• PDF

Christian World-View: REFLEKSI PENGINJILAN

Penilaian Pengunjung: / 4
TerjelekTerbaik 
  • Jumat, 17 April 2009 11:42
  • Ditulis oleh Augustinus Simanjuntak
  • Sudah dibaca: 2573 kali
Akhir-akhir ini isu Kristenisasi santer dibicarakan, khususnya di tengah-tengah saudara sebangsa kita yang belum seiman. Beberapa isu aktivitas orang Kristen yang dicap sebagai upaya kristenisasi antara lain; iming-iming pemberian harta benda, pembagian indomie, atau sembako, dsb.

Selain itu, aktivitas orang Kristen yang diisukan sebagai upaya Kristenisasi ialah dalam merehabilitasi orang-orang yang kecanduan narkoba atau jenis peyakit lain, baik di rumah sakit maupun di yayasan-yayasan Kristen. Isu yang lebih parah lagi ialah, mengkristenkan orang dengan cara mengawini orang yang tidak seiman, lalu mengajaknya masuk Kristen. Mungkinkah hal-hal ini terjadi? Bagaimana Firman Allah menyikapi isu Kristenisasi ini?

Dalam Efesus 2:8-9 dikatakan: "Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi  pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri...". Kemudian dalamYohanes 6:44 Tuhan Yesus sendiri berkata:" Tidak ada seorang pun yang dapat datang kepadaKu, jika ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku....." Jelas di sini, manusia mengikut Yesus bukan karena kehendak manusia tetapi kehendak Allah Bapa. Yohanes15:16: "Bukan kamu yang memilih Aku (Yesus), tetapi Akulah yang memilih kamu....."

Berdasarkan Firman Tuhan di atas jelas bahwa Allah-lah yang membuat seseorang menjadi pengikut Yesus.  Umat Kristen diselamatkan bukan karena perbuatan manusia, melainkan Allah-lah yang memberikan Anugerah Keselamatan itu kepada manusia melalui Yesus Kristus, yang telah mati di kayu salib dan bangkit di hari yang ketiga untuk menyelamatkan manusia dari hukuman maut. Sedangkan peranan orang Kristen hanyalah sebagai alat untuk menyampaikan berita suka cita itu. 

Orang Kristen hanyalah menyaksikan berita pengampunan dosa itu (mandat penginjilan). Markus 16: 15-16: "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala mahluk.  Siapa yang percaya dan dibabtis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum." Injil, artinya kabar baik atau kabar suka cita. Jadi, Injil bukan kabar paksaan atau bukan kabar iming-iming.

Persoalannya sekarang ialah, apakah memang benar ada orang Kristen melakukan hal-hal seperti apa yang dicurigai oleh golongan lain tersebut? Kalau hal itu memang benar terjadi di tengah-tengah kekristenan guna mencapai suatu target kuantitas maka sudah sepatutnya hal itu diluruskan dengan tetap mengacu kepada Firman Tuhan di atas, sehingga isu kristenisasi ini tidak berkembang menjadi pemicu disintegrasi bangsa. 

Harapan penulis adalah, hendaklah kita lebih bijaksana dalam segala aktivitas pelayanan kita dengan meminimalisasi faktor-faktor pemicu kecurigaan umat beragama lain, khususnya dalam memberitakan kabar suka cita itu. Misalnya; tulisan-tulisan terbuka (terbaca oleh umum) mengenai target-target penginjilan, yang sekiranya kalau dibaca oleh umat beragama lain tidak menimbulkan kecurigaan. Biarlah Rencana Tuhan yang jadi, bukan rencana manusia. Biarlah target Allah yang jadi, bukan target manusia.

Selain itu, Injil harus disampaikan dengan kasih, dan diharapkan jangan sampai menimbulkan kecurigaan atau kebencian dari pihak lain. Romo Benny pernah menulis: "Injil memberikan resep yang mujarab untuk memperbaiki tali temali yang sudah mulai rapuh. Yakni dengan cara mengubah orientasi hidup yang bersandarkan pada uang, kekuasan, harga diri (faktor yang selama ini menjadikan hidup penuh dengan persengketan, pertengkaran dan konflik). Dengan kata lain, kembalikan orientasi hidup pada jalan Allah". Itulah makna Injil. Semoga Tuhan Yesus menolong kita. Amin.**
Komentar-komentar
Tambah Baru Cari
Anonymous   |202.3.213.xxx |27-10-2009 15:20:31
Haleluya
the man of the truth  - lihatlah lebih dekat   |110.76.149.xxx |27-02-2011 18:45:46

pernahkah anda bljr sejarah, NAZI, KOMUNISM, dll
ideologi2 gila ini pernah
pesat, krn manusia menutup hati dari kebenaran,
dan lebih memilih meyakini
dengan "buta",
mereka yg melihat dengan ilmu akan tahu mana yg benar,
dan meyakini apa yg benar.
Bukan meyakini sesuatu tanpa tahu kebenarannya dan
memilih berdiam dengan kenikmatan dan ketengan hati akan cinta dan iman yg
buta....tanpa ilmu.
lihatlah sejarah sodaraku, ttg semua distorsi itu...salam
Tulis komentar
Nama:
Email:
 
Website:
Judul:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Masukkan kode anti-spam yang terbaca pada gambar di atas!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."