Setiap orang mempunyai pengalaman-pengalaman hidup yang unik. Tidak ada seorang pun yang bisa mempunyai pengalaman hidup yang sama; seperti air sungai yang terus mengalir, maka dasar sungai itu terus berubah dan berubah. Pengalaman hidup yang terjadi sangat bervariasi, dari yang menyenangkan maupun yang menyedihkan, terus silih berganti dan terus berubah.
Kita bisa berjumpa dengan orang yang sangat peka, tetapi kita juga bisa bertemu dengan orang yang tidak berperasaan; sehingga dia bisa mengatakan apa saja yang sangat menyakitkan hati, tetapi dia tidak pernah merasa sakit hati! Ada orang yang selalu menyakiti hati orang lain dan dirinya tidak pernah merasa bersalah; tetapi juga ada orang yang sangat hati-hati untuk berbicara, karena takut kalau menyakitkan hati orang lain. Itulah keunikan manusia yang diberikan Tuhan perasaan. Ya, perasaan itu bisa acuh tetapi juga bisa membara dalam hati kita sendiri, sampai kita menajdi orang yang stress bahkan bisa depresi, karena suara perasaan yang tidak terbendung. Perasaan yang terluka itulah yang membuahkan perasaan dendam. Ketika dendam ada dalam hati, maka yang ada hanyalah perasaan kebencian dan sikap yang terus ingin membalas. Tidak ada belas kasihan, apa lagi memberikan pertolongan. Pikirannya selalu berusaha untuk menghancurkan atau paling tidak membiarkan mereka dalam penderitaan atau kesulitan mereka. Malah berharap agar mereka mengalami kecelakaan, dan Tuhan menghukum mereka!
Pengalaman pahit itu juga dialami oleh Yunus. Tidak dijelaskan apa yang menyebabkan Yunus mempunyai dendam atau sakit hati dengan penduduk Niniwe. Bisa juga Niniwe bangsa yang pernah menjajah dengan kejamnya atau selalu merugikan Israel, sehingga mengalami penderitaan yang berkepanjangan atau masalah-masalah pribadi Yunus. Pengalaman yang tidak enak, yang terjadi dalam diri Yunus, bisa kesalahan orang-orang Niniwe, tetapi bisa juga karena kepekaan Yunus, sebagai orang yang sangat berperasaan. Sikap-sikap itu yang pada akhirnya membuat Yunus dendam dengan orang-orang Niniwe. Yunus tidak mau diutus Tuhan untuk membawa berita keselamatan dari Allah. Yunus lebih baik menghindar dan pergi ke tempat lain. Dia merasa lebih aman ke tempat lain, daripada melayani di Niniwe. Namun, rencana Tuhan tetap berjalan dan tidak bisa dibatalkan oleh siapapun! Tuhan menghajar Yunus dengan pengalaman yang sangat mengerikan! Akhirnya Yunus harus pergi ke Niniwe dan kotbah di sana. Banyak orang yang bertobat dan percaya kepada Allah. “Tetapi hal itu sangat mengesalkan hati Yunus, lalu marahlah ia.” Yun.4:1. Tuhan menegur Yunus dan mengingatkan bahwa dendam itu harus dibereskan dengan pengampunan dan kasih. Tuhan menyatakan anugerah-Nya kepada orang yang dikasihi-Nya. Amin.