Henry Sujaya Lie

Lahir dan besar serta menghabiskan masa remaja di kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Pada masa remaja itulah pernah mengikuti retreat pelajar se-Jawa Barat (PIJAR) yang kemudian menentukan arah hidupnya ketika disana ia menyerahkan hidupnya kepada Kristus.

Selepas SMA, melanjutkan studi di Universitas Diponegoro. Setelah menamatkan pendidikan sarjana Teknik Elektro, kemudian hijrah ke ibukota Jakarta. Bekerja beberapa tahun di perusahaan swasta nasional, sebelum melanjutkan studi S-2 di National University of Singapore di bidang Management of Technology, atas beasiswa pemerintah Singapura. Pernah juga belajar di Singapore Bible College, namun tidak selesai.

Masa-masa pergolakan di tanah air sempat dirasakannya ketika turut menjadi founding member Solidaritas Nusa Bangsa, sebuah LSM yang berjuang menentang diskriminasi rasial di Indonesia. Saat ini juga duduk sebagai Dewan Pembina di Yayasan Solidaritas Nusa Bangsa dan sebagai Dewan Pengawas pada Yayasan Kasut Perdamaian. Juga sempat bergabung menjadi penulis majalah getLife!

Saat ini tinggal dan bekerja di bidang IT di Singapura dan hidup bahagia bersama istri dan anak tercinta, Sari dan Samuel, yang senantiasa memberikan inspirasi dan semangat.

Senang menulis di GCM ini karena inilah tempatnya belajar dan berusaha membagikan apa yang dipelajarinya. Dan (mungkin) sesuai dengan hobinya yang suka membaca, menulis dan jalan-jalan sambil mengamati.

Kumpulan dari sebagian tulisannya telah dibukukan dalam kerangka Doa Bapa Kami dengan judul "Saat Engkau Berbisik, Bapa.." yang diterbitkan Kairos pada tahun 2004.

Dapat dihubungi lewat email Alamat e-mail ini diproteksi dari spabot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya

  • PDF
  • Cetak

Komunikasi

  • Jumat, 17 April 2009 17:16
  • Ditulis oleh Henry Sujaya Lie
Komunikasi adalah salah satu tantangan terbesar dalam hidup manusia. Sejak Allah berkomentar, "Tidak baik bagi manusia untuk seorang diri", manusia menerima berkat yang terindah dalam hidupnya. Seorang penolong yang sepadan! Teman untuk berbagi suka dan duka, sekaligus tantangan yang tersembunyi untuk saling berkomunikasi seumur hidupnya.

Makanya ada cerita humor tentang protes Adam kepada Allah di Taman Eden. Alkisah di suatu senja yang sepi, diam-diam Adam mengobrol dengan Allah tentang isterinya.

Selanjutnya: Komunikasi

  • PDF
  • Cetak

Itu Tuhan

  • Jumat, 17 April 2009 17:16
  • Ditulis oleh Henry Sujaya Lie
Kristus sudah bangkit! 
Selamat Paskah! 

Itu berita-berita SMS yang saya terima sepanjang hari-hari Paskah ini. Ribuan tahun yang lalu, sesaat setelah dirundung duka karena penyaliban Kristus, murid-muridNya pun menerima berita ini. Bahkan berjumpa dengan Kristus sendiri. Maria Magadalena bertemu dengan Kristus di dekat kuburanNya. Murid-muridNya dijumpai Kristus saat mereka berkumpul pada hari pertama minggu itu. Tomas yang mulanya tidak percaya pun, mengalami perjumpaan eksistensial dengan Tuhannya dan Allahnya.

Selanjutnya: Itu Tuhan

  • PDF
  • Cetak

Percakapan Dekat Api Unggun

  • Jumat, 17 April 2009 17:15
  • Ditulis oleh Henry Sujaya Lie
Siapa dari kita yang tidak pernah bangkit berdiri dengan semangat dan membuat janji-janji:
Aku berjanji tahun ini akan membaca Alkitab dari Kejadian sampai Wahyu ...
Mulai hari ini aku akan melakukan ini .. itu ...
Kalau aku sudah mencapai ini.. itu... aku akan mempersembahkan ...
Apapun yang terjadi, aku akan tetap setia dan .....
Aku akan pergi ke ....dan mencurahkan seluruh hidupku....
dst...dst....

Selanjutnya: Percakapan Dekat Api Unggun

  • PDF
  • Cetak

Panik

  • Jumat, 17 April 2009 17:15
  • Ditulis oleh Henry Sujaya Lie
Panik. Mungkin itu kata yang tepat untuk menggambarkan keadaan orang-orang di Singapura saat ini. Mungkin inilah tingkat kepanikan tertinggi yang pernah ada sejak negara ini lahir. Waktu dulu banyak huru-hara teror di sana sini, bahkan waktu rencana pemboman sebuah stasiun kereta terbongkar, kebanyakan rakyat santai-santai saja, kalau tidak dibilang tidak peduli. Tidak banyak yang peduli soal perang Irak di sini waktu perang pecah, masing-masing sibuk dan kuatir soal kerjaan dan bayar cicilan. Gambaran masyarakat modern yang pragmatis. Dan kini masyarakat modern ini dihantui oleh satu kata, SARS.

Selanjutnya: Panik

  • PDF
  • Cetak

SARS

Penilaian Pengunjung: / 1
TerjelekTerbaik 
  • Jumat, 17 April 2009 17:13
  • Ditulis oleh Henry Sujaya Lie
Beberapa minggu lalu, kata ini masih merupakan sesuatu yang asing bagi saya dan kebanyakan orang. Saat itu, ketika di head-line tertulis berita: 'Seorang meninggal karena SARS', teman saya bertanya, "Apaan tuh SARS? Apa ada orang mati karena mau menyelamatkan orang lain?". Maksudnya, dikiranya SARS itu semacam Search and Rescue. Namun sekarang kata ini benar-benar telah menjadi kata yang sangat terkenal dan mengerikan bagi orang Singapura. 

Selanjutnya: SARS

Selanjutnya...

Halaman 17 dari 24