pun ada hadirat Roh Allah yang siap melepaskan. Ayat di atas bener-bener bagus deh, dua buah kejadian digabungin dalam satu ayat, yang separo ngegambarin keadaan yang susah banget sampe-sampe ga ada jalan keluar, dan yang separo lagi nyediain jalan keluarnya. Seperti mau bilangin, bahwa jalan keluar dari segala masalah yang paling berat sekalipun ada deket sekali, ada di situ-situ juga, cuma perlu teriak dan masuk ke hadirat Roh Kudus. Emang kalau buat dunia udah ga ada jalan keluar. Udah buntu. Tapi justru kalau buat Allah tuh, ga ada yang mustahil sama sekali. Roh Allah anteng-anteng aja melayang-layang (kayak nari kali yaa) di atas bergolaknya kemustahilan, karena emang buat Dia tuh gampang aja untuk mengubahkan segalanya.

Dan emang, ayat selanjutnya nyeritain kalo Allah trus menciptakan terang. Lalu ada keteraturan, dan Dia memisahkan terang dan gelap. Guys, inilah perbuatan Allah, justru dalam keadaan yang kelihatannya yang paling mustahil Dia menyatakan kemuliaanNya. Inget ngga, waktu Musa membelah laut merah? Itu kejadian kan mengerikan banget buat bangsa Israel. Di belakang ada tentara Firaun siap membantai mereka, di depan ada laut. Mau lari kemana? Pasti ngga kepikir sama mereka bahwa ternyata enteng aja buat Tuhan…lautnya dibelah, bo!

Guys, kalo hidupmu lagi berat dan gelap sekarang, pandang Roh Allah dan masuk ke hadiratNya. Ulurin tangan kita dengan iman. Kita bisa menari bersama-sama Dia di atas segala permasalahan kita, di atas bergolaknya kemustahilan, di atas dahsyatnya tekanan, di atas kegelapan yang mengerikan itu. Sesaat akan kita lihat, selagi kita menari bersama Dia, kita akan melihat terang! Allah akan memisahkan gelap dan terang, dan memindahkan kita dalam terang yang tenang, dalam dekapanNya senantiasa.

Guys, izinin Roh Kudus bekerja sepenuhnya….

******
// "pejamkan matamu..
ulurkan tanganmu.."
kutepis galau dan kuraih tanganNya
kulupakan derau ngeri gelap di bawah sana
melayang, menari
terbang bersama Dia
di atas air yang bergolak…//

*********
Singapura, 22 Feb 2005
With deepest gratitude to Rev. Kong Hee for the inspiration.
Dedicated to Ps. Niko Prajogo & Justin in remembrance of their pastoral care.
…sorry to my hermeneutics lecturers..guess this is my "strangest" hermeneutics..hehehe :)

Komentar-komentar
Tambah Baru Cari
Tulis komentar
Nama:
Email:
 
Website:
Judul:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Masukkan kode anti-spam yang terbaca pada gambar di atas!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."