Thanksgiving
Setelah Halloween, hari-hari libur rasanya datang beruntun. Bulan November ini akan ada hari Thanksgiving, hari 'pembantaian kalkun se Amerika :-)', hari-hari dengan libur panjang karena segera akan disusul dengan Christmas dan New Year. Juga akan merupakan hari-hari belanja, tepat sehari setelah Thanksgiving sampai dengan New Year maka berbagai department store seperty Macy's dan toko besar lainnya akan beramai-ramai memberikan discount yang fantastic sekali.
Menurut tradisi, Thanksgiving di Amerika pertama kali dirayakan pada th 1621 oleh English Pilgrims yang menjamu tamu mereka, penduduk asli America dari suku Wampanoag. Sebenarnya, biarpun event ini merupakan bagian yang penting dalam sejarah Amerika tetapi tidak ada bukti bahwa perjamuan itu merupakan perayaan Thanksgiving. Dua tahun kemudian, pada masa kemarau yang berkepanjangan suatu hari doa dan puasa berubah menjadi sebuah thanksgiving (pengucapan syukur) karena pada hari itu hujan pertama turun ditengah-tengah doa-doa yang dipanjatkan. Kemudian menjadi tradisi dikalangan New Englanders untuk merayakan Thanksgiving setiap tahun setelah panen.
Setelah Amerika memenangkan perang di Battle of Saratoga di th 1777, Continental Congress mengumumkan hari nasional thanksgiving. Untuk menghargai ratifikasi Contitution of the United States Presiden George Washington memproklamirkan hari thanksgiving pada th 1789.
Pada pertengahan abad ke 19 Sarah Josepha Hale, editor Godey's Ladies Book, memimpin gerakan untuk menggalakkan Thanksgiving sebagai hari libur nasional. Pada th 1863 ditengah-tengah American Civil War Presiden Abraham Lincoln memproklamirkan hari kamis terakhir bulan November sebagai hari Thanksgiving dengan tujuan membangun moral kesatuan. Setelah perang congress menetapkan Thanksgiving sebagai hari libur nasional.
Pagi tadi, secara sepintas aku mendengar sebuah acara talk show di radio. Seorang ibu bercerita bagaimana keluarganya merayakan Thanksgiving, pada hari itu tiap-tiap orang dari bapak sampai dengan anak-anak semuanya menuliskan untuk apa saja mereka mengucapkan syukur sepanjang tahun itu pada selembar kertas yang kemudian dibacakan satu demi satu. Menarik sekali karena kemudian kertas-kertas berisi catatan ucapan syukur itu oleh sang ibu disimpan pada sebuah kotak. "Jadi kami bisa mengetahui ucapan syukur kami pada tujuh tahun yang lalu." Demikian kata ibu itu.
Aku sendiri sudah lupa berapa kali aku mengucapkan ucapan syukur, mengapa aku mengucapkan syukur. Merupakan suatu kebiasaan yang baik sebenarnya kalau kita selalu mengingat berkat-berkat yang kita terima, yang membuat kita mengucapkan syukur. Betapa akan terkejutnya kita karena akan mendapati betapa didalam masa-masa kesesakan justru ucapan syukur itu paling banyak diucapkan.
Jonathan Goeij, 09 November 2002
West Covina - California, USA
Menurut tradisi, Thanksgiving di Amerika pertama kali dirayakan pada th 1621 oleh English Pilgrims yang menjamu tamu mereka, penduduk asli America dari suku Wampanoag. Sebenarnya, biarpun event ini merupakan bagian yang penting dalam sejarah Amerika tetapi tidak ada bukti bahwa perjamuan itu merupakan perayaan Thanksgiving. Dua tahun kemudian, pada masa kemarau yang berkepanjangan suatu hari doa dan puasa berubah menjadi sebuah thanksgiving (pengucapan syukur) karena pada hari itu hujan pertama turun ditengah-tengah doa-doa yang dipanjatkan. Kemudian menjadi tradisi dikalangan New Englanders untuk merayakan Thanksgiving setiap tahun setelah panen.
Setelah Amerika memenangkan perang di Battle of Saratoga di th 1777, Continental Congress mengumumkan hari nasional thanksgiving. Untuk menghargai ratifikasi Contitution of the United States Presiden George Washington memproklamirkan hari thanksgiving pada th 1789.
Pada pertengahan abad ke 19 Sarah Josepha Hale, editor Godey's Ladies Book, memimpin gerakan untuk menggalakkan Thanksgiving sebagai hari libur nasional. Pada th 1863 ditengah-tengah American Civil War Presiden Abraham Lincoln memproklamirkan hari kamis terakhir bulan November sebagai hari Thanksgiving dengan tujuan membangun moral kesatuan. Setelah perang congress menetapkan Thanksgiving sebagai hari libur nasional.
Pagi tadi, secara sepintas aku mendengar sebuah acara talk show di radio. Seorang ibu bercerita bagaimana keluarganya merayakan Thanksgiving, pada hari itu tiap-tiap orang dari bapak sampai dengan anak-anak semuanya menuliskan untuk apa saja mereka mengucapkan syukur sepanjang tahun itu pada selembar kertas yang kemudian dibacakan satu demi satu. Menarik sekali karena kemudian kertas-kertas berisi catatan ucapan syukur itu oleh sang ibu disimpan pada sebuah kotak. "Jadi kami bisa mengetahui ucapan syukur kami pada tujuh tahun yang lalu." Demikian kata ibu itu.
Aku sendiri sudah lupa berapa kali aku mengucapkan ucapan syukur, mengapa aku mengucapkan syukur. Merupakan suatu kebiasaan yang baik sebenarnya kalau kita selalu mengingat berkat-berkat yang kita terima, yang membuat kita mengucapkan syukur. Betapa akan terkejutnya kita karena akan mendapati betapa didalam masa-masa kesesakan justru ucapan syukur itu paling banyak diucapkan.
Jonathan Goeij, 09 November 2002
West Covina - California, USA
| Komentar-komentar |
|

Setiap materi dalam situs ini boleh dipakai untuk pelayanan non-komersial, dengan mencantumkan: 


