Henry Sujaya Lie

Lahir dan besar serta menghabiskan masa remaja di kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Pada masa remaja itulah pernah mengikuti retreat pelajar se-Jawa Barat (PIJAR) yang kemudian menentukan arah hidupnya ketika disana ia menyerahkan hidupnya kepada Kristus.

Selepas SMA, melanjutkan studi di Universitas Diponegoro. Setelah menamatkan pendidikan sarjana Teknik Elektro, kemudian hijrah ke ibukota Jakarta. Bekerja beberapa tahun di perusahaan swasta nasional, sebelum melanjutkan studi S-2 di National University of Singapore di bidang Management of Technology, atas beasiswa pemerintah Singapura. Pernah juga belajar di Singapore Bible College, namun tidak selesai.

Masa-masa pergolakan di tanah air sempat dirasakannya ketika turut menjadi founding member Solidaritas Nusa Bangsa, sebuah LSM yang berjuang menentang diskriminasi rasial di Indonesia. Saat ini juga duduk sebagai Dewan Pembina di Yayasan Solidaritas Nusa Bangsa dan sebagai Dewan Pengawas pada Yayasan Kasut Perdamaian. Juga sempat bergabung menjadi penulis majalah getLife!

Saat ini tinggal dan bekerja di bidang IT di Singapura dan hidup bahagia bersama istri dan anak tercinta, Sari dan Samuel, yang senantiasa memberikan inspirasi dan semangat.

Senang menulis di GCM ini karena inilah tempatnya belajar dan berusaha membagikan apa yang dipelajarinya. Dan (mungkin) sesuai dengan hobinya yang suka membaca, menulis dan jalan-jalan sambil mengamati.

Kumpulan dari sebagian tulisannya telah dibukukan dalam kerangka Doa Bapa Kami dengan judul "Saat Engkau Berbisik, Bapa.." yang diterbitkan Kairos pada tahun 2004.

Dapat dihubungi lewat email Alamat e-mail ini diproteksi dari spabot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya

  • PDF
  • Cetak

Duka Ketidakpastian

Penilaian Pengunjung: / 7
TerjelekTerbaik 
  • Jumat, 21 Agustus 2009 13:36
  • Ditulis oleh Henry Sujaya Lie

Saya baru saja membaca sebuah artikel yang ditulis Daniel Gilbert, seorang Profesor Psikologi dari Harvard University, judulnya “The unbearable angst of uncertainty” Di situ dia menulis tentang sebuah eksperimen yang dilakukan peneliti dari Maastricht University di Belanda yang melakukan penelitian pada sekelompok orang dengan memberikan 20 kejutan listrik.

Selanjutnya: Duka Ketidakpastian

  • PDF
  • Cetak

Setelah 64 Tahun

Penilaian Pengunjung: / 5
TerjelekTerbaik 
  • Senin, 10 Agustus 2009 10:46
  • Ditulis oleh Henry Sujaya Lie

Beberapa saat yang lalu, Mas Widi dari glorianet menghubungi para penulis untuk menulis dengan tema kemerdekaan. Ya, 17 Agustus sudah dekat! Saya berpikir dan merenung, apa ya yang bisa ditulis…

Biasanya tulisan pastoral akan berusaha menghubung-hubungkan tema kemerdekaan tersebut dengan tema alkitab.

Selanjutnya: Setelah 64 Tahun

  • PDF
  • Cetak

Buluh Yang Terkulai

Penilaian Pengunjung: / 16
TerjelekTerbaik 
  • Rabu, 29 Juli 2009 15:34
  • Ditulis oleh Henry Sujaya Lie

Selama ini saya selalu menulis renungan. Izinkan sekali ini saya menulis cerpen. Terima kasih, pembaca.

****************
Semilir angin laut pantai utara Jawa menghembus mukaku. Sedikit menghibur dan menghalau rasa galau di hati. Aku menghela nafas. Kesal? Menyesal? Entahlah aku sendiri tak tahu apa yang aku risaukan.

Selanjutnya: Buluh Yang Terkulai

  • PDF
  • Cetak

Terlalu Biasa

Penilaian Pengunjung: / 1
TerjelekTerbaik 
  • Sabtu, 18 April 2009 12:15
  • Ditulis oleh Henry Sujaya Lie
Bayangkan kalau kita berada di Betleham lebih dari 2000 tahun yang lalu. Kejadian apa yang akan menarik perhatian kita?

Sekelompok bala tentara Sorgawi dengan suara bergermuruh, yang menggoncangkan bukit, yang sinarnya menyilaukan membutakan mata, dan memadukan nyanyian pujian megah?

Atau sesosok bintang di langit, yang melawan hukum alam, memberikan tanda ajaib akan sebuah lokasi dan peristiwa?

Selanjutnya: Terlalu Biasa

  • PDF
  • Cetak

In Search of Meaning

  • Sabtu, 18 April 2009 12:15
  • Ditulis oleh Henry Sujaya Lie
Mazmur 119:30a "Aku telah memilih jalan kebenaran"

Viktor Frankl adalah salah seorang korban kekejaman Nazi yang berhasil hidup dan selamat lewat kamp penyiksaan yang sangat-sangat kejam. Dia berkata, "Orang-orang ini dapat mengambil segalanya dari aku, tetapi mereka tidak dapat memaksakan bagaimana aku memilih untuk meresponi
hal ini." Ia menderita dengan sangat pahit, tetapi gantinya merasa pahit dan luar biasa, dia menggunakan kesempatan ini untuk

Selanjutnya: In Search of Meaning

Selanjutnya...

Halaman 3 dari 24