Terlalu Biasa

Penilaian Pengunjung: / 1
TerjelekTerbaik 
Bayangkan kalau kita berada di Betleham lebih dari 2000 tahun yang lalu. Kejadian apa yang akan menarik perhatian kita?

Sekelompok bala tentara Sorgawi dengan suara bergermuruh, yang menggoncangkan bukit, yang sinarnya menyilaukan membutakan mata, dan memadukan nyanyian pujian megah?

Atau sesosok bintang di langit, yang melawan hukum alam, memberikan tanda ajaib akan sebuah lokasi dan peristiwa?

Atau sebuah kejadian, di mana sebuah keluarga miskin, yang tidak kebagian tempat menginap di hotel dan harus tinggal di kandang binatang. Terlebih kasihan, sang ibu muda ternyata, sudah hamil tua, dan terpaksa melahirkan di kandang sendirian, tanpa bantuan bidan beranak.

Berita terakhir rasanya biasa saja. Lagian dalam suasana sensus, yang diwajibkan Kaisar Agustus, hal seperti itu seperti lumrah-lumrah saja. Kelihatannya sulit untuk masuk Koran Jerusalem Post, mungkin cuma terdampar dalam beberapa blog pribadi.

Kejadian pertama sangat menggemparkan – tapi siapa yang melihat? Cuma sekelompok gembala sederhana yang tidak berpendidikan? Tidak ada bukti foto apalagi video clip yang bisa di-upload ke YouTube. Siapa yang biasa percaya?

Kejadian kedua merupakan terobosan dalam sains astronomi. Sayangnya siapa orang-orang asing itu? Belum sempat mereka mengadakan press release atau bertemu dengan para ilmuwan dari Jerusalam University, mereka sudah menghilang. Benar, mereka bertemu dengan penguasa setempat, tapi selepas itu, tiada kabar.

Benar, Allah memilih untuk datang dengan cara yang terlalu biasa. Dia meninggalkan beberapa petunjuk dan tanda, tetapi tidak untuk semua orang. Tidak semua orang di Yerusalam melihat bala tentara Sorgawi, tidak juga mereka melihat bintang di langit.

Seringkali kita melewatkan sesuatu yang terlalu biasa. Kita selalu menanti-nantikan hal yang megah dan spektakular, tetapi Allah sendiri muncul dalam kesederhanaan yang terlalu biasa.

Dan banyak kali, kita melewatkan itu! Kita menikmati Natal dalam suasana perayaan yang megah dan meriah, dalam taburan dan gemerlap lampu-lampu hiasan di shopping mall, dalam paduan suara yang melantunkan lagu-lagu Latin dengan komplit empat suara. Tetapi kita melewatkan keseharian Natal, akan kesepian orang-orang miskin papa di jalanan. Melupakan kesepian orang tua, saudara kita di hari Natal. Melupakan keindahan istri suami kita, yang sudah bertahun-tahun dihabiskan dalam keseharian.

Allah datang dengan cara yang terlalu biasa. Dia menyembunyikan keluar-biasaan-Nya dengan cara yang terlalu biasa….

*****
Singapore , 25 Des 08
I may not have the star guide me from the sky, not any angels choir appears to me..
But you are my star and angel of my life…
Komentar-komentar
Tambah Baru Cari
Tulis komentar
Nama:
Email:
 
Website:
Judul:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Masukkan kode anti-spam yang terbaca pada gambar di atas!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."