Henry Sujaya Lie

Lahir dan besar serta menghabiskan masa remaja di kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Pada masa remaja itulah pernah mengikuti retreat pelajar se-Jawa Barat (PIJAR) yang kemudian menentukan arah hidupnya ketika disana ia menyerahkan hidupnya kepada Kristus.

Selepas SMA, melanjutkan studi di Universitas Diponegoro. Setelah menamatkan pendidikan sarjana Teknik Elektro, kemudian hijrah ke ibukota Jakarta. Bekerja beberapa tahun di perusahaan swasta nasional, sebelum melanjutkan studi S-2 di National University of Singapore di bidang Management of Technology, atas beasiswa pemerintah Singapura. Pernah juga belajar di Singapore Bible College, namun tidak selesai.

Masa-masa pergolakan di tanah air sempat dirasakannya ketika turut menjadi founding member Solidaritas Nusa Bangsa, sebuah LSM yang berjuang menentang diskriminasi rasial di Indonesia. Saat ini juga duduk sebagai Dewan Pembina di Yayasan Solidaritas Nusa Bangsa dan sebagai Dewan Pengawas pada Yayasan Kasut Perdamaian. Juga sempat bergabung menjadi penulis majalah getLife!

Saat ini tinggal dan bekerja di bidang IT di Singapura dan hidup bahagia bersama istri dan anak tercinta, Sari dan Samuel, yang senantiasa memberikan inspirasi dan semangat.

Senang menulis di GCM ini karena inilah tempatnya belajar dan berusaha membagikan apa yang dipelajarinya. Dan (mungkin) sesuai dengan hobinya yang suka membaca, menulis dan jalan-jalan sambil mengamati.

Kumpulan dari sebagian tulisannya telah dibukukan dalam kerangka Doa Bapa Kami dengan judul "Saat Engkau Berbisik, Bapa.." yang diterbitkan Kairos pada tahun 2004.

Dapat dihubungi lewat email Alamat e-mail ini diproteksi dari spabot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya

  • PDF
  • Cetak

Membakar Sorga, Memadamkan Neraka

  • Sabtu, 18 April 2009 12:11
  • Ditulis oleh Henry Sujaya Lie
I am who I am (Exo 3:14)
Belum lama ini kita kembali diingatkan oleh peristiwa 911 yang sangat memilukan hati. Dimana ada sekelompok orang yang membajak beberapa pesawat yang kemudian digunakan untuk melakukan aksi bunuh diri dengan nama Tuhan. Sungguh mengherankan bahwa ada seseorang bisa melakukan suatu tindakan pembunuhan dengan alasan untuk kemuliaan Tuhan.

Selanjutnya: Membakar Sorga, Memadamkan Neraka

  • PDF
  • Cetak

Orang Buruk Rupa di Hari Jum'at

Penilaian Pengunjung: / 3
TerjelekTerbaik 
  • Sabtu, 18 April 2009 12:11
  • Ditulis oleh Henry Sujaya Lie
itu orang buruk rupa
jijik luka menyelimuti tubuhnya
itu orang buruk rupa
tak lagi bentuk s'perti manusia

itu anak manusia
diludah, dipukul, disesah
disembelih seperti anak domba
diam kelu tak bersuara

Selanjutnya: Orang Buruk Rupa di Hari Jum'at

  • PDF
  • Cetak

Blessed

  • Sabtu, 18 April 2009 12:10
  • Ditulis oleh Henry Sujaya Lie
Berkat? Siapa yang ngga ingin diberkati? Dari mimbar gereja-gereja yang spektakular seringkali diberitakan dan diwartakan tentang berkat, bahkan berkat seratus kali ganda. Dan biasanya kata ‘berkat’ ini bermakna sekali buat kita kalau bicara soal kekayaan. Atau ya bukan hanya kekayaan-lah tapi juga hidup yang mulus, tanpa masalah. Semua keinginan kita terkabul, semua momen dalam hidup nyaman sekali.

Kadang saya suka merasa lelah sekali, kalau pas merasa hidup ini rasanya benar-benar berliku dan muter-muter. Saya kadang lihat si anu dan si itu, yang hidupnya begitu mulus. Dari lahir, sampai menikah, punya anak, kayanya hidupnya mulus “pleng*, tanpa pernah mengalami krisis atau masalah.

Selanjutnya: Blessed

  • PDF
  • Cetak

Natal di Narnia

  • Sabtu, 18 April 2009 12:10
  • Ditulis oleh Henry Sujaya Lie
Akhirnya film Narnia keluar juga. Penutup yang manis di penghujung tahun, walau mungkin tidak mampu menangkap keseluruhan jiwa dan semangat karya CS Lewis yang ditulisnya. Anyway, saya suka sekali menontonnya. Melihat setting panorama gunung salju, mahluk-mahluk yang unik dan aneh, membangkitkan sentimen fantasi yang menarik.

C.S. Lewis adalah seorang teolog dan apologis Kristen yang sangat cemerlang. Mungkin salah satu yang terbaik sepanjang masa. Beberapa karya intelektualnya tentang keimanan seperti “Mere Christianity”. Atau kala dia bergulat dengan problem teodise atau tentang penderitaan dalam “The Problems of Pain”. Pada masa Perang Dunia II, Lewis tampil sebagai pengisi acara rohani di radio, dan kemudian dikenal sebagai "rasul bagi kaum skeptis." Esei-eseinya yang disiarkan tersebut menegakkan dan menjelaskan iman Kristen yang memberikan penghiburan bagi jiwa-jiwa yang ketakutan dan terluka. Kumpulan esei-nya inilah yang diterbitkan di AS sebagai Mere Christianity pada tahun 1952.

Selanjutnya: Natal di Narnia

  • PDF
  • Cetak

The Moment You Need

  • Sabtu, 18 April 2009 12:09
  • Ditulis oleh Henry Sujaya Lie
Suatu kali seorang karyawan yang stress berkunjung ke seorang psikiater untuk berkonsultasi. Dia mengeluh karena pekerjaannya sehari-hari selalu membuatnya stress. Sang psikiater mendengarkan dengan cermat dan berusaha mencari-cari penyebabnya. Karirnya berhasil. Gajinya baik. Bidang kerjanya adalah sesuatu yang diminatinya. Berjam-jam berlalu, sang psikiater berusaha mencari-cari penyebabnya.

Sekonyong-konyong dia melihat si klien sedang memakan snack yang ada di meja. Tiba-tiba dia bertanya, “Kalau kamu makan kue atau makanan, dan ada bagian yang enak dan tidak enak. Apakah kamu akan makan yang enak dulu atau yang tidak enak dulu.”

Selanjutnya: The Moment You Need

Selanjutnya...

Halaman 5 dari 24