Pancha W. Yahya

Dilahirkan di Semarang, pada tanggal 8 Febuari 1976 dari pasangan Alm. Hanoto Jahja dan Tanti Widjaja. Dan pada tahun 2001, menikah dengan Sumanti Jonatan, S.Th.

Pendidikan:
1. SD Kristen 1 Semarang lulus tahun 1988
2. SMP PL Domenico Savio Semarang lulus tahun 1991
3. SMA Negeri 3 Semarang lulus tahun 1994
4. Sarjana Theologia dari Seminari Alkitab Asia Tenggara, Malang lulus tahun 2000

Pekerjaan:
Pernah menjadi pengerja di GKI Sinode Wilayah Jawa Barat
Jl. Jatinegara Barat III/2A dari th. 2000 - 2005, sekarang sedang menjalani
studi lanjut di SAAT Malang

Dapat dihubungi langsung di Alamat e-mail ini diproteksi dari spabot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya

  • PDF
  • Cetak

Bukan Sembarang Pekerja

Penilaian Pengunjung: / 3
TerjelekTerbaik 
  • Rabu, 29 April 2009 17:16
  • Ditulis oleh Pancha W. Yahya
Sayup-sayup terdengar senandung. Rupanya senandung itu keluar dari mulut seorang teman yang sedang menaiki tangga asrama seminari tempat saya belajar. Begini senandungnya, "Telah lama kucari-cari/ langkah hidup yang lebih pasti/ hidup penuh kemenangan setiap hari/ suatu saat Yesus panggilku menjadi pekerja/ melayani jadi saksi bagi-Nya…" Ah, bukankah itu lagu yang cukup dikenal oleh sebagian besar para pembaca?   Dan sang teman pun meneruskan refrainnya, "Bukan sembarang pekerja/ (la… la… la…)/ tapi kerja sembarangan/ (la… la… la…)…"

Selanjutnya: Bukan Sembarang Pekerja

  • PDF
  • Cetak

Berkorban

  • Rabu, 29 April 2009 17:15
  • Ditulis oleh Pancha W. Yahya
Orang-orang Kristen yang terlibat aktif dalam pelayanan gereja bukanlah orang-orang yang nggak ada kerjaan alias pengangguran. Lalu mereka mencari-cari kesibukan dengan melayani di gereja. Sebaliknya, mereka ini adalah orang-orang yang sibuk bahkan super sibuk. Di tengah kesibukan yang teramat padat dalam dunia kerja dan keluarga, mereka rela memberikan pikiran-waktu-tenaga untuk pekerjaan Tuhan. Tak jarang mereka pun merogoh kocek mereka untuk mendukung pelayanan. Boleh dikatakan mereka telah berkorban banyak untuk Tuhan.

Selanjutnya: Berkorban

  • PDF
  • Cetak

Bank Terpercaya

  • Rabu, 29 April 2009 17:14
  • Ditulis oleh Pancha W. Yahya
Para pembaca yang budiman, ijinkanlah kami memperkenalkan diri. Kami adalah bank terpercaya yang sudah berdiri ratusan bahkan ribuan tahun yang lalu. Kantor perwakilan kami telah tersebar di setiap negara, bahkan di setiap kota di dunia, termasuk di kota Anda. Meski kami tak menawarkan hadiah rumah megah, mobil mewah, dan uang berlimpah toh kami tetap yang paling baik. Sekalipun kami tak memberi bunga yang tinggi, kami jamin Anda akan tertarik menjadi nasabah kami, karena kami memberi bukti bukan janji. Melalui cara yang amat mudah Anda dapat langsung menjadi nasabah kami dan… kami jamin seumur hidup Anda tidak akan menyesal, karena bank kami bebas likuidasi. Satu lagi keistimewaan kami, tabungan Anda pasti abadi selama-lamanya. Bagaimana, Anda tertarik menjadi nasabah kami?

Selanjutnya: Bank Terpercaya

  • PDF
  • Cetak

Hikayat Uang Kolekte*

Penilaian Pengunjung: / 1
TerjelekTerbaik 
  • Rabu, 29 April 2009 17:14
  • Ditulis oleh Pancha W. Yahya
Alkisah berkumpulah sejumlah uang dari berbagai penjuru di dalam sebuah kantong kolekte. Tiba-tiba terdengarlah sebuah percakapan di dalam kantong kolekte itu.

“Ah..., tempat ini bener-bener tidak nyaman. Di sini sangat gelap, sempit dan bau!,” teriak selembar uang seratus ribuan kertas seri terbaru. Mendengar seruan itu uang lima puluh ribu pun nyeletuk, “Hei teman, emang di mana kamu biasa tinggal? Bukankah memang sudah seharusnya tempat kita itu gelap, sempit dan... bau?”

Selanjutnya: Hikayat Uang Kolekte*

  • PDF
  • Cetak

Misteri

  • Rabu, 29 April 2009 17:13
  • Ditulis oleh Pancha W. Yahya
Bagi sebagian orang, membaca novel atau kisah-kisah misteri terasa begitu asyik. Sepanjang cerita, mereka begitu menikmati rasa penasaran yang berloncatan di benak mereka. Para penikmat cerita misteri itu pun berpikir keras untuk menjawab teka-teka yang dimainkan oleh sang pengarang. Sampai akhirnya kepuasan pun membuncah-buncah tatkala mereka tiba pada penghujung bacaan itu. Akhirnya permainan telah usai. Misteri pun terjawab tuntas. Mereka pun masygul akan kepiawaian sang pengarang yang telah meramu cerita nan cantik, sampai-sampai jawaban atas teka-teki itu tak terjawab, kecuali mencari kuncinya di pasal yang terakhir.

Selanjutnya: Misteri

Selanjutnya...

Halaman 5 dari 27