• PDF

Pisau

Penilaian Pengunjung: / 0
TerjelekTerbaik 
  • Sabtu, 18 April 2009 12:33
  • Ditulis oleh Jonathan Goeij
  • Sudah dibaca: 820 kali
Kedua tangan Margareth dengan lincah menggerakkan pisau kecil itu membedah daging babi untuk mengeluarkan tulangnya. Dengan keahlihan yang tinggi bagaikan dokter bedah saja layaknya pisau kecil ditangan Margareth bergerak mengikuti kurva tulang, menyayat, memotong, dan sebentar kemudian tulang iga itu telah dikeluarkan dari daging babi. Luar biasa, tulang itu putih bersih hampir tidak ada daging yang menempel.

Waktu itu aku baru saja masuk bekerja ke restoran itu, sebagai pembantu di dapur tugasku setiap hari memotong babi dan meraciknya dengan memberi bumbu-bumbu untuk kemudian daging babi itu dimasukkan ke oven besar dengan nyala api dibawahnya. Dipanggang menjadi barbeque pork. Barbeque pork memang menjadi salah satu makanan yang disukai direstoran itu.

Agar daging babi dapat dipotong dengan bentuk yang teratur sudah tentu tulang iga itu harus dikeluarkan dulu. Aku telah mencoba memisahkan tulang dengan daging babi, tetapi hasilnya jelek sekali. Pada tulang masih banyak sekali menempel daging babi. Aku menggunakan pisau besar karena memang biasanya pisau besar itulah yang aku pakai untuk memotong sayuran dan aku sudah ahli menggunakan pisau besar.

Margareth, manager restoran itu, melihat hasil pekerjaanku segera saja mengambil pisau kecil dan kemudian tangannya bergerak dengan lincah. Uh hanya satu dua menit saja tulang itu sudah terpisahkan. Aku kemudian mencoba dan mencoba terus sesuai dengan contoh yang diberikan. Pada akhirnya memang aku bisa dengan ahli mengeluarkan tulang tapi itu diperlukan waktu 'terbang' yang cukup lama.

Setelah tulang dikeluarkan dari daging, maka giliran digunakan pisau besar untuk memotong-motong daging itu pada bentuk dan ukuran yang dikehendaki. Memang pintar manusia itu bisa menciptakan pisau dengan berbagai ukuran. Ada yang besar ada juga yang kecil tapi kesemuanya itu saling melengkapi. Pisau besar tidak dapat mengerjakan semua pekerjaan dengan baik tanpa pisau kecil, demikian juga pisau kecil membutuhkan pisau besar.

Manusia saja bisa membuat pisau berbagai ukuran dengan fungsinya masing-masing, Tuhan pun menciptakan manusia dengan berbagai ukuran, bakat, keahlihan masing-masing dan kesemuanya itu berguna untuk saling melengkapi dan akan sempurna bila semua bisa bekerja sama. Berbagai ras, budaya, bahasa, agama, dlsb.nya itu memang sudah ada dan harus ada tidak perlu dihilangkan atau dibuat tidak ada. Tetapi dengan adanya kesadaran akan keunikan masing-masing serta saling menghargai satu sama lain akan didapat 'mutual enrichment' bagi semua.

Jonathan Goeij, 23 November 2002
West Covina - California, USA
Komentar-komentar
Tambah Baru Cari
Tulis komentar
Nama:
Email:
 
Website:
Judul:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Masukkan kode anti-spam yang terbaca pada gambar di atas!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."