• PDF

"Tuhan, anak Daud,... kasihanilah kami!"

Penilaian Pengunjung: / 21
TerjelekTerbaik 
  • Jumat, 17 April 2009 11:39
  • Ditulis oleh Augustinus Simanjuntak
  • Sudah dibaca: 3998 kali
Teriakan di atas diungkapkan oleh dua orang buta yang duduk di pinggir jalan ketika mendengar Tuhan Yesus lewat (Matius 20:30).

Tetapi orang banyak yang berbondong-bondong mengikut Tuhan Yesus menegur kedua orang buta itu supaya keduanya diam. Ketika orang banyak yang mengikut Tuhan Yesus itu menyuruh orang buta itu diam, apa yang terbesit dalam pemikiran kita? Bagaimana posisi kita? Apakah berada dalam posisi orang banyak atau berada dalam posisi seperti kedua orang buta itu?

Saudara yang dikasihi Tuhan, saat ini mungkin banyak orang mengklaim diri sebagai pengikut Tuhan Yesus, tetapi pertanyaannya ialah: apakah imannya seperti orang yang berbondong-bondong itu atau seperti kedua orang buta tadi?

Kalau kita melihat peristiwa itu, latarbelakang adanya banyak orang berbondong-bondong mengikut Yesus ialah karena mereka memiliki persepsi dan motivasi yang masih keliru tentang Tuhan Yesus, yaitu setelah Dia banyak melakukan berbagai muzizat atau keajaiban.

Karena Tuhan Yesus dalam perikop sebelumnya berbicara tentang Kerajaan Sorga maka banyak orang yang mengerti secara keliru, hingga murid-murid pun merasa perlu adanya pembagian kekuasaan (menteri, panglima, gubernur, bupati, dsb) jika nanti Tuhan Yesus menjadi Raja.

Fenomena banyak orang berbondong-bondong mengikut Tuhan Yesus dan kedua orang buta yang berteriak memanggil Tuhan Yesus sebagai Tuhan, anak Daud, menunjukkan kepada kita sesuatu terobosan dalam IMAN.

"Hosana bagi Dia, sang Raja...", apakah ungkapan ini benar-benar menempatkan Tuhan Yesus sebagai Raja di Kerjaaan Sorga? Atau, sekedar menempatkan Tuhan Yesus sebagai raja yang bersifat hal-hal duniawi?

Kita mungkin seringkali keliru bahwa:
- Tuhan Yesus kita katakan sebagai Raja karena kita ada maunya...
- Tuhan Yesus kita puji dan kita sembah karena kita ingin berkatnya...
- Intinya, Tuhan Yesus kita agungkan supaya kita mendapat sesuatu dari Dia.

Kembali ke peristiwa kedua orang buta tadi.
Lazimnya, seorang orang buta di pinggir jalan bertujuan untuk meminta-minta sesuatu materi (uang, makanan, barang, dst).... Artinya, lazimnya setiap pengemis itu materialistik.

Tetapi, coba kita memperhatikan kedua orang buta itu. Mereka berdua hanya DENGAR bahwa Tuhan Yesus akan lewat di situ. Tetapi, mereka berdua sama sekali TIDAK ter-FOKUS lagi pada kebutuhan materi..., melainkan pada IMAN bahwa Tuhan Yesus sanggup mencelikkan mata mereka....

Apa bukti iman mereka? Mereka berdua dengan TANPA RAGU mengatakan "Tuhan, anak Daud, kasihanilah kami."

Bagaimana mereka menempatkan Tuhan Yesus dalam imannya?
* Mereka beriman bahwa Yesus adalah Tuhan, anak Daud...
* Mereka beriman bahwa Yesus sanggup membuat mereka melihat.

"Maka tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan, lalu Ia menjamah mata mereka dan seketika itu juga mereka melihat dan mengikuti Dia."

Implikasi yang bisa kita ambil dari kisah ini:
1. Jangan puji Yesus kalau Anda belum beriman kepadaNya
2. Jangan puji Yesus kalau Anda belum menjadikan Dia sebagai Tuhan.

Apabila kita memuji Yesus tanpa iman dan tanpa menjadikan Dia sebagai Tuhan dan Juru Selamat maka kita pasti memiliki motivasi yang keliru dalam memujiNya.

Tujuan Tuhan Yesus datang ke dunia bukan untuk berkat, tetapi untuk menyelamatkan manusia berdosa.

Tuhan Yesus datang bukan untuk memberikan kesuksesan materi, tetapi untuk mengajar kita tentang kebenaran dan memikul salib....

Oleh karena itu, kebahagiaan orang Kristen terletak pada imannya yang benar, memberi hidup, pengharapan, dan kekuatan. Sumber kebahagiaan orang Kristen BUKAN terletak pada sikap dan puji-pujian yang dibuat-buat atau dikondisikan....

Percumalah kedatangan Yesus ke dunia dan disalibkan kalau sekedar untuk membawa
kesuksesan materi buat manusia.

Oleh karena itu, alangkah ironis dan tragisnya jika ada orang mengajarkan bahwa: "Siapa yang percaya Yesus, pasti sukses dan kaya harta atau materi..!" Ini adalah pembalikan firman.

Tuhan Yesus berkata: "Barang siapa mengikut Aku, dia harus memikul salib.."

Jadi, jangan merendahkan nilai kedatangan dan pengorbanan Yesus hanya untuk kepentingan materi dan egoisme manusia....

Tapi, jadikanlah Dia sebagai Tuhan..., Raja yang sanggup mengampuni, menebus dosa-dosa kita, dan yang memberi kita kelegaan atau damai sejahtera serta pengharapan hidup kekal di rumah Allah Bapa di sorga.... Itulah upah mengikut Tuhan Yesus. Amin.
Komentar-komentar
Tambah Baru Cari
Harun Monim   |64.255.180.xxx |06-08-2009 13:30:44
Haleluya!!!!!
Terima Kasih banyak buat renungannya Bapa....
Secara Pribadi
saya di tegur dan mau merubah pandangan saya tentang memuji dan
menyembah-Nya...
Dan ingin mengetahuiPribadi Yesus lebih dalam lagi.

Tuhan
Yesus Memberkati Bapa.....
yanti armanda   |61.5.84.xxx |31-10-2010 01:52:42
Terima kasih Tuhan Yesus,Engkau sudah menebus dosaku..pimpin langkahku dan ajar
aku tuk melakukan kehendakMU..Amien
noldy  - Tuhan anak daud kasihanilah kami   |110.159.78.xxx |15-01-2011 12:32:18
saya setuju, banyak orang berpendapat mengikut Tuhan itu harus kaya
tetapi itu cuma pendapat mereka saja bukan dari Firman Tuhan..
Tulis komentar
Nama:
Email:
 
Website:
Judul:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Masukkan kode anti-spam yang terbaca pada gambar di atas!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."