• PDF

Autumn In My Heart

Penilaian Pengunjung: / 3
TerjelekTerbaik 
  • Jumat, 17 April 2009 15:29
  • Ditulis oleh Grace Suryani
  • Sudah dibaca: 3598 kali
Hihihi … Judulnya kayak drama serial Korea yah Guys : D Emberr … Sekarang ini emank lagi autumn, alias musim gugur. Dari semua musim, saya emank paling suka musim gugur. Bukan karena sok romantis guys tapi karena alasan-alasan yang logis dan rasional! Ceillaaa …

Pertama musim gugur tuh hawanya passs bgt. Angin sepoi-sepoi, dingin-dingin empuk gitu lohhh …

Musim-musim laen saya ngga suka,  musim dingin, kedinginan. Musim panas, kepanasan. Musim semi pun saya ngga suka. Masih dingginnn trus sering ujan : ((  Kedua, pas musim gugur malem bisa tidur tanpa AC, dan tanpa heater *hemat listrik* tapi tetep pake selimut. Soalnya hawanya ademm … ketiga duit yg biasa buat bayar listrik bisa dialokasikan ke bagian laen, belanja bajuuuu!!! Hahahaha. Saya suka banget baju-baju musim gugur. Karena modelnya keren, anggun, berkelas en ngga buka-bukaan. Gila kali org yang masih pake you can see di musim gugur!!

Tapi sayangnya guys, bersamaan dengan daun-daun yang berguguran, begitu pula serpihan hati saya bertaburan *wueeekk … saya ngga cocok nulis yang romance2 begitu hahahaha* Saya juga bingung, kenapa justru di saat musim yang paling saya suka, saya selalu patah hati! Kenapa ngga pas musim panas gitu loh … biar sekalian kalau mau emosi. Huehehe. *Tuhan, tahun depan semester musim gugur itu semester terakhir saya di China loh … so kalau boleh biarkan saya menikmati musim kesukaan saya dengan hati yang riang gembira situasi yang aman damai tenteram  dan bukan dengan penuh serpihan kayak tahun ini dan tahun lalu. Pleeeaseee donk Tuhan ; D*

Tahun kemaren, pas musim gugur juga (pas bulan-bulan begini juga), saya patah hati. Tahun kemaren mah kelas berat punya!  Saya baru sadar juga baru-baru ini, pas saya baca-baca arsip tulisan saya *Ketika Impian Sirna*. Eh ternyata tahun kemaren begini juga. Lebih parah malah. Tahun ini, sekalipun rada gimana tapi meminjam istilah pak Harto, “situasi aman dan terkendali” hehehe.

Yah begitu guys, jadi saya sambil melihat daun-daun berguguran, kadang jadi kebawa mellow sendiri. En jadi bertanya, kenapa ya mesti berguguran?? Kenapa ngga bisa mekar terus sepanjang tahun? Kenapa harus mati ketika musim dingin datang … tidak bisakah ia tumbuh terus??

Pas lagi mikir gitu, tiba-tiba saya inget kata-kata di buku pelajaran saya, kutipan dari penyair Inggris Percy Bysshe Shelley “ji ran dong tian dao le, chun tian hai hui yuan ma?” (ketika musim dingin sudah tiba, bukankah itu artinya musim semi akan segera datang?) Sorry guys, saya ngga nemu kata2 aslinya di dalam bahasa Inggris jadi kalau terjemahannya rada ngawur harap maklum : p

En saya ngerasakan damai Tuhan yang hangat di dalam hati saya. Musim gugur harus datang, daun-daun harus berguguran, harus mati untuk sementara selama musim dingin. Tapi setelah musim dingin berlalu, salju mencair, musim semi datang … daun-daun pun kembali tumbuh. Ketika musim dingin datang, itu artinya musim semi sudah di depan mata.

Guys,  ketika musim gugur datang, musim dingin di depan mata, jauh lebih baik bagi daun-daun itu untuk berguguran … karena ia tidak akan dapat bertahan melawan dinginnya musim dingin, ia justru akan lebih menderita kalau ia dipaksa tetap hidup melawan ganasnya angin musim dingin. Lebih baik jika ia mati.

 Tuhan mungkin keliatan seperti Allah yang kejam, ketika Ia membuat daun-daun itu berguguran dan mati … tapi sesungguhnya Ia melindungi daun-daun itu, melindungi pohon itu. Demikian juga dengan saya, ada saatnya ketika saya tergoda untuk marah dengan Tuhan, Tuhan keliatan seperti Allah yang kejam, tapi ketika saya inget daun-daun itu, saya tahu … Tuhan lakukan itu untuk kebaikan saya.

Guys, kalian yang ngga pernah mencicipi musim dingin, mungkin rada sulit untuk membayangkan sekejam apa ‘angin musim dingin’. Musim dingin tempat saya juga ngga sedingin di kutub, tapi saya tau apa itu namanya ‘angin musim dingin’. Itu angin yang kejam, angin yang bisa menembus bajumu dan masuk ke dalam tulang-tulangmu. Dan dari angin yang kejam itu, Tuhan mau melindungi daun-daun itu. Kalau Tuhan aja ‘peduli’ dengan daun-daun itu, masak Dia tidak peduli dengan saya?!?!

Beberapa hari yang lalu saya chatting dengan dede saya, dan dia bilang, “cik, ketika Tuhan mengoyak impian kita sekalipun kita tahu Ia menyediakan yang terbaik, it’s still hard and hurt” Yah guys, sekalipun saya tau kebenarannya, tapi itu tetep sakit, tetap berat. But dengan berlalunya waktu, saya tau … it’s hard, it’s hurt but it’s good.

Sekalipun saat ini rasanya saya masih terombang ambing, tapi saya percaya suatu saat kelak saya akan bisa melihat masa-masa ini dengan senyuman. Saya akan bisa menoleh ke masa ini, mengenang daun-daun yang berguguran dengan hati yang penuh ucapan syukur. Karena saya percaya sekalipun saya membiarkan daun-daun itu gugur dan mati, akan ada musim semi yang cerah dan hangat di depan saya.

   hatiku,
   tidurlah yang nyenyak selama musim dingin
   jangan mencoba bangun sebelum waktunya
   kau akan kedinginan …
   sabarlah di dalam tidurmu,
   tunggulah sampai Tuhan sendiri yang membangunkanmu
   dengan matahari musim semi

“Kusumpahi kamu, puteri-puteri Yerusalem, demi kijang-kijang atau demi rusa-rusa betina di padang : jangan kamu membangkitkan dan menggerakkan cinta sebelum diingininya”   Kidung Agung 2 : 7

 

China, 24 Oktober 2005

Komentar-komentar
Tambah Baru Cari
Tulis komentar
Nama:
Email:
 
Website:
Judul:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Masukkan kode anti-spam yang terbaca pada gambar di atas!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."