Yudas
Aku memanjat pohon itu, kuikatkan tali yang telah kusiapkan kesalah satu cabangnya. Setelah aku turun kembali ke tanah kuletakkan sebuah batu besar di bawah tali yang menggantung, kunaiki batu itu, kuraih tali dan kukalungkan ke kepalaku. Kutendang batu yang kuinjak, uhhh.... tali mencekik leherku erat, aku tidak bisa bernafas.Terbayang di pelupuk mataku ketika aku berlari cepat mendahului rombongan orang-orang yang membawa pedang dan pentung masuk kedalam taman Getsemani. Kusapa Dia: "Salam Rabi", lalu kucium. Sebenarnya ini hanyalah sebuah tanda kepada orang banyak yang mengikutiku, "Orang yang akan kucium, itulah Dia, tangkaplah Dia" demikian kataku memberitahukan tanda yang kupakai. Tetapi Dia, Guruku itu, rupanya tahu. Hatiku tercekat ketika Dia berkata: "Hai teman, untuk itukah engkau datang?".

Setiap materi dalam situs ini boleh dipakai untuk pelayanan non-komersial, dengan mencantumkan: 



