Aku Orang Berdosa…
Semua orang akan mudah sekali untuk mengakui dosanya, apa lagi kalau pengakuan itu dalam bentuk global, universal atau orang banyak. Berkali-kali para pemimpin bangsa kita menyerukan untuk mengadakan ibadah pengakuan dosa kepada Allah, agar Allah membebaskan bencana yang bertubi-tubi menimpa bangsa kita. Maka banyak orang bahkan ribuan orang mengadakan kebaktian pengakuan dosa masal.
Tidak salah jika ada orang yang mengadakan kebaktian pengakuan dosa seperti itu. Namun, yang lebih penting untuk digumulkan yaitu sejauh mana pengakuan dosa itu menyentuh pada hal-hal yang pribadi? Sejauh mana kebaktian pengakuan dosa masal itu membuka hati secara pribadi, sehingga seorang demi seorang sadar akan dirinya dan berhadapan dengan Allah yang kudus, lalu secara personal mengakui segala dosa-dosanya. Mungkin begitu sedikit sekali, dibandingkan dengan pengakuan secara masal.
Pemazmur memberikan contoh yang konkrit, bagaimana Daud secara pribadi berhadapan dengan Tuhan. Ketika Daud disadarkan oleh nabi Natan pada saat Daud berzinah - bahasa halusnya sekarang berselingkuh atau TTM - Teman Tapi Mesra, dengan Batsyeba, isteri Uria. Pada saat itu Daud baru sadar, bahwa apa yang dilakukan itu adalah dosa! Lalu apa yang dikatakan oleh Daud? Dalam Mazmur 51:6,7 Terhadap Engkau, terhadap Engkau sajalah aku telah berdosa dan melakukan apa yang Kauanggap jahat, supaya ternyata Engkau adil dalam putusan-Mu, bersih dalam penghukuman-Mu. Sesungguhnya, dalam kesalahan aku diperanakkan, dalam dosa aku dikandung ibuku.” Suatu pengakuan pribadi antara Daud dan Tuhan yang begitu indah. Pertama, dosa itu dilakukan hanya berhubungan dengan Allah saja. Jadi dosa itu sangat menyakitkan hati Allah. “Terhadap Engkau, terhadap Engkau saja” aku berdosa! Kedua, mengapa Allah sangat sakit hati terhadap dosa? Karena dosa itu di hadapan Allah merupakan suatu “Kejahatan” yang besar. Dosa itu selalu menghasilkan buah yang menyakitkan hati baik Allah, maupun juga sesama kita. Ada orang-orang yang dekat dengan kita, atau isteri, suami, anak, saudara dan sebagainya yang terkait dengan akibat dari dosa yang dilakukan. Mereka yang terkait pasti mempunyai pengalaman yang menyakitkan hatinya, bahkan bisa mengalami trauma-trauma yang tidak mudah dilupakan selama hidupnya. Ketiga, Daud melihat bahwa Allah adalah Allah yang “Adil dalam keputusan-Mu.” Daud sadar bahwa mengaku atau tidak, maka Allah akan menjadi Hakim. Setiap orang akan menghadap tahta Pengadilan Allah. Maka Daud benar-benar mengakui dosanya di hadapan Allah. Minta ampun dan mohon Tuhan merubah dirinya menjadi anak Tuhan yang diperkenan-Nya. “Aku orang berdosa” suatu kejujuran diri yang terbuka dengan Allah, dan melalui itu Allah memberkati dengan limpah. Amin-NC
Pemazmur memberikan contoh yang konkrit, bagaimana Daud secara pribadi berhadapan dengan Tuhan. Ketika Daud disadarkan oleh nabi Natan pada saat Daud berzinah - bahasa halusnya sekarang berselingkuh atau TTM - Teman Tapi Mesra, dengan Batsyeba, isteri Uria. Pada saat itu Daud baru sadar, bahwa apa yang dilakukan itu adalah dosa! Lalu apa yang dikatakan oleh Daud? Dalam Mazmur 51:6,7 Terhadap Engkau, terhadap Engkau sajalah aku telah berdosa dan melakukan apa yang Kauanggap jahat, supaya ternyata Engkau adil dalam putusan-Mu, bersih dalam penghukuman-Mu. Sesungguhnya, dalam kesalahan aku diperanakkan, dalam dosa aku dikandung ibuku.” Suatu pengakuan pribadi antara Daud dan Tuhan yang begitu indah. Pertama, dosa itu dilakukan hanya berhubungan dengan Allah saja. Jadi dosa itu sangat menyakitkan hati Allah. “Terhadap Engkau, terhadap Engkau saja” aku berdosa! Kedua, mengapa Allah sangat sakit hati terhadap dosa? Karena dosa itu di hadapan Allah merupakan suatu “Kejahatan” yang besar. Dosa itu selalu menghasilkan buah yang menyakitkan hati baik Allah, maupun juga sesama kita. Ada orang-orang yang dekat dengan kita, atau isteri, suami, anak, saudara dan sebagainya yang terkait dengan akibat dari dosa yang dilakukan. Mereka yang terkait pasti mempunyai pengalaman yang menyakitkan hatinya, bahkan bisa mengalami trauma-trauma yang tidak mudah dilupakan selama hidupnya. Ketiga, Daud melihat bahwa Allah adalah Allah yang “Adil dalam keputusan-Mu.” Daud sadar bahwa mengaku atau tidak, maka Allah akan menjadi Hakim. Setiap orang akan menghadap tahta Pengadilan Allah. Maka Daud benar-benar mengakui dosanya di hadapan Allah. Minta ampun dan mohon Tuhan merubah dirinya menjadi anak Tuhan yang diperkenan-Nya. “Aku orang berdosa” suatu kejujuran diri yang terbuka dengan Allah, dan melalui itu Allah memberkati dengan limpah. Amin-NC
| Komentar-komentar |
|
|
|||||||||||
|
|||||||||||
|
|||||||||||
|
|||||||||||
|
|||||||||||
|
|||||||||||
|
|||||||||||
|
|||||||||||


Setiap materi dalam situs ini boleh dipakai untuk pelayanan non-komersial, dengan mencantumkan: 


