Pancha W. Yahya

Dilahirkan di Semarang, pada tanggal 8 Febuari 1976 dari pasangan Alm. Hanoto Jahja dan Tanti Widjaja. Dan pada tahun 2001, menikah dengan Sumanti Jonatan, S.Th.

Pendidikan:
1. SD Kristen 1 Semarang lulus tahun 1988
2. SMP PL Domenico Savio Semarang lulus tahun 1991
3. SMA Negeri 3 Semarang lulus tahun 1994
4. Sarjana Theologia dari Seminari Alkitab Asia Tenggara, Malang lulus tahun 2000

Pekerjaan:
Pernah menjadi pengerja di GKI Sinode Wilayah Jawa Barat
Jl. Jatinegara Barat III/2A dari th. 2000 - 2005, sekarang sedang menjalani
studi lanjut di SAAT Malang

Dapat dihubungi langsung di Alamat e-mail ini diproteksi dari spabot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya

  • PDF
  • Cetak

Tidak usah Melayani!

Penilaian Pengunjung: / 1
TerjelekTerbaik 
  • Rabu, 29 April 2009 13:38
  • Ditulis oleh Pancha W. Yahya

Memang ada banyak alasan yang dapat kita berikan untuk mendukung pernyataan seperti pada judul di atas. Alasan yang paling klise adalah karena kita tidak ada waktu. Apalagi dalam kehidupan yang penuh persaingan seperti ini, kita menjadi manusia yang super sibuk. Pergi pagi-pagi benar dan pulang ketika mentari sudah kembali ke “kandangnya.” Belum lagi kalau jalanan macet, dan jarak dari tempat kerja ke rumah kita sangat jauh. Jangankan waktu untuk melayani, waktu untuk diri sendiri dan keluarga saja hampir tidak ada.

Selanjutnya: Tidak usah Melayani!

  • PDF
  • Cetak

Tempayan yang Retak

  • Rabu, 29 April 2009 13:36
  • Ditulis oleh Pancha W. Yahya
Di India, ada seorang bapak tua yang pekerjaannya setiap hari membawa air dari mata air menuju ke rumah majikannya yang kaya. Setiap pagi bapak ini memikul dua tempayan yang besar di kanan dan kirinya. Dari dua tempayan yang dimiliki oleh bapak ini salah satunya yakni tempayan yang sebelah kanan retak. Akibatnya, jika tempayan yang sebelah kiri selalu membawa air penuh sepanjang perjalanan ke rumah majikannya, tempayan sebelah yang retak hanya dapat membawa air setengah penuh sampai ke rumah majikan bapak tua itu.

Selanjutnya: Tempayan yang Retak

  • PDF
  • Cetak

Penonton atau Pemain?

  • Rabu, 29 April 2009 13:21
  • Ditulis oleh Pancha W. Yahya
... untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan (Efesus 4:11-12).

Pada satu hari Minggu malam di bulan Juni tahun yang lalu saya mengendarai mobil saya melewati jalan-jalan di kota Jakarta. Hari itu kota Jakarta tidak seperti biasa. Jalan-jalan yang biasanya ramai pada jam-jam itu, hari itu lengang. Ada apa gerangan? Jawabnya adalah ada pertandingan final piala dunia di televisi! Kebanyakan orang Jakarta, bahkan di seluruh dunia, memilih menjadi penonton pada jam itu.

Selanjutnya: Penonton atau Pemain?

Halaman 27 dari 27

 
augmentin allergic reactions http://recit.csdps.qc.ca/spips/champagne... buy zithromax online no prescription fast delivery